Ginekomastia

Pengertian Ginekomastia

Ginekomastia adalah terjadinya peningkatan ukuran payudara pada pria. Peningkatan payudara yang terjadi tidak bersifat kanker dan sebagian besar merupakan kondisi yang bisa membaik dengan sendirinya. Ginekomastia dapat terjadi pada bayi yang baru lahir, pada masa pubertas, dan lansia, serta dapat terjadi pada satu maupun kedua payudara.

Gejala Ginekomastia

Gejala kondisi ginekomastia meliputi pembengkakan dan payudara terasa terlalu lunak. Dapat pula terasa sakit pada satu atau kedua payudara dan keluarnya cairan dari satu atau kedua puting.

Penyebab Ginekomastia

Kondisi ginekomastia ini muncul karena ketidakseimbangan antara jumlah hormon estrogen dan testosteron yang diproduksi oleh tubuh. Selain itu, obat anticemas, antidepresan, steroid, pengobatan penyakit jantung (seperti digoksin dan penghambat kanal kalsium), pengobatan HIV, kemoterapi, dan antibiotik tertentu dapat menyebabkan ginekomastia. Penggunaan amphetamines, methadone, steroid, heroin, merokok mariyuana, dan konsumsi minuman beralkohol juga dapat menjadi penyebab.

Kondisi kesehatan lain dapat mengganggu kadar hormon normal yang menyebabkan ginekomastia, yaitu gagal ginjal, gangguan pada organ hati, dan berbagai tumor (testis, kelenjar adrenal, dan kelenjar pituitari). Penyakit hipogonadisme, hipertiroidisme, penuaan, malanutrisi, dan kelaparan juga bisa menjadi penyebab ginekomastia. Begitu pula dengan penggunaan produk-produk herba, seperti minyak lavender dan tea tree.

Perubahan hormon penyebab ginekomastia juga bisa dialami oleh bayi, anak remaja ketika memasuki masa pubertas, dan pria dewasa. Kelompok usia yang paling rentan adalah usia 50-80 tahun dan terjadi pada 1 dari 4 laki-laki. Sementara itu, bagi sebagian besar remaja laki-laki yang mengalami ginekomastia, jaringan payudara yang membengkak ini akan menghilang dan membaik dengan sendirinya dalam periode 6 bulan hingga 2 tahun. Ginekomastia pada bayi baru lahir dapat dipicu oleh hormon estrogen ibu mereka dan akan menghilang dalam periode 4 minggu setelah bayi lahir.

Pengobatan Ginekomastia

Penanganan ginekomastia berbeda-beda sesuai dengan penyebab ginekomastia itu sendiri yang muncul akibat penyakit sirosis, malanutrisi, dan hipogonadisme. Kondisi ginekomastia yang disebabkan oleh perubahan hormon alami biasanya dapat membaik seiring berjalannya waktu. Dokter akan tetap menjadwalkan evaluasi rutin tiap 3-6 bulan untuk mengamati perkembangan kondisi ini pada pasien. Dokter kemudian akan merekomendasikan perawatan yang sesuai bagi kondisi yang ternyata tidak membaik atau untuk menghindari trauma psikologis akibat pengaruh kondisi ini pada penampilan fisik pasien.

Penanganan ginekomastia yang dianggap mengganggu penampilan pasien adalah dengan prosedur liposuction dan mastektomi. Liposuction akan mengangkat lemak yang terdapat pada jaringan payudara, sementara mastektomi adalah prosedur yang dilakukan untuk mengangkat kelenjar jaringan payudara yang terjangkit melalui prosedur endoskopi.

Pencegahan Ginekomastia

Ginekomastia dapat dicegah dengan memulai dan menjalani pola hidup sehat yang akan berpengaruh kepada keseimbangan hormon. Menghindari beberapa faktor risiko, seperti tidak menggunakan zat atau obat terlarang, konsumsi minuman beralkohol berlebih dapat membantu mengurangi risiko ginekomastia.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu atau anggota keluarga memiliki tanda dan gejala di atas, segeralah berbicara dengan dokter guna mendapat penanganan yang tepat.