• Home
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Ginjal Polikistik

Ginjal Polikistik

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Ginjal Polikistik

Pengertian Ginjal Polikistik

Penyakit ginjal polikistik atau polycystic kidney disease (PKD) adalah masalah kesehatan yang ditandai dengan munculnya banyak kista pada ginjal. Penyakit ini umumnya terjadi karena kelainan genetik. Penyakit ginjal polikistik merupakan salah satu gangguan ginjal yang berkembang perlahan dalam jangka waktu yang lama. 

Munculnya kista dalam jumlah banyak pada ginjal dapat mengakibatkan perubahan maupun fungsi terhadap organ tersebut. Tak hanya menyebabkan fungsi ginjal terganggu, penyakit ginjal polikistik juga dapat mengakibatkan komplikasi berupa munculnya kista pada bagian tubuh lain, termasuk organ hati.

Penyebab Penyakit Ginjal Polikistik

Biasanya, penyakit ini muncul karena kecacatan atau kelainan gen yang diturunkan dari orangtua ke anak. Berdasarkan kelainan genetiknya, penyakit ginjal polikistik terbagi menjadi dua jenis, yaitu:

  • Autosomal Recessive Polycystic Kidney Disease (ARPKD)

Jenis penyakit ginjal polikistik ini telah menunjukkan gejala sejak pengidap masih berusia anak-anak atau bahkan sejak masih berada di dalam kandungan. Apabila kedua orangtua memiliki ARPKD, maka setiap anak memiliki risiko sebesar 25 persen untuk mengalami kondisi serupa. 

  • Autosomal Dominant Polycystic Kidney Disease (ADPKD)

Jenis ini merupakan jenis penyakit ginjal polikistik yang paling umum ditemui. Gejalanya biasanya akan muncul memasuki usia dewasa, yaitu antara 30 hingga 40 tahun. Apabila salah satu orangtua mengidap ADPKD, maka setiap anak akan memiliki risiko sebesar 50 persen untuk mengalami kondisi serupa. 

Tak hanya karena keturunan, perubahan atau mutasi gen juga bisa mengakibatkan terjadinya penyakit ginjal polikistik. Tipe ini dikenal dengan Acquired Cystic Kidney Disease atau ACKD. Jenis penyakit ginjal ini bisa dibilang jarang terjadi dan umumnya muncul pada pengidap gagal ginjal. 

Gejala Penyakit Ginjal Polikistik

Tanda dan gejala penyakit ginjal polikistik biasanya baru terlihat saat kista telah bertumbuh cukup besar. Inilah mengapa, tidak semua pengidap masalah kesehatan ini menunjukkan adanya gejala ketika awal mula terbentuknya kista. 

Beberapa gejala yang bisa terjadi saat seseorang mengalami penyakit ginjal polikistik, yaitu:

  • Menjadi sering buang air kecil.
  • Mengalami hematuria atau urine yang mengandung darah.
  • Nyeri pada punggung bagian bawah.
  • Ukuran perut tampak membesar.
  • Mengalami sakit perut.
  • Muncul batu ginjal.
  • Tekanan darah tinggi.
  • Mengalami infeksi saluran kemih. 

Selain gejala yang berkaitan dengan ginjal, tanda lain yang dapat terlihat pada pengidap penyakit ginjal polikistik, yaitu: 

  • Sakit kepala.
  • Tubuh lemas.
  • Kulit menjadi pucat dan mudah memar.
  • Kelainan pada kuku.
  • Nyeri sendi.

Terkadang, gejala penyakit ginjal polikistik sudah dapat terdeteksi sejak bayi masih berada dalam kandungan. Gejalanya berupa pembesaran pada ginjal, cairan ketuban lebih sedikit, dan ukuran janin tidak sesuai dengan usia kehamilan ibu. 

Diagnosis 

Oleh karena merupakan penyakit keturunan, dokter akan melakukan pengamatan terhadap riwayat kesehatan keluarga pengidap. Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, pemeriksaan urine, dan pemeriksaan darah. 

Guna memastikan diagnosis sekaligus menentukan bentuk penyakit ginjal polikistik yang terjadi pada pengidap, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan pemindaian, seperti CT scan, rontgen, dan USG. 

