Hipermagnesemia

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Hipermagnesemia

Hipermagnesemia adalah kondisi medis ketika tubuh memiliki kadar magnesium yang terlalu tinggi dalam darah. Penyebab utama hipermagnesemia adalah kerusakan ginjal atau gagal ginjal yang terjadi pada tubuh.

 

Faktor Risiko Hipermagnesemia

Malnutrisi dan minum alkohol berlebihan juga dapat menjadi faktor risiko hipermagnesemia pada orang dengan penyakit ginjal kronis.

 

Penyebab Hipermagnesemia

Kondisi hipermagnesemia umumnya disebabkan oleh adanya kerusakan ginjal atau gagal ginjal. Karena penurunan fungsi ginjal ini, kelebihan magnesium dalam darah gagal dikeluarkan melalui urine. Akibatnya, magnesium menumpuk di dalam darah dan mengakibatkan berbagai keluhan.

Selain gagal ginjal, beberapa kondisi lain juga dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami hipermagnesemia. Kondisi tersebut meliputi:

  • Ibu hamil dengan preeklamsia yang mendapatkan terapi magnesium dosis tinggi.

  • Mereka dengan pengobatan menggunakan litium.

  • Hipotiroidisme.

  • Penyakit Addison.

  • Penggunaan beberapa obat laksatif dan antasida.

  • Familial hypocalciuric hypercalcemia.

Berbagai kondisi tersebut umumnya menyebabkan hipermagnesemia ringan hingga sedang, tidak seberat yang disebabkan oleh gagal ginjal.

 

Gejala Hipermagnesemia

Pada tubuh yang sehat, kadar magnesium dalam darah berada pada kisaran 1,7 hingga 2,3 miligram per desiliter (mg/dL). Kadar magnesium bisa dikatakan tinggi, bila kadarnya ada pada 2.6 mg/dL atau lebih di dalam tubuh. Jika sudah begitu, maka tubuh akan mulai menunjukkan berbagai gejala, seperti:

  • Mual.

  • Muntah.

  • Gangguan sistem saraf.

  • Tekanan darah rendah yang abnormal (hipotensi).

  • Sakit kepala.

  • Diare.

  • Lemah otot.

  • Detak jantung tidak teratur.

  • Gangguan pernapasan.

  • Lesu.

Kelebihan magnesium bisa menyebabkan masalah pada jantung, syok, hingga koma dalam kasus yang cukup parah.

 

Diagnosis Hipermagnesemia

Sebagai langkah awal diagnosis, dokter akan menanyakan kondisi medis pengidap, serta obat-obatan dan suplemen apa saja yang sedang dikonsumsi. Selanjutnya, dokter akan melakukan tes darah untuk mengecek kadar magnesium dalam darah. Kadar magnesium normal dalam darah adalah 1,7-2,3 mg/dL. Bila kadarnya melebihi 2,3 mg/dL, maka orang tersebut mengalami hipermagnesemia.

 

Komplikasi Hipermagnesemia

Bila tidak segera tertangani, hipermagnesemia berat dapat berujung pada penurunan kesadaran, gagal jantung, koma, hingga kematian.

 

Pengobatan dan Efek Samping Hipermagnesemia

Pengobatan utama hipermagnesemia adalah menghentikan asupan magnesium agar tidak semakin menumpuk dalam darah. Selain itu, pemberian suplementasi kalsium melalui infus juga kerap dilakukan untuk memperbaiki kondisi pernapasan, ritme jantung, dan tekanan darah.

Obat diuretik juga dapat diberikan pada beberapa kasus untuk memicu pengeluaran magnesium lewat urine. Jika terapi ini dinilai tidak efektif, dapat dilakukan cuci darah untuk mengeluarkan kelebihan magnesium darah melalui alat hemodialisa.

 

Pencegahan Hipermagnesemia

Mencegah kondisi yang satu ini bisa dilakukan dengan menghindari obat yang mengandung magnesium jika ginjal bermasalah. Namun, jika memang diperlukan, diskusikan terlebih dahulu ke dokter untuk menanyakan apakah ada alternatif obat lain yang bisa dikonsumsi atau meminta obat dengan dosis yang lebih rendah.

Dengan menghindarinya, pengidap bisa mencegah hipermagnesemia dan komplikasi yang mungkin terjadi. Selain  itu, penerapan hidup sehat seperti menghindari minuman beralkohol, menjaga pola makan yang sehat, serta minum air putih secara rutin agar proses metabolisme dalam tubuh lancar, bisa dilakukan.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Segera hubungi dokter jika merasakan gejala-gejala di atas. Ingat, penanganan yang tepat dan cepat sangat dibutuhkan untuk menentukan langkah pengobatan dan mempercepat proses penyembuhan.

 

Referensi:

Medical News Today. Diakses pada 2019. What is hypermagnesemia?

Diperbarui pada 2 September 2019