Gangguan Immunodefisiensi

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Gangguan Immunodefisiensi

Gangguan immunodefisiensi adalah gangguan yang membuat tubuh tak bisa melindungi diri dari bakteri, virus, dan parasit.

 

Faktor Risiko Gangguan Immunodefisiensi

Satu-satunya faktor risiko yang diketahui adalah memiliki riwayat keluarga gangguan defisiensi imun primer yang meningkatkan risiko seseorang mengalami kondisi tersebut. Jika seseorang memiliki jenis kondisi ini, sebaiknya mencari konseling genetik ketika berencana untuk memiliki keluarga.

Baca juga: Penyebab Gangguan Autoimun dan Cara Mencegahnya

 

Penyebab Gangguan Immunodefisiensi

Sistem kekebalan tubuh terbentuk dari jaringan limfoid pada tubuh, yang meliputi:

  • Sumsum tulang.

  • Kelenjar limfa.

  • Bagian limfa dan saluran pencernaan.

  • Timus.

  • Amandel.

  • Protein dan sel pada darah juga salah elemen dari sistem pertahanan tubuh manusia. 

Sistem imun bertugas melindungi tubuh dari zat berbahaya antigen. Contoh dari antigen ini anatara lain bakteri, virus, racun, sel kanker dan darah, atau jaringan asing dari orang atau spesies lain.

Saat sistem imun mendeteksi antigen, sistem akan merespons dengan menghasilkan protein yang disebut antibodi yang menghancurkan zat berbahaya. Respons sistem imun juga melibatkan proses fagositosis. Selama proses ini, sel-sel darah putih tertentu dapat menghancurkan bakteri dan zat asing lainnya. Protein komplemen pun turut membantu proses ini.

Gangguan imunodefisiensi dapat mempengaruhi bagian sistem imun. Sering kali, kondisi ini terjadi saat sel darah putih khusus atau limfosit T atau B (atau keduanya) tidak berfungsi dengan normal atau tubuh seseorang tidak menghasilkan cukup antibodi.

Gangguan imunodefisiensi turunan yang menyerang sel B meliputi:

  • Hypogammaglobulinemia, yang biasanya menyebabkan infeksi pernapasan atau pencernaan.

  • Agammaglobulinemia, yang sebabkan infeksi parah dan sering kali mematikan.

Gangguan immunodefisiensi turunan yang menyerang sel T biasanya menyebabkan infeksi Candida (jamur) berulang. Imunodefisiensi turunan yang dikombinasikan menyerang sel T dan sel B, sehingga bisa mematikan dalam tahun pertama jika tidak dilakukan perawatan secara dini.

Orang disebut imunosupresi apabila mereka memiliki gangguan imunodefisiensi akibat obat yang melemahkan sistem imun (seperti kortikosteroid). Kondisi ini juga merupakan efek samping dari kemoterapi untuk mengatasi kanker.

Immunodefisiensi yang diperoleh mungkin merupakan komplikasi dari beberapa penyakit seperti HIV/AIDS dan malnutrisi (terutama jika orang tersebut tidak mendapatkan protein yang cukup). Banyak kanker juga dapat menyebabkan imunodefisiensi.

Orang yang pernah melakukan pengangkatan limpa memiliki immunodefisiensi dan berisiko lebih tinggi untuk infeksi oleh bakteri tertentu, yang seharusnya limpa membantu melawan. Orang yang mengidap diabetes juga berisiko lebih tinggi untuk infeksi tertentu.

Dengan bertambahnya usia, sistem imun menjadi semakin kurang efektif. Jaringan sistem imun (terutama jaringan limfoid, seperti timus) menyusut dan jumlah serta aktivitas sel darah putih menurun.

Kondisi dan penyakit berikut dapat menyebabkan gangguan immunodefisiensi:

  • Ataxia-telangiectasia.

  • Defisiensi komplemen.

  • DiGeorge syndrome.

  • Hypogammaglobulinemia.

  • Job syndrome.

  • Defek adhesi leukosit.

  • Bruton disease.

  • Wiskott-Aldrich syndrome.

Baca juga: Awas, Sistem Imun Berkurang Seiring Bertambahnya Usia

 

Gejala Gangguan Immunodefisiensi

Gejala-gejala umum dari gangguan imunodefisiensi, meliputi:

  • Mata merah.

  • Infeksi sinus.

  • Pilek.

  • Diare.

  • Pneumonia.

  • Infeksi jamur.

Apabila masalah ini tidak merespons terhadap perawatan atau pengidap tidak sembuh total seiringnya waktu, dokter dapat melakukan tes untuk gangguan imunodefisiensi.

 

Diagnosis Gangguan Immunodefisiensi

Jika dokter menduga seseorang mungkin mengalami gangguan imunodefisiensi, dokter akan:

  • Menanyakan tentang riwayat medis.

  • Melakukan pemeriksaan fisik.

  • Menentukan jumlah sel darah putih.

  • Menentukan jumlah sel T.

  • Menentukan kadar imunoglobulin.

Vaksin dapat menguji respons sistem imun dengan tes antibodi. Dokter akan memberi vaksin, kemudian melakukan tes darah untuk melihat respons terhadap vaksin beberapa hari atau minggu kemudian.

Jika tidak memiliki gangguan imunodefisiensi, sistem imun akan menghasilkan antibodi untuk melawan organisme pada vaksin. Seseorang dapat memiliki gangguan jika tes darah tidak menunjukkan antibodi.

 

Pengobatan Gangguan Immunodefisiensi

Perawatan gangguan immunodefisiensi bisa berbeda pada setiap orang, tergantung pada kondisi tertentu. Contohnya, AIDS menyebabkan beberapa infeksi berbeda. Dokter akan memberikan obat untuk setiap infeksi. Seseorang juga dapat diberikan antiretroviral untuk mengatasi infeksi HIV jika memungkinkan.

Perawatan untuk gangguan penyakit ini biasanya meliputi antibiotik dan terapi imunoglobulin. Obat antiviral lain, yang bisa diberikan seperti amantadine dan acyclovir, atau obat yang disebut interferon digunakan untuk perawatan infeksi viral akibat gangguan imunodefisiensi.

Jika sumsum tulang seseorang tidak menghasilkan cukup limfosit, dokter dapat melakukan transplantasi sumsum tulang (stem cell). Jika gangguan immunodefisiensi dibiarkan, dapat menyebabkan daya tubuh mudah terinfeksi dan bahkan bisa berujung pada kematian.

Baca juga: Memahami Fungsi dari Tes Imunitas yang Harus Diketahui

 

Pencegahan Gangguan Immunodefisiensi

Karena gangguan kekebalan primer disebabkan oleh cacat genetik, tidak ada cara untuk mencegahnya. Namun, ketika seseorang atau anak memiliki sistem kekebalan yang melemah, maka dapat mengambil langkah-langkah untuk mencegah infeksi dengan melakukan kebersihan yang baik. Cuci tangan dengan sabun ringan setelah menggunakan toilet dan sebelum makan

 

Kapan Harus ke Dokter?

Bila ada tanda-tanda dan gejala yang disebutkan di atas, segeralah temui dokter untuk mendiskusikannya. 

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2019. Immunodeficiency Disorders
Web MD. Diakses pada 2019. What Are Immune Deficiency Disorders?
Medine Plus. Diakses pada 2019. Immunodeficiency Disorders

Diperbarui pada 5 September 2019