Pengobatan 

Pengobatan penyakit ginjal polikistik bertujuan untuk membantu meringankan gejala dan mencegah terjadinya komplikasi. Menjaga kesehatan ginjal dengan memastikan tekanan darah tetap stabil dan normal menjadi upaya terbaik untuk mengatasi penyakit ginjal polikistik. Cara lain yang dapat dilakukan, yaitu: 

  • Menjaga Pola Makan

Menjaga pola makan tetap teratur dapat membantu mengontrol tekanan darah sekaligus menjaga kesehatan ginjal. Pola makan yang direkomendasikan adalah diet DASH, yaitu mengurangi asupan makanan tinggi garam dan meningkatkan asupan serat, seperti sayur, buah, dan biji-bijian. 

Pengidap penyakit ginjal polikistik juga wajib memenuhi asupan cairan harian dengan mengonsumsi air putih dan membatasi asupan kafein dan alkohol. 

  • Mengonsumsi Obat Tekanan Darah

Obat untuk hipertensi, seperti ACE inhibitor dan ARB bisa dipakai apabila perubahan pola makan dan gaya hidup tidak berhasil membantu menurunkan tekanan darah. Sebab, kondisi tekanan darah yang stabil membuat komplikasi gagal ginjal bisa dicegah. 

Selain itu, dokter dapat meresepkan obat lain apabila muncul penyakit yang menyertai penyakit ginjal polikistik, seperti antibiotik apabila terjadi infeksi saluran kemih atau pereda nyeri seperti parasetamol. Hingga kini, belum ada obat yang dapat menyembuhkan penyakit ginjal polikistik secara pasti. Pengobatan hanya dilakukan untuk membantu mencegah terjadinya komplikasi. 

Komplikasi 

Komplikasi yang dapat terjadi karena penyakit ginjal polikistik seiring bertambahnya jumlah dan ukuran kista, yaitu:

  • Gagal Ginjal.
  • Menyebarnya kista ke organ hati, pankreas, hingga testis.
  • Kista pecah.
  • Aneurisma otak.
  • Komplikasi kehamilan.
  • Divertikulitis.
  • Gangguan hati.
  • Katarak.
  • Masalah kesehatan pada jantung.

Adapun gagal ginjal menjadi jenis komplikasi penyakit ginjal polikistik yang paling sering terjadi. Apabila mengalaminya, pengidap perlu menjalani terapi pengganti ginjal, seperti cuci darah atau transplantasi ginjal. 

Pencegahan 

Menjadi hal yang cukup sulit untuk mencegah terjadinya penyakit ginjal polikistik. Sebab, masalah kesehatan ini terjadi karena faktor genetik dan keturunan. Upaya pencegahan lebih mengarah pada mencegah sekaligus menurunkan risiko terjadinya komplikasi. Pencegahan dilakukan dengan membiasakan pola hidup sehat, seperti:

  • Mengonsumsi makanan sehat dengan asupan nutrisi seimbang.
  • Menjaga berat badan tetap ideal.
  • Olahraga rutin selama 30 menit setiap hari, selama 5 hari dalam satu minggu.
  • Tidur malam cukup.
  • Tidak stres atau mengatasi stres dengan baik.
  • Tidak merokok. 

Kapan Harus ke Dokter?

Oleh karena kemunculannya tidak selalu menunjukkan gejala, tak sedikit pengidap yang menyadari bahwa dirinya sedang mengidap penyakit ginjal polikistik. Masalah kesehatan ini dapat terdeteksi sejak dini dengan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan. 

Apabila kamu atau anggota keluarga memiliki gejala penyakit ginjal polikistik, seperti sakit perut yang diikuti nyeri ketika buang air kecil atau urine mengandung darah, segera lakukan pemeriksaan ke rumah sakit terdekat. Gunakan aplikasi Halodoc untuk memudahkan booking rumah sakit, download aplikasi Halodoc langsung di Play Store atau Apps Store.

Perlu diketahui bahwa penyakit ginjal polikistik dapat mengakibatkan hipertensi maupun penurunan fungsi organ ginjal. Jadi, lakukan pengecekan kesehatan secara berkala apabila kamu mengalami gejalanya sehingga penanganan bisa segera dilakukan.

Referensi:
Harvard Medical School. Diakses pada 2022. Diseases and Conditions. Polycystic Kidney Disease. 
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Diseases and Conditions. Polycystic Kidney Disease. 
Healthline. Diakses pada 2022. Polycystic Kidney Disease.
Diperbarui pada 24 April 2022.