Gangguan Dismorfik Tubuh

Ditinjau oleh: dr. Fitrina Aprilia

Pengertian Gangguan Dismorfik Tubuh

Gangguan dismorfik tubuh adalah gangguan kejiwaan di mana kondisi pengidapnya memeiliki obsesi berlebihan terhadap bagian-bagian kecil dalam tubuh.

Baca juga: 3 Gangguan Kesehatan Gara-Gara Body Image

 

Faktor Risiko Gangguan Dismorfik Tubuh

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko body dysmorphic disorder, yaitu:

  • Memiliki anggota keluarga yang mengalami penyakit ini;

  • Pernah mengalami kejadian negatif, seperti dirundung semasa kecil/remaja;

  • Tekanan sosial, orang-orang mengharapkan kecantikan tertentu dari pengidap; dan

  • Terdapat gejala gangguan mental, seperti cemas atau depresi.

Baca juga: 5 Jenis Gangguan Makan yang Dianggap Aneh

 

Penyebab Gangguan Dismorfik Tubuh

Penyebab body dysmorphic disorder belum diketahui dengan jelas. Stigma gangguan jiwa berhubungan dengan penampilan dapat berupa depresi berat, gangguan obsesif-kompulsif, gangguan kecemasan menyeluruh, fobia tempat ramai, dan gangguan makan. Belum ada bukti bahwa penyakit ini diturunkan dari keluarga.

 

Gejala Gangguan Dismorfik Tubuh

Seseorang kemungkinan mengidap gangguan dismorfik tubuh, jika orang tersebut memiliki gejala berikut:

  • Menghabiskan banyak waktu untuk mengamati wajah dan tubuhnya di cermin

  • Jika terdapat bagian tubuh yang dianggapnya cacat atau tidak simetris, maka sang pengidap akan melakukan berbagai upaya untuk menutupi bagian tubuh yang dianggap cacat tersebut.

  • Sering kali bertanya ke orang lain mengenai bagian tubuh si pengidap untuk meyakinkan bahwa memang ada bagian tubuh yang tidak sempurna

  • Pikiran berlebihan terhadap tubuh membuat si pengidap mengalami gangguan konsentrasi dalam sekolah atau pekerjaan.

  • Melakukan operasi plastik atau berdiskusi ke dokter secara berulang-ulang untuk memperbaiki penampilannya

 

Diagnosis Gangguan Dismorfik Tubuh

Berikut ini adalah beberapa kriteria yang harus diperiksa oleh psikiater (dokter spesialis keseahatan jiwa) untuk menentukan apakah seseorang mengidap penyakit gangguan dismorfik tubuh atau tidak, yaitu:

  • Pengidapnya mengalami preokupasi (pikiran terus-menerus) mengenai kecacatan penampilannya, padahal sebenarnya tidak ada bagian tubuhnya yang cacat. Kalaupun ada, maka respons pengidapnya terlalu berlebihan.

  • Terjadi gangguan dalam aktivitas sehari-hari si pengidap, juga terjadi gangguan hubungan sosial antara si pengidap dengan orang lain di sekitarnya, serta gangguan dalam pekerjaan. Gangguan-gangguan tersebut disebabkan oleh preokupasi yang terjadi.

  • Tidak ada penyakit lain yang ditemukan pada pengidap yang dapat menyebabkan kelainan ini.

 

Pengobatan Gangguan Dismorfik Tubuh

Pengobatan gangguan dismorfik tubuh dilakukan oleh psikiater. Pengobatannya dengan psikoterapi dan obat-obatan. Psikoterapi dilakukan dengan melakukan konseling dan terapi suportif untuk menggali permasalahan yang mendasari gangguan yang dialami, mencari jalan keluar dari permasalahan, dan menolong pengidap untuk dapat meyakinkan dirinya bahwa tidak ada yang salah dengan bagian tubuhnya.

Sementara itu, pengobatan yang lazim digunakan sebagai penanganan dan untuk mengatasi gangguan dismorfik tubuh adalah memberikan obat antidepresan kepada sang pengidap.

Jika tidak ditangani dengan baik, gangguan dismorfik tubuh cenderung akan berdampak negatif seiring berjalannya waktu dan dapat berujung pada depresi atau kecemasan, bahkan pemikiran atau perilaku bunuh diri.

Selain beberapa komplikasi di atas,  dapat juga memicu beberapa kondisi berikut:

  • Gangguan pada kulit akibat kebiasaan mencubit kulit;

  • Gangguan makan;

  • Gangguan obsesif kompulsif;

  • Penyalahgunaan zat terlarang;

 

Pencegahan Gangguan Dismorfik Tubuh

Untuk melakukan pencegahan terhadap gangguan dismorfik tubuh bisa dengan mengajarkan atau memberikan sosialisasi dan menyakinkan seseorang untuk menerima bentuk tubuhnya secara apa adanya, meyakinkan bahwa tubuhnya sehat, dan memberikan motivasi untuk selalu berpikir positif terhadap bentuk tubuh dan kesehatan seseorang atau si pengidap.

Baca juga: 6 Alasan Berat Badan Turun Tanpa Sebab yang Perlu Diperhatikan

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika keluarga atau kerabat mengalami gejala yang disebutkan di atas, sebaiknya segera diskusikan ke dokter. Pilihlah dokter atau rumah sakit yang sesuai dengan kebutuhan dan dekat dengan tempat tinggal kamu melalui Halodoc.

Referensi:
WebMD ( Diakses tahun 2019). Body Dysmorphic Disorder
Adaa.org (Diakses tahun 2019). Body Dysmorphic Disorder (BDD)

Diperbarui pada 12 Agustus 2019