Ginekomastia

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Ginekomastia

Ginekomastia adalah membesarnya jaringan payudara pada pria yang disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon. Kendati demikian, ginekomastioa tidak bersifat kanker dan sebagian besar kondisi tersebut bisa membaik dengan sendirinya. Ginekomastia dapat terjadi pada satu maupun kedua payudara. Bayi yang baru lahir, anak laki-laki yang mengalami masa pubertas, dan lansia berisiko mengalami pembesaran payudara ini.

 

Faktor Risiko Ginekomastia

Beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko seorang pria mengalami ginekomastia, antara lain:

  • Usia. Ginekomastia bisa dialami oleh bayi, anak remaja yang memasuki masa pubertas, dan pria lansia. Ginekomastia pada bayi baru lahir dapat dipicu oleh hormon estrogen yang dimiliki sang ibu dan biasanya akan menghilang dalam waktu 4 minggu setelah bayi lahir. Sementara itu, pada kebanyakan remaja laki-laki yang mengalami ginekomastia, jaringan payudara yang membesar ini bisa kembali normal dengan sendirinya dalam waktu 6 bulan hingga 2 tahun. Namun, kelompok usia yang paling rentan mengalami ginekomastia adalah usia 50-80 tahun dan terjadi pada 1 dari 4 laki-laki.

  • Konsumsi steroid, obat anticemas, antidepresan, pengobatan penyakit jantung, pengobatan HIV, kemoterapi, dan antibiotik tertentu dapat menyebabkan ginekomastia. Penggunaan obat-obatan terlarang seperti merokok mariyuana, dan konsumsi minuman beralkohol juga dapat menjadi penyebab ginekomastia. Begitu juga dengan penggunaan produk-produk herbal tertentu seperti minyak lavender. 

  • Memiliki kondisi kesehatan tertentu, seperti penyakit hati dan ginjal, penyakit tiroid, tumor aktif, dan sindrom Klinefelter. Kondisi kesehatan lain yang juga dapat mengganggu kadar hormon normal yang menyebabkan ginekomastia, yaitu gagal ginjal, gangguan pada organ hati, dan berbagai tumor (testis, kelenjar adrenal, dan kelenjar pituitari). Penyakit hipogonadisme, hipertiroidisme, penuaan, malnutrisi, dan kelaparan juga bisa menjadi penyebab ginekomastia.

 

Penyebab Ginekomastia

Ginekomastia dipicu oleh penurunan jumlah hormon tertentu dibandingkan dengan estrogen, sehingga kedua hormon tersebut menjadi tidak seimbang di dalam tubuh.

Baca juga: Sering Konsumsi Minol Sebabkan Ginekomastia, Kok Bisa?

 

Gejala Ginekomastia

Ginekomastia bisa diketahui dari gejala khasnya berupa pembengkakan dan payudara terasa terlalu lunak. Bisa juga muncul rasa sakit pada satu atau kedua payudara, serta keluarnya cairan dari satu atau kedua puting.

 

Diagnosis Ginekomastia

Dokter pertama-tama akan bertanya pada pengidap tentang obat-obatan yang pernah dan masih dikonsumsi, serta riwayat kondisi kesehatan keluarga. Setelah itu, dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik, termasuk evaluasi saksama terhadap jaringan payudara, perut, dan alat kelamin pengidap. Beberapa pemeriksaan awal yang akan dilakukan untuk mendiagnosis penyebab ginekomastia adalah tes darah dan mammogram. Pengidap mungkin juga perlu menjalani pemeriksaan lanjutan tergantung hasil tes awal tersebut, yang meliputi CT scan, MRI, ultrasonik testis, dan biopsi jaringan.

 

Komplikasi Ginekomastia

Selain memengaruhi kondisi fisik, ginekomastia juga bisa menyebabkan masalah psikologis atau emosional akibat penampilan payudara yang tidak normal.

 

Pengobatan Ginekomastia

Penanganan ginekomastia pada tiap pengidap bisa berbeda-beda tergantung pada penyebab di balik kondisi tersebut. Ginekomastia yang disebabkan oleh perubahan hormon secara alami biasanya dapat membaik seiring berjalannya waktu. Dokter akan tetap menjadwalkan evaluasi rutin tiap 3-6 bulan untuk mengamati perkembangan kondisi pada pasien. Dokter kemudian akan memberikan perawatan yang sesuai bagi kondisi pengidap bila ternyata ginekomastia tidak membaik atau untuk menghindari trauma psikologis akibat pengaruh kondisi ini pada penampilan fisik pengidap.

Penanganan ginekomastia yang dianggap dapat mengganggu penampilan pengidap adalah prosedur liposuction dan mastektomi. Liposuction akan mengangkat lemak yang terdapat pada jaringan payudara, sementara mastektomi adalah prosedur yang dilakukan untuk mengangkat kelenjar jaringan payudara yang terjangkit melalui prosedur endoskopi.

Baca juga: Sudah Operasi, Bisakah Payudara Pria Mengempis?

 

Pencegahan Ginekomastia

Ginekomastia dapat dicegah dengan menjalani pola hidup sehat yang akan berpengaruh kepada keseimbangan hormon. Menghindari beberapa faktor risiko, seperti tidak menggunakan zat atau obat terlarang, tidak mengonsumsi minuman beralkohol secara berlebih juga dapat membantu mengurangi risiko ginekomastia.

Baca juga: Apakah Ada Cara Lain untuk Mengatasi Ginekomastia Selain Operasi?

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu atau anggota keluarga memiliki tanda dan gejala di atas, segeralah berbicara dengan dokter guna mendapat penanganan yang tepat.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Enlarged breasts in men (gynecomastia).
NCBI. Diakses pada 2019. Gynecomastia: Clinical evaluation and management.

Diperbarui pada 22 November 2019.