Fenomena Raynaud

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Fenomena Raynaud

Fenomena Raynaud adalah kondisi yang menyebabkan beberapa area tubuh seperti jari tangan dan kaki terasa kebas atau mati rasa, serta juga dingin akibat suhu dingin atau stres. Penyakit ini juga dikenal dengan sebutan fenomena Raynaud.

Baca juga: Belum Ada Obatnya, Apakah Fenomena Raynaud Berbahaya?

 

Faktor Risiko Fenomena Raynaud

Wanita lebih berisiko terkena fenomena Raynaud dibandingkan pria. Selain itu, penyakit Raynaud juga paling sering terjadi pada kelompok usia 15-30 tahun. Orang yang mengidap Raynaud primer, tinggal di negara beriklim dingin, dan memiliki keluarga dengan riwayat penyakit tersebut juga berisiko tinggi terkena fenomena Raynaud.

 

Penyebab Fenomena Raynaud

Penyebab pasti fenomena Raynaud masih belum diketahui. Meski begitu, ada dugaan bahwa penyebab fenomena ini adalah pembuluh darah di jari kaki dan tangan bereaksi secara berlebihan terhadap suhu dingin atau stres.

Saat terkena dingin atau stres, pembuluh darah kecil yang mengalirkan darah ke kulit bisa menyempit atau mengalami vasospasm, sehingga mengurangi sirkulasi darah ke area tersebut. Seiring berjalannya waktu, pembuluh darah kecil ini dapat menebal, sehingga aliran darah pun semakin terbatas.

Kondisi dingin yang bisa menyebabkan fenomena ini, seperti memasukkan tangan ke air dingin, mengambil barang dari freezer, ataupun berada di cuaca yang dingin. Pada beberapa orang, stres emosional juga dapat menyebabkan serangan Raynaud.

Sedangkan penyakit Raynaud yang  berhubungan dengan Raynaud’s sekunder meliputi :

  • Scleroderma.

  • Lupus.

  • Rheumatoid Arthritis.

  • Sindrom Sjogren.

  • Dermatomyositis.

  • Polymyositis.

Baca juga: 10 Penyebab Sindrom Raynaud Bikin Aliran Darah Berkurang

 

Gejala Fenomena Raynaud

Kejang pada arteri kecil di jari tangan dan jari kaki terjadi dengan cepat dan paling sering dipicu oleh dingin. Gejala ini bisa berlangsung selama beberapa menit atau beberapa jam. Selain itu, jari tangan dan jari kaki yang terkena fenomena Raynaud juga bisa berubah warna menjadi putih dan biasanya berbintik-bintik. Pada akhir serangan, daerah yang terkena tampak berwarna lebih pink dari biasanya atau kebiruan. Jari tangan dan jari kaki bisa mengalami mati rasa, kesemutan, dan rasa tertusuk jarum atau rasa terbakar.

 

Diagnosis Fenomena Raynaud

Diagnosis dapat ditegakkan melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan laboratorium. Pada anamnesis, dapat ditemukan adanya keluhan di jari, seperti rasa kesemutan, mati rasa, atau bahkan nyeri pada saat kondisi dingin ataupun adanya perubahan warna jari menjadi putih atau biru setelah terpapar dingin.

 

Komplikasi Fenomena Raynaud

Efek samping atau komplikasi yang bisa terjadi apabila fenomena Raynaud tak ditangani, adalah kerusakan jaringan, ulkus, gangrene, bahkan amputasi.

 

Pengobatan Fenomena Raynaud

Pengobatan bertujuan untuk mengurangi frekuensi terjadinya serangan, mencegah kerusakan jaringan, dan mengobati penyebab medis yang melatari terjadinya Raynaud sekunder. Beberapa obat dapat digunakan untuk memperbesar pembuluh darah, sehingga memperbaiki sirkulasi darah, seperti golongan calcium channel blockers dan vasodilator.

Pada beberapa kasus, ada kalanya dibutuhkan prosedur pembedahan saraf, jika memang disebabkan karena kelainan saraf. 

Baca juga: Jari Jadi Pucat, Lakukan Perawatan Ini untuk Menangani Fenomena Raynaud

 

Pencegahan Fenomena Raynaud

Beberapa cara berikut ini dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya serangan fenomena Raynaud, antara lain:

  • Menggunakan sarung tangan ketika akan mengambil sesuatu dari freezer.

  • Mengatur suhu air conditioning agar tidak terlalu dingin.

  • Menggunakan pakaian dan aksesoris seperti topi, syal, sarung tangan kaos kaki, jaket, penutup telinga, dan masker untuk menghangatkan badan.

  • Menghangatkan kendaraan ketika sedang musim dingin.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Segera hubungi dokter apabila kamu memiliki riwayat fenomena Raynaud yang parah dan mengalami luka atau infeksi di salah satu jari tangan atau kaki yang terkena.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Raynaud's disease - Symptoms and causes.
Medical News Today. Diakses pada 2019. Raynaud's disease: Treatment, causes, and symptoms.

Diperbarui pada 4 September 2019