• Home
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Fibrilasi Ventrikel

Fibrilasi Ventrikel

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Fibrilasi Ventrikel

Pengertian Fibrilasi Ventrikel

Fibrilasi ventrikel merupakan salah satu jenis gangguan irama jantung (aritmia) yang membuat jantung tidak dapat memompa darah sebagaimana mestinya. Perlu diketahui bahwa ventrikel merupakan dua bilik bawah yang menjadi bagian dari otot jantung. 

Fibrilasi ventrikel terjadi ketika impuls listrik di jantung berjalan secara cepat dan tidak menentu, sehingga mengakibatkan ventrikel bergetar (fibrilasi) alih-alih memompa darah dengan baik ke seluruh tubuh pengidapnya. 

Tanpa perawatan medis sedari dini, fibrilasi ventrikel dapat berdampak fatal pada pengidapnya. Faktanya, kondisi tersebut adalah penyebab paling umum dari kematian jantung mendadak.

Penyebab Fibrilasi Ventrikel

Hingga kini, penyebab pasti fibrilasi ventrikel belum diketahui. Namun, Salah satu penyebab tersering adalah gangguan arus listrik yang berlangsung di jantung setelah seseorang mengalami serangan jantung pada waktu sebelumnya. Selain itu, kondisi ini bisa juga terjadi karena masalah lain yang menyebabkan pembentukan jaringan parut pada otot jantung akibat serangan jantung sebelumnya.

Fibrilasi ventrikel kadang-kadang juga dapat diawali dengan denyut jantung yang sangat cepat yang dikenal dengan istilah takikardia ventrikel. Pemompaan jantung yang cepat, tetapi terus terjadi ini disebabkan oleh adanya arus listrik abnormal yang diawali di ventrikel. Sebagian besar kasus fibrilasi ventrikel terkait dengan adanya riwayat gangguan jantung sebelumnya.

Faktor Risiko 

Terdapat beberapa faktor yang juga dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami fibrilasi ventrikel, antara lain:

  • Riwayat pernah mengalami episode fibrilasi ventrikel sebelumnya.
  • Riwayat penyakit jantung sebelumnya.
  • Kelainan jantung bawaan.
  • Kelainan otot jantung (kardiomiopati).
  • Cedera yang berpotensi menimbulkan kerusakan otot jantung, seperti tersengat listrik.
  • Penggunaan obat-obatan terlarang, seperti kokain atau metamfetamin.
  • Ketidakseimbangan elektrolit dalam tubuh, seperti magnesium atau kalium.

Gejala

Pingsan atau kehilangan kesadaran adalah gejala fibrilasi ventrikel yang paling umum. Selain itu, pengidap kondisi ini juga akan berhenti bernapas atau terlihat megap-megap. Namun, sebelum terjadi penurunan kesadaran dan megap-megap, ventrikel fibrilasi dapat menimbulkan gejala awal, seperti: 

  • Sakit dada.
  • Detak jantung sangat cepat (takikardia).
  • Pusing.
  • Mual.
  • Sesak napas. 

Gejala awal ini dapat terjadi satu jam atau kurang sebelum pingsan atau kehilangan kesadaran terjadi. Di samping itu, perlu diingat bahwa fibrilasi ventrikel dapat menyebabkan henti jantung mendadak (SCA), yang memerlukan perhatian medis segera. Tanda-tanda henti jantung meliputi:

  • Hilangnya daya tanggap (tidak ada respons terhadap ketukan di bahu).
  • Tidak ada pernapasan normal (tidak bernapas atau hanya terengah-engah).

Maka dari itu, Jika kamu mencurigai seseorang terkena henti jantung berdasarkan gejala tersebut, segeralah mencari pertolongan medis darurat agar penanganan dapat segera dilakukan. 

Diagnosis

Fibrilasi ventrikel merupakan kondisi darurat yang perlu ditangani secepatnya.  Itulah mengapa mendeteksi fibrilasi ventrikel sedini mungkin sangat penting. Fibrilasi ventrikel bisa terdeteksi melalui pemeriksaan denyut nadi atau alat monitor jantung. Denyut jantung pengidap fibrilasi ventrikel tidak akan teraba dan pada hasil monitor jantung akan tampak adanya gerakan listrik jantung yang sangat cepat atau bahkan tidak bergerak sama sekali.

Tes tambahan mungkin juga perlu dilakukan untuk mengetahui apa yang menyebabkan fibrilasi ventrikel, antara lain:

  • Tes darah – untuk memeriksa kebocoran enzim jantung ke dalam darah yang disebabkan oleh kerusakan jantung akibat serangan jantung.
  • Elektrokardiogram (EKG) – untuk merekam dan memeriksa impuls listrik jantung. Jantung yang rusak akan menunjukkan impuls listrik yang tidak normal dan menandakan adanya serangan jantung.
  • Ekokardiogram – untuk mendapatkan gambaran jantung melalui gelombang suara.
  • Angiogram – untuk mengetahui jika terdapat sumbatan pada pembuluh darah yang menuju jantung (koroner) dengan cara menyuntikkan zat pewarna khusus ke dalam kateter yang dipasang dari kaki hingga jantung. Perjalanan zat tersebut di dalam pembuluh darah nantinya akan terlihat melalui X-ray.
  • X-ray dada – untuk mendapatkan gambaran jantung, ukuran, dan pembuluh-pembuluh darahnya.
  • CT scan atau MRI – untuk memeriksa jika terdapat gangguan lain pada jantung melalui gambaran jantung yang lebih jelas lagi.
  • Tes stres – di mana jantung akan dipantau ketika seseorang tengah berolahraga. 

