• Home
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Hematochezia

Hematochezia

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Hematochezia

Pengertian Hematochezia

Hematochezia adalah munculnya darah segar pada tinja atau feses. Masalah kesehatan ini biasanya muncul karena adanya perdarahan pada saluran cerna bagian bawah, misalnya karena wasir atau kanker usus besar. Meski kerap disamakan, hematochezia ternyata tidak sama dengan melena. Ketika hematochezia terjadi, keluarnya darah memiliki warna merah segar.

Sementara itu, darah yang keluar pada melena berwarna merah sedikit kehitaman. Ini disebabkan karena perdarahan yang terjadi pada saluran cerna di bagian bawah letaknya tak jauh dari anus. Hematochezia sendiri tak selalu menunjukkan kondisi serius. Meski demikian, masalah kesehatan ini tetap harus mendapatkan penanganan yang tepat.

Pasalnya, hematochezia yang tidak mendapatkan penanganan atau ditangani dengan tidak maksimal akan meningkatkan risiko terjadinya banyak komplikasi yang membahayakan, seperti syok, anemia, bahkan kematian.

Penyebab Hematochezia

Penyebab hematochezia yang paling sering ditemui adalah perdarahan pada saluran pencernaan bagian bawah, seperti usus besar atau rektum. Beberapa kondisi yang bisa memicu perdarahan tersebut seperti: 

  • Wasir.
  • Fisura ani atau luka pada anus.
  • Polip usus besar.
  • Kolitis ulseratif.
  • Penyakit Crohn.
  • Tumor jinak yang muncul pada usus besar maupun rektum. 
  • Divertikulitis.
  • Proktitis atau peradangan pada lapisan rektum.

Sementara itu, hematochezia yang terjadi pada bayi atau anak-anak sering kali disebabkan karena:

  • Necrotizing enterocolitis atau peradangan pada usus besar atau usus halus yang terjadi pada bayi.
  • Usus melintir.
  • Iskemia usus.
  • Intususepsi.
  • Alergi terhadap susu sapi.
  • Adanya tonjolan yang terdapat pada bawah usus kecil atau Meckel’s diverticulum.

Faktor Risiko Hematochezia

Ada sejumlah faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami hematochezia, yaitu:

  • Sudah berusia lanjut atau lansia.
  • Memiliki riwayat gangguan saluran cerna dalam keluarga.
  • Mengonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan.
  • Mengalami sembelit atau konstipasi.
  • Mengalami perut kembung.

Gejala Hematochezia

Gejala hematochezia tidak sama pada setiap orang karena bergantung pada apa yang menjadi penyebabnya. Namun, gejala utamanya sama untuk semua orang, keluar darah segar dengan warna merah terang bersama dengan feses. Selain itu, beberapa gejala lainnya, yaitu: 

  • Sakit perut. 
  • Diare.
  • Demam.
  • Penurunan Berat Badan.
  • Perubahan pola buang air besar.

Diagnosis Hematochezia

Guna memastikan munculnya hematochezia, dokter akan melakukan wawancara berkaitan dengan munculnya gejala dan riwayat kesehatan pengidap maupun keluarga. Setelahnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, terlebih pada bagian anus.

Lalu, dokter akan meminta pengidap melakukan pemeriksaan feses untuk mengetahui apakah terdapat darah pada feses. Jika benar, dokter akan menyarankan untuk melakukan pemeriksaan lanjutan, seperti: 

  • Pemeriksaan darah guna mengetahui jumlah sel darah, memeriksa kecepatan proses pembekuan darah, dan memeriksa fungsi organ hati. 
  • Kolonoskopi guna melihat keadaan usus besar dengan menggunakan selang berkamera yang dimasukkan melalui anus.
  • Biopsi guna mengambil sampel jaringan dan dilakukan pemeriksaan di laboratorium.
  • Rontgen guna mengetahui kondisi saluran cerna dengan bantuan sinar-X atau menggunakan barium.
  • Angiografi, guna melihat apakah ada kerusakan pada pembuluh darah dengan cara menyuntikkan cairan kontras ke pembuluh darah.
  • Radionuclide scan guna mengetahui apakah terdapat kerusakan pada pembuluh darah dengan menyuntikkan bahan radioaktif ke pembuluh darah. 
  • Laparotomi guna melihat sumber perdarahan dengan melakukan pembedahan terbuka pada bagian perut.

