• Home
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Ginekomastia

Ginekomastia

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
ginekomastia

Pengertian Ginekomastia

Ginekomastia adalah kondisi yang menyebabkan terjadi pembesaran pada jaringan payudara pada pria. Masalah ini dapat disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon testosteron dan estrogen. Kendati demikian, ginekomastia tidak bersifat kanker dan sebagian besar kondisi tersebut bisa membaik dengan sendirinya. Ginekomastia dapat terjadi pada satu maupun kedua payudara. 

Bayi yang baru lahir, anak laki-laki yang mengalami masa pubertas, dan lansia berisiko mengalami pembesaran payudara ini. Kelainan ini bukan termasuk masalah yang serius, tetapi bisa sulit ditangani. Seseorang dengan gangguan ini dapat mengalami nyeri pada payudaranya. Meski begitu, ginekomastia dapat hilang dengan sendirinya.

Penyebab Ginekomastia

Diketahui jika penyebab dari ginekomastia adalah ketidakseimbangan antara hormon estrogen dan androgen. Umumnya, tubuh pria menghasilkan estrogen, hormon yang mengontrol pertumbuhan payudara dalam jumlah kecil. Jika tubuh memproduksi terlalu banyak estrogen atau testosteronnya terlalu rendah, maka payudara pria dapat membesar.

Namun, pada seseorang dengan obesitas, terjadinya pembesaran payudara akibat jaringan lemak berlebih. Kondisi ini disebut juga dengan pseudoginekomastia. Hal ini berbeda dengan ginekomastia yang tumbuhnya payudara akibat jaringan kelenjar.

Faktor Risiko Ginekomastia

Ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko seorang pria mengalami gangguan terkait pembesaran pada payudara ini, antara lain:

  • Usia. Gangguan ini bisa dialami oleh semua pria tanpa terpaut usia. Pada bayi baru lahir, ginekomastia dapat dipicu oleh hormon estrogen yang dimiliki sang ibu dan biasanya akan menghilang dalam waktu 4 minggu setelah bayi lahir. 

Sementara itu, pada kebanyakan remaja laki-laki yang mengalami ginekomastia, jaringan payudara yang membesar ini bisa kembali normal dengan sendirinya dalam waktu 6 bulan hingga 2 tahun. Namun, kelompok usia yang paling rentan mengalami ginekomastia adalah usia 50-80 tahun dan terjadi pada 1 dari 4 laki-laki.

  • Pengobatan tertentu. Diketahui jika konsumsi steroid, obat anticemas, antidepresan, pengobatan penyakit jantung, pengobatan HIV, kemoterapi, dan antibiotik tertentu dapat menyebabkan ginekomastia. Selain itu, penggunaan obat-obatan terlarang seperti merokok mariyuana, dan konsumsi minuman beralkohol juga dapat menjadi penyebab ginekomastia.
  • Memiliki kondisi kesehatan tertentu. Beberapa kondisi kesehatan seperti penyakit hati dan ginjal, penyakit tiroid, tumor aktif, dan sindrom Klinefelter dapat meningkatkan risiko terjadinya ginekomastia. Kondisi kesehatan lain yang dapat mengganggu kadar hormon normal juga dapat menyebabkan kelainan ini, yaitu gagal ginjal, gangguan pada organ hati, dan berbagai tumor (testis, kelenjar adrenal, dan kelenjar pituitari). Selain itu, penyakit hipogonadisme, hipertiroidisme, penuaan, malnutrisi, dan kelaparan juga bisa menjadi penyebab ginekomastia.

 

Gejala Ginekomastia

Gejala paling awal saat mengalami ginekomastia adalah adanya benjolan jaringan lemak di bawah puting susu. Terkadang, benjolan ini terasa lunak atau bahkan sakit. Bahkan payudara sering menjadi besar secara tidak merata. Hal ini terlihat jika salah satu bagian yang lebih besar dibandingkan lainnya.

Beberapa pria khawatir jika dirinya mengidap kanker payudara. Sebab, memang pria memiliki risiko kecil untuk alami masalah ini. Untuk hal tersebut, dokter perlu memastikan masalah yang terjadi agar tindakan selanjutnya bisa dilakukan. Pastikan untuk segera menemui dokter jika kamu mengalami payudara bengkak, terasa nyeri, atau keluar cairan dari putingnya.

