Henoch Schonlein Purpura

Pengertian Henoch-Schonlein Purpura

Henoch-Schonlein Purpura (HSP) adalah peradangan pembuluh darah yang umumnya diidap oleh anak-anak usia di bawah 10 tahun. Penyakit yang tergolong langka ini tidak menular dan tidak diturunkan di dalam keluarga. Bagi seseorang yang mengidap HSP, sekujur tubuhnya akan tampak dipenuhi oleh ruam merah keunguan. Kondisi itu sebenarnya merupakan pendarahan di balik kulit akibat pembuluh darah yang mengalami peradangan.

Gejala Henoch-Schonlein Purpura

Timbul ruam berwarna merah keunguan di area bokong, tungkai, dan sekitar siku. Bisa juga terjadi di bagian tubuh atas dan wajah. Selain ruam merah keunguan di kulit, selain itu ada pula beberapa gejala yang timbul, seperti nyeri perut, nyeri sendi, diare, atau muntah. Jika parah Henoch-Schonlein purpura juga dapat menyebabkan komplikasi seperti, penyumbatan usus, pembengkakan dan nyeri pada testis, serta gangguan ginjal.

Penyebab Henoch-Schonlein Purpura

Penyebab penyakit HSP ini terjadi saat pembuluh darah mengalami radang sehingga bisa menimbulkan perdarahan didalam kulit yang akan tampak seperti ruamh merah di bagian usus dan ginjal.

Pengobatan Henoch-Schonlein Purpura

Jika Henoch-Schonlein purpura (HSP) telah menyebabkan komplikasi atau sudah parah, perawatan di rumah sakit biasanya akan disarankan oleh dokter. Namun sebaliknya, jika tidak serius, maka istirahat di rumah dengan dibantu obat- obatan pereda rasa sakit sudah cukup untuk mengatasi kondisi ini.

Pengidap henoch-schonlein purpura bisa mengonsumsi prednisolone (salah satu obat golongan steroid) untuk membantu mengatasi gejala nyeri perut. Sedangkan untuk meringankan nyeri sendi, pengidap henoch-schonlein purpura bisa mengonsumsi parasetamol atau ibuprofen. Sebelum mengambil tindakan pengobatan, sebaiknya berbicara terlebih dahulu dengan dokter.

Pencegahan Henoch-Schonlein Purpura

Mencegah penyakit ini dapat dengan cara berdiskusi langsung pada dokter dengan melihatkan kondisi kulit pengidap. Pemeriksaan dari dokter sendiri berupa pemeriksaan tekanan darah, cek kadar protein dalam urine, melakukan biopsi ginjal dan kulit.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu atau anggota keluarga memiliki tanda dan gejala di atas, segeralah berbicara dengan dokter guna mendapat penanganan yang tepat.