Pengobatan Hematochezia

Pengobatan hematochezia dilakukan dengan tujuan untuk membantu menghentikan perdarahan, mengatasi anemia yang terjadi karena perdarahan, serta mencegah terjadinya perdarahan ulang. Guna membantu menghentikan perdarahan, dokter bisa melakukan prosedur pengobatan sebagai berikut:

  • Endoskopi, seperti pemeriksaan kolonoskopi untuk membantu menghentikan perdarahan dalam saluran pencernaan dengan cara dipanaskan atau disuntikkan obat di area perdarahan. 
  • Angiographic embolization guna menutup aliran pembuluh darah yang mengalami kerusakan pada pembuluh darah dengan cara menyuntikkan partikel khusus pada pembuluh darah yang rusak. 
  • Band ligation guna membantu menghentikan perdarahan dengan memasang karet khusus pada area pembuluh darah yang pecah.
  • Apabila pengidap mengalami kekurangan darah, dokter akan memberikan cairan pengganti, seperti transfusi darah dan infus. 

Sementara itu, guna membantu mencegah terjadinya perdarahan kembali, dokter akan melakukan operasi hemoroidektomi pada pengidap wasir atau memberikan obat penghambat Tumor Necrosis Factor atau TNF pada pengidap kolitis ulseratif.

Selain beberapa pilihan pengobatan tersebut, dokter juga dapat menyarankan pengidap guna melakukan beberapa upaya berikut untuk mempercepat proses penyembuhan:

  • Tidak mengonsumsi obat antiinflamasi nonsteroid.
  • Melakukan rendam duduk, merendam pantat pada wadah yang berisi air hangat.
  • Memperbanyak asupan makanan tinggi serat, seperti buah dan sayur.

Komplikasi Hematochezia

Apabila tidak segera mendapatkan penanganan, hematochezia bisa berujung pada komplikasi yang serius, yaitu syok. Selain itu, hematochezia juga bisa menimbulkan anemia yang dapat membuat pengidapnya menunjukkan gejala, seperti detak jantung yang tidak beraturan, tubuh lemas, dan sakit kepala.

Pencegahan Hematochezia

Beberapa tindakan yang bisa dilakukan untuk mencegah hematochezia, yaitu: 

  • Memperbanyak asupan makanan tinggi serat untuk mencegah sembelit.
  • Menghentikan mengonsumsi minuman beralkohol.
  • Tidak merokok.
  • Penuhi asupan cairan.
  • Bersihkan anus setiap hari.
  • Tidak mengejan berlebihan saat buang air besar.
  • Tidak duduk di toilet terlalu lama. 

Kapan Harus ke Dokter?

Segera lakukan pemeriksaan ke dokter apabila kamu mengalami gejala hematochezia, terlebih jika gejalanya tidak membaik hingga lebih dari 2 hari dan diikuti dengan sakit perut yang parah. Lakukan pemeriksaan apabila hematochezia diikuti dengan perubahan terhadap pola buang air besar dan penurunan berat badan. 

Apabila darah yang keluar begitu banyak, pengidap dapat mengalami syok bahkan hingga kematian. Tanya dokter sekarang lebih mudah dengan menggunakan aplikasi Halodoc. Cukup download aplikasi Halodoc di ponselmu sekarang juga!

Referensi: 
MedicineNet. Diakses pada 2022. Blood in the Stool (Rectal Bleeding, Hematochezia).
WebMD. Diakses pada 2022. Blood in Stool.
EmedicineHealth. Diakses pada 2022. Rectal Bleeding.
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Symptoms. Rectal Bleeding.
Diperbarui pada 28 April 2022.