• Home
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Floaters

Floaters

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
floaters

Pengertian Floaters 

Floaters adalah bayangan benda kecil seperti titik atau garis yang dapat dilihat “mengambang” dan “melayang-layang” pada lapang area pandang di mata. Kemunculan bayangan ini bisa mengganggu kemampuan melihat. Namun, floaters sebenarnya umum terjadi dan jarang berbahaya. Meskipun, pada beberapa kasus, kondisi ini bisa muncul akibat komplikasi penyakit tertentu. 

Pada kondisi yang ringan dan tidak berbahaya, bayangan yang muncul biasanya berjumlah sedikit dan hanya muncul sesekali. Kondisi ini juga tidak bertambah parah serta tidak mengganggu penglihatan. Secara umum, ukuran bintik dan bayangan yang muncul bisa bervariasi, mulai dari ukuran kecil sampai titik besar atau bentuk benang yang panjang. 

Gejala Floaters

Kondisi ini ditandai dengan munculnya bintik atau bayangan pada penglihatan. Bentuk ini dapat berupa bintik hitam, untaian serupa benang, garis, dan sebagainya. Pada umumnya, kondisi ini tidak mengakibatkan rasa sakit serta tidak mengganggu penglihatan. Namun, ada beberapa gejala yang sebaiknya diwaspadai dan tidak dianggap sepele. 

Beberapa tanda yang perlu diwaspadai adalah adanya pertambahan atau perubahan mendadak floaters, terutama jika disertai nyeri, kilatan cahaya, dan gangguan lapang pandang. Jika terdapat tanda tersebut, sebaiknya segera berdiskusi ke dokter.

Penyebab Floaters

Floaters dapat timbul ketika vitreus (cairan serupa gel yang mengisi bola mata) berkurang, sehingga membentuk untaian kolagen. Untaian ini menimbulkan bayangan yang ditangkap oleh retina mata sebagai floaters. Dalam banyak kasus, floaters tidak berbahaya dan merupakan akibat dari proses penuaan. Floaters juga dapat muncul tanpa penyebab yang jelas.

Tapi, ada pula masalah serius yang menimbulkan floaters, seperti ablasio retina (retinal detachment), infeksi, peradangan (uveitis), perdarahan, dan luka pada mata. Floaters juga lebih umum ditemui pada mereka yang pernah menjalani operasi katarak, mengidap diabetes, dan miopia (rabun jauh).

Faktor Risiko Floaters

Kondisi berikut ini membuat risiko untuk mengalami bercak hitam di penglihatan menjadi lebih tinggi:

  • Usia di atas 50 tahun.
  • Rabun jauh (mata minus).
  • Cedera mata.
  • Komplikasi dari operasi katarak.
  • Retinopati diabetik.
  • Penyakit mata.

Diagnosis Floaters

Jika mengalami masalah floaters yang tidak biasa, sangat disarankan untuk menemui dokter spesialis mata. Jelaskanlah dengan lengkap mengenai gejala dan riwayat penyakit (khususnya, mata) agar memudahkan dokter untuk mendiagnosa. Jika dokter menemukan gejala yang cukup parah, khususnya yang berkaitan dengan retina (yang biasanya jarang terjadi), dokter akan melakukan beberapa tes, seperti:

  • Tes Fisik. Dokter akan melihat aktifitas retina melalui pupil dan memantau besar kecilnya saat terpapar cahaya. Jika tidak dapat didiagnosa secara langsung, dokter akan menggunakan cairan tetes mata untuk melebarkan pupil dan memudahkan dokter memeriksa kondisi Selain itu, dokter akan menggunakan alat bantu bernama slit lamp bersama dengan pencahayaan yang terang untuk memeriksa bagian dalam mata. Biasanya setelah melakukan tes dengan bantuan cairan tetes mata atau slit lamp, penglihatan akan merasa buram atau silau untuk beberapa jam. Disarankan untuk tidak mengemudi atau melakukan aktivitas diluar ruangan hingga rasa silau tersebut mereda.
  • Tes Tonometri. Jika diperlukan, tes tonometri atau tes memeriksa tekanan mata dapat dilakukan untuk melihat kemampuan dan kekuatan dari mata pengidap (tekanan intraokular).

Pengobatan dan Efek Samping Floaters

Floaters biasanya tidak memerlukan pengobatan khusus karena dapat menghilang dengan sendirinya. Namun, jika kadar floaters tersebut dirasa sangat mengganggu penglihatan, terdapat beberapa pilihan pengobatan yang biasa disarankan dokter, seperti:

Terapi Laser. Dokter akan mengarahkan sinar laser khusus pada badan kaca (vitreous humour) untuk menghancurkan floaters menjadi partikel yang lebih kecil, sehingga tidak mengganggu penglihatan. Terapi ini harus dilakukan dengan hati-hati, karena dapat merusak retina jika pengarahan laser tidak tepat.

Vitrektomi. Jika terapi laser tidak banyak membantu, operasi vitrektomi dapat menjadi pilihan bagi pengidap floaters. Operasi ini dilakukan dengan mengangkat badan kaca berikut butiran-butiran kecil yang mengambang dan menggantikannya dengan cairan garam steril. Sebelum melakukan operasi vitrektomi, disarankan untuk diskusi ke dokter terlebih dahulu guna mengetahui resiko dan efek samping yang terjadi.

Floaters pada umumnya tidak mengakibatkan komplikasi, namun resiko dapat meningkat saat pengidap mengambil langkah operasi vitrektomi, seperti:

  • Kerobekan dan pendarahan pada retina
  • Ablasio atau terlepasnya retina dari mata
  • Katarak

Pencegahan Floaters

Tidak ada cara untuk mencegah floaters yang disebabkan oleh proses penuaan. Tindakan yang dapat lakukan adalah menjaga kesehatan mata dan menjalani pemeriksaan mata rutin.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika keluarga atau kerabat mengalami gejala yang disebutkan di atas, sebaiknya segera diskusikan ke dokter. Penanganan yang tepat nyatanya dapat mengurangi akibat yang ditimbulkan dari kondisi ini. Kamu juga bisa menggunakan aplikasi Halodoc untuk berbicara dengan dokter melalui Video/Voice Call atau Chat. Sampaikan keluhan yang dialami dan dapatkan rekomendasi dari ahlinya. Ayo, download aplikasi Halodoc sekarang di App Store atau Google Play! 

Referensi: 
NHS UK. Diakses pada 2022. Floaters and Flashes in the Eyes. 
Cleveland Clinic. Diakses pada 2022. Eye Floaters & Flashes. 
Verywell Health. Diakses pada 2022. What Causeses Eye Floaters? 
Healthline. Diakses pada 2022. What Causes Eye Floaters?