Epiglotitis

Pengertian Epiglotitis

Epiglotitis merupakan suatu infeksi pada epiglotis yang dapat menyebabkan gangguan fungsi epiglotis dan pembengkakan epiglotis. Pada keadaan berat, epiglotitis dapat menyebabkan sumbatan pernafasan yang mengancam nyawa.

Gejala Epiglotitis

Infeksi biasanya bermula di saluran pernafasan atas sebagai peradangan hidung dan tenggorokan. Kemudian, infeksi bergerak ke bawah ke epiglotis. Infeksi seringkali disertai dengan bakteremia (infeksi darah). Epiglotitis bisa segera berakibat fatal karena pembengkakan jaringan yang terinfeksi bisa menyumbat saluran udara dan menghentikan pernapasan.

Infeksi biasanya dimulai secara tiba-tiba dan berkembang dengan cepat. Gejalanya terdiri dari:

  • Nyeri tenggorokan.

  • Gangguan menela.

  • Gangguan pernapasa.

  • Badannya bungkuk ke depan sebagai upaya untuk bernapas.

  • Stridor (suara pernapasan yang kasar.

  • Suara serak.

  • Menggigil.

  • Demam.

  • Sianosis (warna kulit kebiruan).

  • Mengeluarkan liur.

Penyebab Epiglotitis

Infeksi bakteri merupakan penyebab utama pada epiglotitis. Streptococcus pneumoniae dan Haemophilus influenzae tipe B (Hib) merupakan jenis-jenis bakteri yang paling sering memicu peradangan pada epiglotis.

Infeksi tersebut akan mengakibatkan epiglotis membengkak dan menghalangi keluar masuknya udara pada saluran pernapasan sehingga berpotensi menyebabkan kematian.

Selain infeksi, luka pada tenggorokan juga dapat menyebabkan peradangan dan pembengkakan epiglotis. Misalnya, karena benturan atau pukulan keras, benda asing atau senyawa kimia yang tertelan, serta penggunaan obat-obatan terlarang yang dihisap.

Faktor Risiko Epiglotitis

Ada banyak faktor risiko dari epiglotitis, seperti:

  • Pria lebih rentan mengalami epiglotitis daripada wanita. Alasannya tidak diketahui.

  • Beraktivitas di ruang publik yang dapat meningkatkan risiko paparan infeksi saluran pernapasan, misalnya di sekolah atau tempat penitipan anak.

  • Daya tahan tubuh lemah dapat membuat tubuh kepayahan untuk melawan infeksi. Diabetes adalah salah satu masalah kesehatan yang dapat melemahkan sistem imun tubuh, sehingga orang-orang yang memiliki diabetes juga rentan mengalami epiglotitis.

  • Anak-anak berusia di bawah 12 bulan, karena belum mendapat vaksin Hib. Umumnya, peradangan ini lebih sering terjadi pada anak usia 2—6 tahun dan lanjut usia (> 85 tahun).

Diagnosis Epiglotitis

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan dengan laringoskopi yang menunjukkan pembengkakan epiglotis. Pembiakan darah atau lendir tenggorokan bisa menunjukkan adanya bakteri. Pada pemeriksaan darah lengkap tampak peningkatan jumlah sel darah putih. Rontgen leher bisa menunjukkan adanya pembengkakan epiglotis.

Pengobatan dan Efek Samping Epiglotitis

Epiglotitis merupakan suatu keadaan gawat darurat, sehingga diperlukan penanganan yang cepat. Jika tidak ditangani dengan cepat, maka keadaan ini dapat menyebabkan sumbatan jalan nafas yang mengakibatkan kematian. Pengidap epiglotitis harus segera dibawa ke rumah sakit untuk diperiksa secara menyeluruh.

Memastikan aliran udara (airway) pengidap dalam keadaan terbuka adalah langkah awal yang perlu dilakukan. Jika saluran napas tertutup, maka pemasangan selang endotrakeal atau pemasangan lubang pernafasan pada trakea (trakeostomi), perlu secepatnya dilakukan. Selanjutnya, pengidap dapat diberikan antibiotik dan steroid untuk epiglotitisnya.

Epiglottitis bisa menyebabkan sejumlah efek samping atau komplikasi, termasuk:

  • Gagal nafas. Epiglotitis adalah bagian tutup kecil yang bisa bergerak tepat di atas larynx yang mencegah makanan dan minuman masuk ke saluran udara. Namun jika epiglotitis menjadi bengkak, baik karena infeksi atau cedera, maka jalan udara menjadi sempit dan bisa menjadi terhambat. Ini bisa memicu gagal napas, yakni kondisi yang mengancam keselamatan di mana tingkat oksigen di darah menurun atau tingkat karbondioksida menjadi sangat tinggi.

  • Penyebaran infeksi. Kadang bakteri yang menyebabkan epiglotitis menyebabkan infeksi lain di tubuh, seperti pneumonia, meningitis, ataupun infeksi darah.

Pencegahan Epiglotitis

Epiglotitis dapat dicegah. Imunisasi untuk mencegah infeksi H. Influenza dapat dilakukan untuk anak berusia di bawah 2 bulan.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera hubungi dokter apabila merasakan gejala-gejala di atas. Penanganan yang tepat dapat meminimalisir akibat sehingga pengobatan bisa lebih cepat dilakukan. Pilih dokter di rumah sakit yang sesuai dengan kebutuhan kamu di sini