Faringitis

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Faringitis

Faringitis adalah peradangan pada selaput lendir yang melapisi bagian belakang tenggorokan atau faring. Peradangan ini bisa menyebabkan ketidaknyamanan, kekeringan, dan kesulitan menelan. Faringitis dapat disebabkan akibat infeksi maupun non-infeksi. Faringitis adalah kondisi umum yang jarang berkembang menjadi penyakit serius. Peradangan ini biasanya bisa sembuh dengan sendirinya dalam waktu kurang lebih seminggu.

 

Faktor Risiko Faringitis

Beberapa faktor yang bisa menyebabkan seseorang terkena faringitis adalah udara yang dingin, konsumsi alkohol yang berlebihan, turunnya daya tahan tubuh, dan konsumsi makanan yang kurang gizi. Oleh karena itu, jika tidak ingin terkena faringitis, hindari faktor-faktor risiko tersebut.

 

Penyebab Faringitis

Bakteri dan virus merupakan penyebab terjadinya faringitis. Kebanyakan disebabkan oleh virus. Faringitis karena virus dan bakteri sangat sering terjadi. Bakteri yang menyebabkan faringitis adalah streptokokus grup, korinebakterium, arkanobakterium, neisseria gonorrhoeae, atau chlamydia pneumonia.

 

Gejala Faringitis

Masa inkubasi faringitis adalah jarak waktu sejak terpapar infeksi sampai gejala-gejala pertama kali muncul berlangsung sekitar 2-5 hari. Gejala faringitis yang muncul bisa bervariasi, tergantung pada kondisi yang menyebabkannya. Selain itu, gatal dan sakit tenggorokan, gejala flu juga bisa menjadi pertanda faringitis, seperti bersin-bersin, hidung berair, sakit kepala, batuk, kelelahan, nyeri otot, dan demam. Terkadang gejala yang muncul juga bisa berupa rasa nyeri di telinga. Jika laring menyerang suara, pengidap akan mengalami suara serak.

Baca juga: Bisa Pulih Sendiri, Kapan Faringitis Dianggap Berbahaya?

 

Diagnosis Faringitis

Diagnosis faringitis bisa ditegakkan dengan mengamati gejala yang muncul, seperti demam sampai 40 derajat Celsius, rasa gatal atau kering di tenggorokan, lesu, nyeri sendi, odinofagia, anoreksia, dan otalgia. Melalui pemeriksaan fisik, bisa terlihat faring hiperemis, tonsil membengkak, dan terdapat detritus (tonsillitis folikularis). Tanda-tanda, seperti kelenjar submandibula membengkak dan nyeri saat ditekan juga bisa muncul, terutama pada anak-anak.

 

Komplikasi Faringitis

Komplikasi umum yang bisa terjadi akibat faringitis, antara lain sinusitis, otitis media, epiglottitis, mastoiditis, dan pneumonia. Faringitis yang disebabkan oleh infeksi streptokokus juga perlu diobati dengan baik. Sebab, bila tidak, faringitis dapat menyebabkan demam rematik akut, peritonsillar abses, peritonsillar cellulitis, abses retrofaringeal, toxic shock syndrome, dan obstruksi saluran pernapasan akibat dari pembengkakan laring.

 

Pengobatan Faringitis

Perawatan secara mandiri berikut dapat membantu mengatasi ketidaknyamanan jika sedang mengidap faringitis. Beberapa hal yang dapat dilakukan, yaitu:

  • Jangan merokok, karena hal ini akan memperparah kondisi faringitis.

  • Hindari memakan makanan yang pedas, panas, dan berminyak.

  • Minum cairan lebih banyak untuk melegakan tenggorokan.

  • Perbanyak minum minuman hangat.

Selain perawatan tersebut, obat-obatan seperti aspirin atau asetaminofen juga bisa diberikan pada pengidap untuk membantu mengurangi rasa sakit dan nyeri pada tenggorokan. Bagi pengidap faringitis yang disebabkan oleh infeksi bakteri, antibiotik seperti amoksilin dan penisilin adalah obat-obatan yang paling sering diresepkan dokter. Penting bagi pengidap untuk meminum antibiotik sampai habis sesuai anjuran dokter untuk mencegah infeksi kambuh kembali. Pengidap juga dianjurkan untuk beristirahat di rumah dan minum yang cukup.

Baca juga: Tenggorokan Bengkak, Atasi dengan 9 Cara Ini

 

Pencegahan Faringitis

Berikut langkah-langkah yang bisa kamu lakukan untuk mencegah faringitis:

  • Hindari berbagi peralatan makan dan peralatan lainnya dengan orang yang terkena faringitis.

  • Gunakan masker untuk menutupi mulut dan hidung saat kamu sedang berkendara atau tinggal di lingkungan yang tercemar atau paparan asap yang tinggi.

  • Jika kondisi rumah kering dan banyak debu, jaga kebersihan rumah dengan pengisap debu atau terapkan mesin untuk membuat rumah menjadi lebih lembap.

  • Istirahat yang cukup

  • Sering mencuci tangan, baik sebelum maupun sesudah makan. Pengunaan sabun pembersih tangan dapat membantu membasmi kuman dan bakteri yang ada pada tangan.

  • Jaga agar lingkungan tempat tinggal bebas dari asap rokok.

  • Hindari paparan asap rokok.

Baca juga: Cegah Faringitis dengan Menerapkan Gaya Hidup Sehat

 

Kapan Harus ke Dokter?

Pada orang dewasa, sebaiknya segera ke dokter bila mengalami gejala-gejala seperti:

  • Sakit tenggorokan yang parah yang berlangsung lebih lama dari 7 hari.

  • Kesulitan menelan, bernapas, dan membuka mulut.

  • Sakit telinga dan demam yang lebih tinggi dari 38 derajat Celsius.

  • Terdapat bercak darah dalam air liur

  • Suara serak yang berlangsung lebih dari 2 minggu.

Pada anak-anak, segera bawa anak ke dokter anak untuk mendapatkan obat radang tenggorokan yang tepat, apalagi jika muncul tanda-tanda yang lebih parah, seperti:

  • Kesulitan bernapas dan menelan.

  • Muncul darah di dalam air liur.

Penanganan yang tepat dapat meminimalisir dampak yang terjadi, sehingga proses penyembuhan bisa terjadi lebih cepat.

Referensi:
Medical News Today. Diakses pada 2019. Pharyngitis: Causes, symptoms, and treatment.
Healthline. Diakses pada 2019. Pharyngitis: Causes, Symptoms, and Diagnosis.

Diperbarui pada 4 September 2019