Komplikasi 

Tanpa deteksi dan pengobatan sedari dini, fibrilasi ventrikel dapat mengancam keselamatan jiwa pengidapnya. Selain itu, kondisi detak jantung yang cepat dan tidak menentu menyebabkan jantung tiba-tiba berhenti memompa darah ke tubuh. Tekanan darah turun secara tiba-tiba dan signifikan. Semakin lama tubuh kekurangan darah, semakin besar pula risiko kerusakan otak dan organ lainnya.

Di samping itu, beberapa komplikasi lainnya juga dapat terjadi akibat fibrilasi ventrikel, yaitu:

  • Cedera iskemik pada sistem saraf pusat.
  • Kulit terbakar akibat prosedur defibrilasi.
  • Cedera akibat prosedur CPR. 

Pengobatan Fibrilasi Ventrikel

Jika dokter mendapati bahwa fibrilasi ventrikel yang dialami disebabkan oleh perubahan struktur jantung, dokter akan menyarankan untuk menjalani pengobatan atau prosedur medis untuk mengurangi risiko terjadinya fibrilasi ventrikel di masa mendatang. Misalnya, akibat jaringan parut setelah serangan jantung.

Beberapa pilihan pengobatan untuk mencegah berulangnya fibrilasi ventrikel:

1. Penggunaan Obat-Obatan

Dokter akan meresepkan berbagai obat antiaritmia yang bertujuan untuk mencegah timbulnya irama jantung yang tidak reguler. Salah satu golongan obat yang dapat diresepkan oleh dokter adalah beta bloker, yang umumnya digunakan pada individu yang berisiko mengalami fibrilasi ventrikel.

2. Implantasi Alat Defibrilator

Setelah kondisi pengidap stabil, dokter dapat merekomendasikan pemasangan alat defibrilator implan untuk memantau irama jantung. Jika irama jantung dinilai terlalu pelan, alat ini dapat mengirimkan sinyal listrik untuk memacu jantung.

3. Angioplasti Koroner dan Pemasangan Stent

Prosedur ini ditujukan untuk mengatasi penyakit jantung koroner yang berat. Tekniknya adalah dengan membuka pembuluh darah yang tersumbat guna melancarkan aliran darah ke otot jantung.

Pencegahan Fibrilasi Ventrikel

Kamu tidak dapat sepenuhnya mencegah fibrilasi ventrikel. Namun, ada beberapa kebiasaan hidup sehat yang dapat dilakukan guna menurunkan risiko dan keparahannya. Berikut adalah beberapa kebiasaan tersebut, antara lain: 

  • Mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi seimbang setiap harinya.
  • Jaga tubuh tetap aktif, seperti dengan berjalan kaki 30 menit per hari.
  • Jika kamu merokok, mulailah memikirkan cara untuk berhenti. Sebab, merokok dapat memengaruhi fleksibilitas arteri jantung dan kesehatan sel secara keseluruhan. Mempertahankan berat badan yang sehat, tekanan darah, dan kadar kolesterol juga dapat membantu mencegah masalah jantung, seperti fibrilasi ventrikel.

Selain itu, jika kamu memiliki anggota keluarga dekat, seperti orang tua, saudara kandung, atau anak dengan kondisi jantung bawaan, sebaiknya bicarakan pada dokter tentang skrining genetik. Mengidentifikasi masalah jantung bawaan sejak dini bisa membantu menentukan tindakan pencegahan sekaligus mengurangi risiko terjadinya komplikasi. 

Kapan Harus ke Dokter?

Apabila kamu atau orang lain di sekitarmu mengalami gejala fibrilasi ventrikel seperti kehilangan kesadaran, sebaiknya segeralah mencari bantuan medis darurat. Selain itu, segeralah memeriksakan diri ke dokter spesialis jantung jika kamu sering kali merasakan gangguan detak jantung. Contohnya seperti detak jantung yang sangat cepat, berdebar-debar, atau lambat. 

Melalui aplikasi Halodoc, kamu bisa membuat janji rumah sakit dengan dokter pilihanmu. Tentunya tanpa perlu mengantre atau menunggu berlama-lama. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, download Halodoc sekarang! 

Referensi:

Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Ventricular fibrillation – Symptoms and causes. 
Healthline. Diakses pada 2022. Ventricular Fibrillation. 
WebMD. Diakses pada 2022. Ventricular Fibrillation (V-fib).
Medical News Today. Diakses pada 2022. Ventricular fibrillation: Treatment, causes, and symptoms. Medine Plus.gov. Diakses pada 2022. Ventricular fibrillation. 
National Heart Foundation. Diakses pada 2022. Ventricular Fibrillation. 

Diperbarui pada 21 Maret 2022.