Gagal Hati

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Gagal Hati

Gagal hati atau liver failure adalah keadaan dimana organ hati tidak bisa berfungsi kembali akibat mengalami kerusakan yang sangat luas. Perawatan medis secepatnya sangat diperlukan karena gagal hati bisa menyebabkan kematian.

 

Faktor Risiko Gagal Hati

Gagal hati bisa disebabkan oleh beberapa faktor risiko, yaitu:

  • Infeksi hepatitis;

  • Konsumsi alkohol; dan

  • Penggunaan jarum suntik.

 

Penyebab Gagal Hati

Penyebab yang paling sering ditemui pada gagal hati, yaitu:

  • Infeksi hepatitis B yang tidak diobati;

  • Infeksi hepatitis C yang tidak diobati;

  • Kebiasaan mengonsumsi alkohol dalam jangka panjang;

  • Perlemakan hati (fatty liver);

  • Keracunan zat yang mengandung metal;

  • Infeksi parasit, seperti schistosoma;

  • Kelainan genetik; dan

  • Di Indonesia, lebih dari 50 persen kasus gagal hati disebabkan karena infeksi hepatitis B.

 

Gejala Gagal Hati

Tidak ada gejala khusus yang terlihat pada kegagalan hati di tahap awal. Jika pun ada, gejalanya biasanya tidak khas, hanya berupa kondisi lebih cepat lelah atau nafsu makan berkurang. Seiring semakin banyak sel hepatosit yang rusak, gejalanya baru semakin jelas. Pada gagal hati tahap lanjut, gejala dapat sangat bervariasi, antara lain:

  • Badan terlihat kuning, air seni berwarna, seperti teh dan kulit sering gatal akibat gangguan metabolisme bilirubin.

  • Terjadinya pendarahan pada saluran pencernaan atau gusi berdarah dikarenakan hati tidak bisa memproduksi zat pembekuan darah.

  • Gangguan aliran darah yang menyebabkan pengidap gagal hati mengalami muntah darah, buang air besar hitam, ataupun tampak kelokan pembuluh darah di sekitar pusar.

  • Gejala tidak khas seperti mudah lelah, nafsu makan turun, tubuh semakin kurus, ataupun rambut rontok.

  • Beberapa bagian tubuh bengkak, seperti tungkai dan kaki. Hal ini dikarenakan hati tidak bisa memproduksi protein lagi.  

  • Sulit tidur, bicara meracau, bahkan dapat terjadi penurunan kesadaran karena racun amonia yang tidak bisa dinetralkan oleh hati.

  • Payudara membesar dan telapak tangan memerah karena penumpukan hormon estrogen.

Baca juga : Organ Hati Rusak, Apa Bahayanya Bagi Tubuh?

 

Diagnosis Gagal Hati

Diperlukan dokter untuk memeriksa adanya kondisi gagal hati, berikut ini beberapa pemeriksaan yang umumnya dilakukan:

  • Pemeriksaan fungsi hati, seperti SGOT dan SGPT dari darah.

  • Pemeriksaan hati melalui USG, CT scan, dan MRI untuk melihat bentuk hati, dan memeriksa apakah terbentuk jaringan parut atau tumor di hati.

  • Pada tahap lanjut, pengidap gagal hati juga dapat mengalami muntah darah atau buang air besar hitam akibat aliran darah yang terganggu. Bila kondisi ini terjadi, pemeriksaan endoskopi juga dibutuhkan untuk melihat adanya varises di pembuluh darah saluran pencernaan, khususnya di kerongkongan sebagai akibat dari gagal hati.

 

Pengobatan Gagal Hati

Jika diketahui sejak tahap awal, pengobatan bisa dilakukan dengan cara mengobati penyakit awal yang menyebabkan kondisi gagal hati. Seperti contohnya bila gagal hati disebabkan oleh infeksi hepatitis B atau hepatitis C, maka infeksi yang terjadi akibat penyakit hepatitis tersebut harus diobati terlebih dahulu. Jika gagal hati terjadi karena kebiasaan meminum alkohol, maka mengonsumsi alkohol seharusnya dihentikan.

Jika gagal hati baru diketahui ketika sudah ditahap lanjut, tidak banyak pengobatan yang bisa dilakukan. Pengobatan biasanya bertujuan untuk meredakan gejala yang muncul, tapi tidak bisa menyembuhkan. Sampai saat ini, satu-satunya pengobatan untuk menyembuhkan gagal hati adalah transplantasi hati. Terdapat beberapa efek samping atau komplikasi yang bisa ditimbulkan pada kegagalan fungsi hati, yaitu:

  • Perdarahan. Kurangnya jumlah faktor pembeku darah yang diproduksi oleh hati, menjadi penyebab terjadinya pendarahan. Pendarahan yang terjadi pada kasus gagal hati akut umumnya terjadi di saluran pencernaan.

  • Pembengkakan otak (cerebral edema) karena adanya penimbunan cairan di otak, sehingga terjadi peningkatan tekanan intrakranial, penekanan pada beberapa bagian otak, dan berkurangnya oksigen di dalam otak.

  • Gagal ginjal, khususnya jika disebabkan oleh overdosis parasetamol.

  • Infeksi. Pengidap gagal hati berisiko tinggi terkena infeksi, terutama infeksi di dalam darah, saluran pernapasan, dan saluran kemih.

Baca juga : Benarkah Penyembuhan Gagal Hati Hanya Transplantasi Hati?

 

Pencegahan Gagal Hati

Berikut ini beberapa cara yang dapat kamu lakukan untuk mengurangi risiko terkena gagal hati:

  • Menerapkan pola makan dan hidup sehat;

  • Menggunakan parasetamol sesuai dengan dosis yang dianjurkan.

  • Mengurangi mengonsumsi alkohol;

  • Tidak berbagi perlengkapan mandi dengan orang lain, misalnya sikat gigi dan pisau cukur;

  • Menjaga kebersihan diri, seperti mencuci tangan sebelum makan atau setelah dari kamar mandi;

  • Mendapatkan vaksin hepatitis atau immunoglobulin untuk mencegah hepatitis A atau B; dan

  • Tidak berbagi-pakai alat suntik, untuk menghindari penularan hepatitis B dan hepatitis C.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Bila kamu ada tanda-tanda dan gejala yang disebutkan di atas, segeralah temui dokter gigi dan konsultasikan. Tidak ada salahnya untuk memilih dokter atau rumah sakit yang sesuai dengan kebutuhan kamu langsung di Halodoc.

Baca juga : Suka Minum Alkohol, Benarkah Rentan Alami Gagal Hati?

Referensi:
emedicine.medscape.com (2019). Acute Liver Failure
www.medicalnewstoday.com (2019). Liver pain: Symptoms and causes