 

Diagnosis Ginekomastia

Dokter pertama-tama akan bertanya tentang obat-obatan yang pernah dan masih dikonsumsi, serta riwayat kondisi kesehatan keluarga. Setelah itu, dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik, termasuk evaluasi terhadap jaringan payudara, perut, dan alat kelamin pengidap. 

Beberapa pemeriksaan awal yang akan dilakukan untuk mendiagnosis penyebab ginekomastia adalah:

  • Tes darah.
  • Mammogram. 

Selain itu, pengidap gangguan ini mungkin juga perlu menjalani pemeriksaan lanjutan tergantung hasil tes awal tersebut, yang meliputi:

  • CT scan.
  • MRI.
  • USG testis
  • Biopsi jaringan.

 

Pengobatan Ginekomastia

Penanganan ginekomastia pada tiap orang bisa berbeda-beda tergantung pada penyebabnya. Ginekomastia yang disebabkan oleh perubahan hormon secara alami biasanya dapat membaik seiring berjalannya waktu. Dokter akan tetap menjadwalkan evaluasi rutin tiap 3-6 bulan untuk mengamati perkembangan kondisi yang ada. 

Tindakan perawatan umumnya dilakukan jika payudara terus bertumbuh. Beberapa tindakan yang direkomendasikan adalah:

  • Konsumsi obat. Minum obat dapat menyesuaikan ketidakseimbangan hormon.
  • Tindakan medis. Prosedur medis berupa liposuction dan mastektomi dapat mengatasi kelebihan jaringan di dada. Liposuction dapat mengangkat lemak yang terdapat pada jaringan payudara, sementara mastektomi adalah prosedur yang dilakukan untuk mengangkat kelenjar jaringan payudara yang terjangkit melalui prosedur endoskopi.

Dokter dapat memberikan perawatan yang sesuai dengan kondisi yang ada. Hal ini dilakukan bila ternyata ginekomastia tidak membaik atau untuk menghindari trauma psikologis akibat pengaruh kondisi ini pada penampilan fisik pengidap.

 

Komplikasi Ginekomastia

Selain memengaruhi kondisi fisik, ginekomastia yang terjadi pada pria juga bisa menyebabkan masalah psikologis atau emosional. Hal ini akibat penampilan payudara yang tidak normal, sehingga menimbulkan perasaan malu, cemas, hingga tertekan.

Pastikan untuk mendapatkan penanganan profesional kesehatan mental segera untuk mengelola perasaan yang dialami. Selain itu, coba juga temui dokter untuk bertanya terkait tindakan yang bisa dilakukan pada pembesaran payudara ini. Minta juga dukungan dari keluarga dan teman dekat untuk mendapatkan dukungan emosional.

Pencegahan Ginekomastia

Ginekomastia dapat dicegah dengan menjalani pola hidup sehat yang akan berpengaruh kepada keseimbangan hormon. Menghindari beberapa faktor risiko, seperti tidak menggunakan zat atau obat terlarang, tidak mengonsumsi minuman beralkohol secara berlebih, atau mengganti obat yang berisiko menyebabkan pembesaran payudara.

Pastikan untuk memeriksa daftar obat yang dikonsumsi dengan dokter. Jika salah satu obat dapat menyebabkan ginekomastia, cobalah untuk meminta jenis obat lainnya sebagai alternatif. Dengan begitu, pembesaran payudara pada pria ini dapat dihindari.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu atau anggota keluarga memiliki tanda dan gejala dari ginekomastia, terutama pembengkakan pada dada, perasaan nyeri di area tersebut, hingga keluarnya cairan dari puting. Segeralah berbicara dengan dokter guna mendapat penanganan yang tepat. Dengan begitu, ukuran dada tidak terus membesar setelahnya.

Kamu juga bisa melakukan pemeriksaan kesehatan terkait ginekomastia di beberapa rumah sakit rekanan Halodoc. Cukup dengan download aplikasi Halodoc, segala kemudahan dalam akses kesehatan bisa didapatkan hanya melalui penggunaan smartphone. Maka dari itu, segera gunakan aplikasinya sekarang juga!

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Enlarged breasts in men (gynecomastia).
NCBI. Diakses pada 2022. Gynecomastia: Clinical evaluation and management.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2022. Enlarged Male Breast Tissue (Gynecomastia).
NHS. Diakses pada 2022. What is gynaecomastia?
Johns Hopkins Medicine. Diakses pada 2022. Gynecomastia.

Diperbarui pada 23 April 2022.