Gagap

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Gagap

Gagap adalah gangguan bicara yang ditandai dengan permasalahan pada kelancaran dan alur bicara pengidapnya. Umumnya, kondisi ini terjadi pada anak-anak dan merupakan fase normal dari proses belajar berbicara. Beberapa anak dapat melalui kondisi ini seiring pertumbuhan mereka, tetapi ada juga yang terus mengalaminya hingga usia dewasa.

Gagap juga bisa dialami oleh orang dewasa dan umumnya terjadi karena cedera kepala berat penyakit saraf yang progresif, atau stroke. Trauma psikologi dan pemberian obat-obatan yang kurang tepat juga diduga menyebabkan timbulnya gagap onset lambat pada dewasa.

Pengidap gagap mengalami kesulitan dalam mengucapkan apa yang ingin disampaikan, sehingga mereka memanjangkan atau mengulang suatu kata atau susunan kata saat bicara. Dalam kasus tertentu pengidap gagap bahkan kesulitan mengucapkan kata tertantu. Beberapa karakteristik dari pengidap gagap adalah:

  • Memanjangkan bunyi suatu kata, misalnya “pppppppppppappa”.

  • Pengulangan bunyi atau suku kata, misalnya “pa-pa-pa-papa” atau “a-a-a-a-pel”.

  • Memiliki jeda, atau menahan suatu kata atau kata yang tidak dapat diucapkan sama sekali.

 

Faktor Risiko Gagap

Beberapa hal juga diduga bisa tingkatkan risiko seseorang alami gagap, faktor tersebut antara lain: 

  • Jenis kelamin. Kasus gagap lebih banyak ditemui pada laki-laki dibandingkan perempuan.

  • Masa tumbuh kembang yang terhambat. Anak-anak yang pertumbuhannya bermasalah atau memiliki gangguan bicara lainnya memiliki risiko lebih besar untuk mengidap gagap.

  • Memiliki anggota keluarga dengan riwayat gagap.

  • Tekanan yang muncul dari keluarga termasuk harapan tinggi dari orangtua dapat memperburuk kondisi gagap yang diidap.

Baca juga: Tumbuhkan Percaya Diri pada Anak Pengidap Gagap

 

Penyebab Gagap

Berikut adalah penyebab gagap yang hinga berkembang menjadi kondisi permanen:

  • Gangguan pada kendali motorik berbicara, seperti pada koordinasi motorik dan sensorik organ berbicara, serta pengaturan tempo atau waktu.

  • Faktor memiliki kerabat yang mengidap gagap juga dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengidap kondisi ini. Kelainan genetik ini memengaruhi pusat bahasa di otak.

  • Kondisi kesehatan, misalnya sebagai akibat dari trauma, stroke, atau cedera pada otak,

  • Gangguan mental, seperti trauma emosional.

  • Dihadapkan kepada situasi yang penuh dengan tekanan, seperti berbicara di hadapan orang banyak juga dapat menyebabkan gangguan ini muncul.

Dalam kondisi tertentu, orang yang mengidap gagap bisa berbicara dengan baik dan lancar ketika mereka sedang berbicara sendiri, bernyanyi, atau berbicara secara serempak dengan orang lain. Gagap merupakan kondisi umum yang dapat muncul pada masa pertumbuhan anak dan bisa terus berlanjut hingga usia dewasa.

 

Gejala Gagap

Gagap dapat bertambah buruk ketika pengidap sedang dalam keadaan stres, tertekan, terburu-buru, senang, atau dalam keadaan canggung. Beberapa gejala gagap yang mungkin muncul, antara lain:

  • Memiliki kemampuan komunikasi yang terbatas dan kurang efektif.

  • Gelisah saat berbicara.

  • Mengedipkan mata dengan cepat.

  • Menghindari kontak mata.

  • Gemetar atau tremor pada rahang atau bibir.

  • Mengalami kesulitan mengucapkan suatu kata, suku kata, atau kalimat.

  • Mengalami ketegangan pada wajah atau tubuh bagian atas ketika mengeluarkan suatu kata.

