• Home
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Hipermagnesemia

Hipermagnesemia

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Hipermagnesemia

Pengertian Hipermagnesemia

Hipermagnesemia menjadi salah satu jenis penyakit yang jarang terjadi. Kondisi ini ditandai dengan tingginya kadar magnesium dalam darah. Normalnya, jumlah magnesium yang beredar dalam darah jumlahnya sangat sedikit. Berapa banyak jumlahnya dikontrol langsung oleh usus dan ginjal.

Sistem ini mengontrol berapa banyak magnesium yang diserap tubuh dari makanan dan berapa banyak yang diekskresikan dalam urin. Umumnya, tubuh yang sehat mempertahankan tingkat magnesium 1,7 hingga 2,3 miligram per desiliter (mg/dL). Kadarnya terbilang tinggi jika jumlahnya di atas 2,6 mg/dL.

Penyebab Hipermagnesemia

Tingginya kadar magnesium dalam darah menyebabkan penurunan fungsi ginjal secara keseluruhan. Akibatnya, kelebihan magnesium dalam darah tidak dapat dikeluarkan dari dalam tubuh dalam bentuk urine. Tingginya kadar magnesium dalam darah dapat disebabkan oleh sejumlah penyebab, termasuk:

  • Ibu hamil dengan preeklamsia yang mendapatkan terapi magnesium dosis tinggi.
  • Melakukan pengobatan menggunakan litium.
  • Hipotiroidisme, yaitu kondisi saat kelenjar tiroid tidak menghasilkan cukup hormon penting untuk tubuh. Akibatnya, tubuh akan mengalami penurunan metabolisme.
  • Penyakit Addison, yaitu gangguan yang terjadi ketika tubuh tidak menghasilkan cukup hormon tertentu, seperti kortisol dan aldosteron.
  • Penggunaan beberapa obat laksatif dan antasida.
  • Mengonsumsi makanan atau minuman dengan tinggi magnesium.
  • Mengalami kerusakan jaringan akibat luka bakar.

Berbagai kondisi tersebut umumnya menyebabkan hipermagnesemia ringan hingga sedang, tidak seberat yang disebabkan oleh gagal ginjal.

Faktor Risiko Hipermagnesemia

Selain penyebab utama, hipermagnesemia dapat dipicu oleh sejumlah faktor risiko. Berikut ini beberapa faktor risiko tersebut:

  • Malnutrisi.
  • Konsumsi minuman beralkohol.
  • Berusia lanjut.
  • Menjalani rawat inap di rumah sakit.
  • Menjalani perawatan di ICU.
  • Mengidap diabetes.

Gejala Hipermagnesemia

Pada tubuh yang sehat, kadar magnesium dalam darah berada pada kisaran 1,7 hingga 2,3 miligram per desiliter (mg/dL). Kadar magnesium bisa dikatakan tinggi jika kadarnya di atas 2.6 mg/dL. Jika sudah begitu, maka tubuh mulai menunjukkan sejumlah gejala, seperti:

  • Mual.
  • Muntah.
  • Gangguan sistem saraf.
  • Sakit kepala.
  • Diare.
  • Gangguan pernapasan.
  • Lesu.
  • Sakit kepala
  • Wajah memerah.
  • Refleks menjadi lambat.
  • Otot lemah atau lumpuh.
  • Tekanan darah rendah.
  • Gangguan irama jantung.
  • Gangguan pernapasan.

Kelebihan magnesium bisa menyebabkan masalah pada jantung, syok, hingga koma dalam kasus yang cukup parah.

Diagnosis Hipermagnesemia

Sebagai langkah diagnosis utama, dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan mengenai gejala yang dialami, riwayat kesehatan, dan obat-obatan yang dikonsumsi. Kemudian, dokter akan melakukan sejumlah pemeriksaan, termasuk:

  • Tes urine. Pemeriksaan ini berguna untuk mengukur kadar magnesium yang dikeluarkan tubuh melalui urine
  • Tes sel darah merah. Pemeriksaan ini berguna untuk mengukur kadar magnesium di dalam sel darah merah.

Pengobatan Hipermagnesemia

Pengobatan hipermagnesemia disesuaikan dengan penyebab yang mendasari. Jika disebabkan asupan magnesium yang berlebihan, maka kamu perlu berhenti mengonsumsinya. Selain itu, berikut ini beberapa langkah pengobatan yang dilakukan:

  • Pemberian Obat Diuretik

Obat ini diberikan untuk meningkatkan produksi urine agar kadar magnesium dalam darah dikeluarkan saat buang air kecil. Infus cairan garam akan diberikan dokter jika dehidrasi terjadi akibat meningkatnya frekuensi buang air kecil. Pemberian obat dikhususkan untuk pengidap dengan ginjal yang masih berfungsi normal.

  • Pemberian Kalsium Glukonat

Obat ini diberikan untuk menetralisir kadar magnesium dalam darah. Pemberian obat dikhususkan untuk pengidap hipermagnesemia yang disertai dengan gangguan pernapasan atau jantung.

  • Prosedur Cuci Darah

Prosedur ini dikhususkan untuk pengidap dengan gangguan fungsi jantung, saraf, dan hipermagnesemia berat.

Pencegahan Hipermagnesemia

Langkah pencegahan dilakukan dengan mengubah pola hidup sehat agar ginjal dapat berfungsi dengan baik. Berikut ini beberapa langkah pencegahan yang dapat kamu lakukan:

  • Pahami jumlah asupannya. Konsumsi magnesium harian yang dianjurkan untuk orang dewasa adalah 320–340 miligram untuk wanita dan 350–360 miligram untuk pria.
  • Konsumsi suplemen atau obat sesuai anjuran. Pastikan untuk mengonsumsi sesuai dosis yang ditentukan oleh dokter, terutama pada pengidap gagal ginjal.
  • Jauhkan dari jangkauan anak-anak. Jika obat dengan kandungan tinggi magnesium tidak sengaja dikonsumsi oleh anak-anak, mereka bisa saja mengalami hiperpigmentasi.

Komplikasi Hipermagnesemia

Jika hipermagnesemia tidak segera ditangani, kadar magnesium dalam darah akan terus melonjak dan menjadi sangat tinggi. Kondisi tersebut berisiko menyebabkan komplikasi, seperti:

  • Letargi.
  • Hipotensi.
  • Aritmia.
  • Detak jantung terhenti.
  • Koma.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika didiagnosis lebih awal, hipermagnesemia biasanya dapat diobati. Jika fungsi ginjal normal, ginjal dapat mengeluarkan kelebihan magnesium dengan cepat setelah penyebab dapat diidentifikasi dan diatasi. Dalam kasus yang parah, pengidap bisa saja mengalami kerusakan ginjal.

Jika tidak diatasi dengan langkah yang tepat, kematian menjadi komplikasi paling parah yang bisa saja dialami. Oleh karena itu, segera periksakan diri di rumah sakit terdekat jika sejumlah gejala dialami. Jika kamu membutuhkan informasi lain seputar kesehatan lainnya, silahkan download Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Medical News Today. Diakses pada 2019. What is hypermagnesemia?
Treasure Island (FL): StatPearls Publishing. Diakses pada 2022. Hypermagnesemia.
Drugs. Diakses pada 2022. Hypermagnesemia.