Fibroadenoma

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Fibroadenoma

Fibroadenoma adalah salah satu jenis tumor jinak paling umum pada payudara yang mudah bergeser saat disentuh. Walau begitu, tidak semua benjolan yang muncul pada payudara adalah tumor ini. Fibroadenoma memiliki bentuk yang padat dengan tekstur kenyal atau keras dan permukaannya terasa licin. Umumnya, ukuran fibroadenoma bisa membesar dan mengecil dengan sendirinya, serta memiliki ukuran yang cukup variatif.

Kebanyakan orang sulit membedakan antara fibrodenoma dengan tumor kanker payudara. Perbedaan kedua kelainan tersebut adalah pada fibroadenoma tidak membesar seiring berjalannya waktu dan tidak menyebar ke organ lain layaknya kanker payudara. Namun, bila terjadi pada masa kehamilan, ukuran fibroadenoma biasanya akan membesar.

Baca juga: Fibroadenoma Sebabkan Tumor pada Payudara, Bisakah Dialami Pria?

 

Faktor Risiko Fibroadenoma

Kebanyakan pengidap fibroadenoma adalah wanita dengan rentang usia antara 15-35 tahun. Walau begitu, tidak menutup kemungkinan wanita pada usia berapapun dapat mengidap penyakit ini.

 

Penyebab Fibroadenoma

Perkembangan fibroadenoma sering kali dikaitkan dengan hormon reproduksi, tapi penyebab utamanya masih belum diketahui secara pasti. Kata ahli, fibroadenoma muncul sebagai respons tidak normal dari tubuh wanita terhadap hormon estrogen. Ketika wanita berada dalam masa reproduksi, maka fibroadenoma ini lebih rentan untuk muncul.

Ukuran fibroanodema bisa membesar pada masa kehamilan atau saat seseorang sedang menjalani terapi pengganti hormon, dan akan mengecil kembali ketika tingkat hormon reproduksi menurun, misalnya setelah wanita memasuki masa menopause.

Fibroadenoma dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu:

  • Fibroadenoma kompleks: Fibroadenoma jenis ini disebabkan oleh pertumbuhan sel yang cepat (hiperplasia). Fibroadenoma kompleks dapat didiagnosis dengan analisis jaringan menggunakan mikroskop (biopsi).

  • Fibroadenoma besar: Jenis fibroadenoma ini dapat membesar hingga sekitar 5 sentimeter dan harus dilakukan pengangkatan karena benjolan dapat menekan jaringan payudara yang ada sekitarnya.

  • Fibroadenoma juvenile. Fibroadenoma jenis ini adalah yang paling umum ditemukan pada wanita dengan usia 10-18 tahun. Jenis ini dapat membesar. Namun, seiring berjalannya waktu akan menghilang dengan sendirinya.

  • Tumor phyllodes. Walaupun bersifat jinak, tumor phyllodes dapat juga berubah menjadi ganas sewaktu-waktu. Karena itu, dokter biasanya menyarankan untuk mengangkat tumor ini.

Baca juga: Perlukah Pengidap Fibroadenoma Lakukan Biopsi?

 

Gejala Fibroadenoma

Secara umum, gejala fibroadenoma adalah sebagai berikut:

  • Benjolan tidak terasa sakit.

  • Berbentuk bundar dengan tepi tumor yang jelas.

  • Mudah digerakkan ketika disentuh.

  • Benjolan bisa terasa kenyal atau agak keras.

Setiap orang bisa memiliki lebih satu fibroadenoma sekaligus dengan beragam ukuran. Namun, ada fibroadenoma dengan ukuran yang terlalu kecil (kurang lebih 8 sentimeter) untuk dirasakan memakai tangan. Fibrodenoma jenis ini hanya bisa terlihat melalui USG atau mammografi. Untuk itu, segera hubungi dokter jika mendeteksi adanya benjolan baru atau perubahan pada payudara.

 

Diagnosis Fibroadenoma

Selama pemeriksaan payudara klinis, dokter akan memeriksa benjolan di payudara. Beberapa fibroadenoma terlalu kecil untuk dirasakan, sehingga benjolan tersebut hanya bisa ditemukan dalam tes pencitraan. Namun, jika kamu memiliki benjolan yang dapat dirasakan atau teraba, dokter mungkin akan langsung merekomendasikan untuk melakukan tes tertentu, tergantung usia kamu dan karakteristik benjolan.

Berikut tes untuk mengevaluasi benjolan payudara:

  • Mamografi diagnostik. Pemeriksaan ini menggunakan sinar-X untuk menghasilkan gambar (mammogram) dari area yang mencurigakan di jaringan payudara pengidap.

  • Ultrasonografi payudara. Pemeriksaan ini menggunakan gelombang suara untuk menghasilkan gambar bagian dalam payudara. USG payudara ini biasanya dianjurkan untuk mengevaluasi benjolan payudara pada wanita yang memiliki jaringan payudara yang padat, atau wanita di bawah usia 30 tahun.

 

Komplikasi Fibroadenoma

Kebanyakan fibroadenoma tidak memengaruhi risiko seorang wanita mengalami kanker payudara. Namun, risiko kanker payudara akan meningkat jika kamu mengidap fibroadenoma kompleks atau tumor phyllodes.

 

Pengobatan Fibroadenoma

Umumnya, fibroadenoma tidak perlu pengobatan. Namun, biar lebih aman, beberapa pengidap memilih jalan operasi untuk menghilangkan benjolan fibroadenoma. Berdasarkan hasil pemeriksaan, berikut adalah penanganan yang biasa dilakukan oleh dokter untuk mengangkat fibroadenoma:

  • Lumpektomi, yaitu operasi yang dilakukan dengan cara memotong atau mengangkat benjolan fibroadenoma dari payudara.

  • Cryoablation, yaitu memasukkan alat tipis mirip tongkat ke benjolan fibroadenoma untuk menyemburkan gas yang akan membekukan jaringan.

Perlu diperhatikan bahwa meski telah diangkat, fibroadenoma masih bisa muncul kembali. Diperlukan pemeriksaan fisik dan tes biopsi untuk memastikan benjolan tersebut adalah fibroadenoma atau kanker. Meski begitu, benjolan fibroadenoma sebenarnya bisa mengecil atau menghilang dengan sendirinya. Selain itu, perlu diingat, operasi dapat mengubah bentuk payudara sesuai dengan kemunculan dari fibroadenoma itu sendiri. Oleh karena itu, pemeriksaan rutin tetap perlu dilakukan setelah melakukan pengangkatan fibroadenoma.

 

Pencegahan Fibroadenoma

Lakukan pemeriksaan sejak dini untuk menekan risiko negatif.

Baca juga: Wanita Harus Tahu, Ini Pencegahan dan Pengobatan Fibroadenoma

 

Kapan Harus Periksa ke Dokter?

Segera buat janji dengan dokter jika:

  • Merasakan benjolan payudara baru.

  • Menyadari adanya perubahan pada payudaramu.

  • Benjolan payudara yang kamu rasakan sebelumnya telah tumbuh atau berubah dan tampaknya terpisah dari jaringan payudara di sekitarnya.

Referensi:
Medical News Today. Diakses pada 2019. Fibroadenoma of the breast: Symptoms, treatment, and complications.
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Diagnosis and Treatment.

Diperbarui pada 22 November 2019