Hipoalbuminemia

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Pengertian Hipoalbuminemia

Hipoalbuminemia adalah kondisi seseorang dengan kadar albumin dalam darah di bawah normal. Kondisi ini umumnya terjadi akibat penyakit berat atau penyakit kronis yang sudah berlangsung lama. Albumin sendiri adalah protein yang memiliki fungsi yang sangat penting bagi tubuh dan juga membentuk sebagian besar plasma darah. Dalam tubuh, albumin diproduksi oleh organ hati. Dengan kisaran antara 3,5 sampai 4,5 mg/dL sebagai kadar normal albumin dalam darah. Saat kadar albumin lebih rendah dari kisaran normal, maka terjadilah hipoalbuminemia.

Baca juga: Selain Diabetes, Kenali Penyebab Lain Hipoalbuminemia

 

Penyebab Hipoalbuminemia

Berikut ini penyebab hipoalbuminemia, antara lain:

  • Diabetes, yang disebabkan oleh kadar gula tinggi akibat kurangnya produksi hormon insulin.

  • Gagal jantung.

  • Hipertiroidisme, yaitu ketika kelenjar tiroid yang menghasilkan hormon secara berlebih.

  • Terjadinya gangguan penyerapan dan kurangnya asupan kalori, protein, dan vitamin.

  • Lupus, yaitu kondisi ketika sistem kekebalan tubuh berbalik menyerang tubuh.

  • Peradangan dalam tubuh yang dapat terjadi akibat sepsis, luka bakar, pasca tindakan operasi, atau pasca pemasangan ventilator.

  • Sindrom nefrotik, yaitu gangguan ginjal yang menyebabkan kebocoran protein.

  • Sirosis, yaitu terbentuknya jaringan parut pada hati akibat kerusakan jangka panjang.

 

Gejala Hipoalbuminemia

Berikut ini gejala hipoalbuminemia, antara lain:

  • Adanya penumpukan cairan pada wajah dan tungkai (edema) sehingga menyebabkan pembengkakan;

  • Asteriksis (tremor pada pergelangan tangan);

  • Berat badan turun;

  • Bradikardia (denyut jantung lambat);

  • Diare;

  • Ensefalopati (gangguan pada otak);

  • Gangguan irama jantung;

  • Ginekomastia (pembesaran payudara pada pria);

  • Hepatomegali dan splenomegali;

  • Hilangnya lemak di bawah lapisan kulit;

  • Hipotensi (tekanan darah rendah);

  • Jaundice (sakit kuning);

  • Kulit kering dan kasar;

  • Lambatnya pertumbuhan pada anak;

  • Luka sulit sembuh;

  • Mual dan muntah;

  • Nafsu makan berkurang;

  • Palmar erythema (telapak tangan memerah);

  • Pembengkakan kelenjar air liur;

  • Pembesaran jantung;

  • Pembesaran lidah (makroglosia);

  • Penurunan jumlah massa otot; dan

  • Spider angiomas (berkumpulnya pembuluh darah kecil di permukaan kulit).

 

Diagnosis Hipoalbuminemia

Diagnosis hipoalbuminemia dilakukan oleh dokter dengan melakukan wawancara medis, memeriksa fisik pengidap, dan pemeriksaan penunjang, seperti:

  • Pemeriksaan darah, untuk mengukur kadar albumin dalam darah.

  • Pemeriksaan rasio albumin kreatinin, untuk mengukur kadar albumin yang bocor melalui urine.

  • Pencitraan, dengan menggunakan USG abdomen (perut) untuk mendeteksi kemungkinan sirosis hati. Ekokardiografi untuk mendeteksi kemungkinan gagal jantung. Foto Rontgen untuk mengetahui penyebab terjadinya peradangan.

  • Biopsi, dengan mengambil sampel jaringan hati atau ginjal untuk diteliti lebih lanjut di laboratorium.

 

Pengobatan Hipoalbuminemia

Penanganan hipoalbuminemia tergantung pada penyebab yang mendasarinya, antara lain:

  • Hipoalbuminemia akibat kekurangan nutrisi, dapat diatasi dengan mengonsumsi makanan kaya protein untuk meningkatkan kadar albumin, seperti kacang-kacangan, putih telur, ikan gabus, susu, serta produk turunannya.

  • Hipoalbuminemia yang disebabkan oleh gangguan ginjal bisa diatasi dengan obat-obatan untuk menangani hipertensi, seperti captopril atau candesartan.

  • Hipoalbuminemia akibat mengalami peradangan, dapat diatasi dengan pemberian obat kortikosteroid, yang dapat mencegah turunnya kadar albumin.

  • Pemberian transfusi albumin melalui infus di rumah sakit dalam pengawasan dokter.

 

Pencegahan Hipoalbuminemia

Upaya pencegahan yang dapat dilakukan untuk menghindari hipoalbuminemia, antara lain dengan menghindari pola hidup yang dapat memicu penyakit yang dapat berakibat hipoalbuminemia serta menghindari minum-minuman beralkohol.

Baca juga: Hindari Konsumsi Alkohol untuk Mencegah Hipoalbuminemia

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika mengalami tanda dan gejala di atas, segera berbicara dengan dokter untuk mengetahui penyebab dan mendapat penanganan yang tepat. Ingat, penanganan yang tepat dan cepat sangat dibutuhkan untuk menentukan langkah pengobatan dan mempercepat proses penyembuhan. Untuk pemeriksaan lebih lanjut, melalui Halodoc dapat melakukan janji temu dengan dokter di rumah sakit yang terbaik menurut kamu.

Baca juga: 4 Makanan Sehat untuk Pengidap Hipoalbuminemia

Referensi:
Medicalnewstoday (2019). Hypoalbuminemia: Causes, treatment, and symptoms
Healthline (2019). What Is Hypoalbuminemia and How Is It Treated?