  • Menahan atau memanjangkan suatu kata atau suara di dalam satu kata.

  • Mengulangi sebuah suku kata, suara, atau kata-kata.

  • Mengambil jeda diam atau berhenti untuk suatu suku kata tertentu atau di tengah-tengah kata.

  • Menyentakkan kepala.

  • Otot wajah yang berkedut.

  • Mengepalkan tangan.

Baca juga: Anak Gagap Jadi Korban Bully, Ini yang Harus Dilakukan

 

Pengobatan Gagap

Gagap sebaiknya mendapat penanganan dari dokter apabila:

  • Berlangsung lebih dari 6 bulan.

  • Berlangsung lebih sering atau terus berlanjut hingga anak beranjak dewasa.

  • Terjadi bersamaan dengan gangguan berbicara lainnya.

  • Disertai otot yang menegang atau kesulitan berbicara yang makin terlihat.

  • Menyebabkan gangguan emosional, berupa kegelisahan, ketakutan, dan menghindari situasi yang mengharuskan pengidapnya berbicara.

  • Memengaruhi komunikasi di sekolah, lingkungan kerja, atau dalam pergaulan.

  • Kondisi muncul saat berusia dewasa.

Untuk mengatasinya, terapi gagap dapat dilakukan. Terapi ini memiliki pendekatan dan tingkat efektivitas yang berbeda dan disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan pasien anak maupun dewasa. Terapi gagap memiliki efektivitas lebih tinggi pada pengidap yang usia lebih muda dibandingkan pada anak usia sekolah dan orang dewasa. Metode pendekatan yang dilakukan adalah:

  • Terapi bicara yang mengajarkan pasien untuk mengendalikan dan memperhatikan tempo atau cara berbicara mereka. Dengan terapi ini, pengidap dapat mengenali kapan mereka mulai gagap saat berbicara. Terapi dimulai dengan pasien berbicara dalam tempo sangat pelan hingga berangsur menemukan pola bicara orang normal dan percaya diri.

  • Terapi perilaku kognitif. Terapi ini membantu pasien untuk mengenali dan mengubah pola pikir yang bisa memperburuk gangguan bicara ini. Konseling psikologis ini juga akan membantu pasien memecahkan penyebab tersembunyi yang dapat berkaitan dengan gagap, seperti pemicu stres, gelisah, dan masalah kepercayaan diri.

  • Perangkat elektronik. Peralatan ini juga efektif untuk mengobati gagap dan digunakan seperti halnya sebuah alat bantu dengar, atau dalam bentuk aplikasi ponsel. Salah satu contoh alatnya adalah alat untuk mendapatkan umpan balik auditori lambat (delayed auditory feedback/DAF).  Alat ini memainkan kembali suara pasien seper sekian detik setelah berbicara. Selain itu, terdapat alat umpan balik auditori pengubah frekuensi (frequency-shifted auditory feedback/FSAF). Alat ini berfungsi memainkan kembali suara pengidap pada frekuensi yang lebih rendah atau lebih tinggi. Kombinasi dari kedua alat ini juga mungkin digunakan pada pengidap gagap. Beberapa peralatan lain juga digunakan tiap hari sepanjang waktu.

Terapi gagap bisa juga dilakukan di rumah oleh ahli terapi wicara atau sebagai bagian dari program intensif.

Baca juga: Perlu Tahu, Gagap Enggak Pengaruhi Kecerdasan Anak

 

Pencegahan Gagap

Berusaha tenang setiap hali akan berbicara. Kumpulkan rasa percaya diri, sehingga tak perlu merasa takut atau gugup saat bicara.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu atau anggota keluarga memiliki tanda dan gejala di atas, segeralah berbicara dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

 

Referensi:
American Speech-Language-Hearing Association. Diakses pada 2019. Stuttering.
NHS Choices UK. Diakses pada 2019. Stammering.
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Stuttering.
Healthline. Diakses pada 2019. Stuttering.

Diperbarui pada 5 September 2019