Gangguan Pendengaran

Pengertian Gangguan Pendengaran

Gangguan pendengaran adalah salah satu gangguan kesehatan yang umumnya disebabkan oleh faktor usia atau karena sering terpapar suara yang nyaring/keras. Pendengaran bisa dikatakan terganggu jika sinyal suara gagal mencapai otak.

Biasanya gangguan pendengaran berkembang secara bertahap, tapi hilangnya pendengaran bisa muncul tiba-tiba. Suara-suara yang memiliki tingkat kebisingan hingga 79 desibel masih bisa dikategorikan aman bagi telinga manusia.

Gejala Gangguan Pendengaran

  • Meminta orang lain untuk mengulang perkataannya.
  • Selalu kelelahan atau stres, karena harus berkonsentrasi saat mendengarkan.
  • Menarik diri dari pembicaraan.
  • Kesulitan mendengar dering telepon atau bel pintu.
  • Menghindari beberapa situasi sosial.
  • Kesulitan mendengarkan perkataan orang lain secara jelas, khususnya ketika berdiskusi dengan banyak orang atau dalam keramaian.
  • Kesulitan mendengarkan konsonan
  • Mendengarkan musik atau menonton televisi dengan volume suara lebih keras dari orang lain.
  • Kesulitan menentukan arah sumber suara.

Gejala-gejala gangguan pendengaran pada bayi dan anak-anak adalah:

  • Tidak kaget saat mendengar suara nyaring.
  • Untuk bayi di bawah 4 bulan, tidak menoleh ke arah sumber suara.
  • Tidak bisa menyebutkan satu kata pun saat berusia satu tahun.
  • Menyadari kehadiran seseorang ketika ia melihatnya, namun acuh saat dipanggil namanya.
  • Lambat saat belajar bicara atau tidak jelas ketika berbicara.
  • Menjawab tidak sesuai dengan pertanyaannya.
  • Sering berbicara dengan lantang atau menyetel volume TV keras-keras.
  • Memperhatikan orang lain untuk meniru sesuatu yang diperintahkan, karena ia tidak mendengar sesuatu yang diinstruksikan.

Penyebab Gangguan Pendengaran

Dua penyebab utama dari gangguan pendengaran adalah faktor usia dan suara nyaring. Kebanyakan orang mulai sedikit terganggu pendengarannya ketika memasuki usia 40 tahun. Gangguan pendengaran akibat usia juga dikenal dengan nama presbikusis.

Sedangkan paparan suara nyaring berkali-kali mampu merusak indera pendengaran. Suara nyaring seperti suara ledakan bisa membuat gangguan pendengaran muncul tiba-tiba, biasanya kondisi ini dikenal dengan istilah trauma akustik.

Jika dibedakan dari bagian telinga yang terganggu, ada dua jenis gangguan pendengaran yaitu:

Gangguan pendengaran sensorineural, disebabkan oleh kerusakan sel rambut sensitif yang ada di telinga bagian dalam atau rusaknya saraf pendengaran. Beberapa penyebab gangguan pendengaran sensorineural adalah:

  • Mengidap penyakit meniere, neuroma akustik, meningitis, ensefalitis, atau sklerosis multipel.
  • Faktor keturunan.
  • Cedera kepala.
  • Serangan stroke.
  • Kondisi autoimunitas.
  • Kelainan telinga.
  • Kemoterapi.
  • Obat-obatan antibiotik tertentu.
  • Radioterapi untuk kanker hidung.
  • Infeksi virus di telinga bagian dalam atau di saraf pendengaran.

Gangguan pendengaran konduktif biasanya terjadi saat gelombang suara tidak bisa masuk ke telinga bagian dalam. Penyebab gangguan pendengaran konduktif, adalah:

  • Gendang telinga pecah atau berlubang.
  • Otosklerosis.
  • Kolesteatoma.
  • Pembengkakan dinding atau disfungsi pada saluran atau tuba eustachius.
  • Rusaknya tulang pendengaran akibat trauma.
  • Kelainan telinga.
  • Masuknya benda asing ke dalam telinga.

Pengobatan Gangguan Pendengaran

  • Implan koklea, yakni alat bantu mendengar yang ditanam di bawah kulit di belakang telinga penderita.
  • Membersihkan kotoran yang menyumbat telinga.
  • Auditory Brainstem Implant, yaitu alat bantu pendengaran yang mengubah suara yang ditangkapnya menjadi sinyal elektrik dan menghantarkannya ke otak penderita.
  • Alat bantu dengar, bisa menolong penderita dengan membuat suara menjadi lebih kuat dan mudah didengar penderita.
  • Pembedahan, langkah ini mungkin akan dilakukan jika pengidap mengalami cedera telinga atau infeksi kambuhan.
  • Mempelajari bahasa isyarat dan membaca bibir.

Pencegahan Gangguan Pendengaran

  • Jangan memasukkan benda ke dalam telinga anak-anak termasuk jari, cotton bud, kapas, dan tisu.
  • Menguji indera pendengaran secara berkala jika sering terpapar suara nyaring saat bekerja.
  • Menghindari kegiatan yang berisiko mencederai indera pendengaran seperti berburu dengan senapan, mendengarkan musik terlalu keras.
  • Lindungi telinga saat berada di lingkungan yang berisik.
  • Gunakan headphone yang bisa menahan masuknya suara luar, sehingga volume tidak perlu terlalu besar.
  • Segera ke dokter bila mengalami gejala-gejala infeksi telinga atau penyakit meniere (telinga berdenging) agar penyakit ini tidak berkembang menjadi kehilangan pendengaran.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu atau anggota keluarga memiliki tanda dan gejala di atas, segeralah berbicara dengan dokter guna mendapat penanganan yang tepat.