Iskemia

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Iskemia

Iskemia adalah suatu keadaan kurangnya aliran darah ke organ tubuh tertentu, yang mengakibatkan organ tersebut kekurangan oksigen. Iskemia menyebabkan terjadinya defisiensi nutrisi dan oksigen pada jaringan atau organ tubuh yang sangat diperlukan untuk membantu proses metabolisme sel. Seluruh organ tubuh dapat mengalami kondisi ini. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat menyebabkan kematian sel.

 

Faktor Risiko Iskemia

Beberapa faktor risiko iskemia, antara lain:

  • Mengidap penyakit tertentu, seperti diabetes, hipertensi, hipotensi, kolesterol tinggi, obesitas, gangguan pembekuan darah, anemia sel sabit, penyakit celiac, dan gagal jantung.

  • Memiliki kebiasaan merokok.

  • Mengalami kecanduan alkohol.

  • Menyalahgunakan NAPZA.

  • Jarang melakukan aktivitas fisik seperti berolahraga.

Baca juga: Kenali Pengobatan Iskemia Berdasar Area Lokasinya

 

Penyebab Iskemia

Penyebab iskemia yang sering terjadi adalah aterosklerosis, yaitu plak yang sebagian besar mengandung lemak dan menghambat aliran darah. Lama-kelamaan arteri yang terhambat dapat mengeras dan menyempit (aterosklerosis). Kondisi lain yang juga dapat menimbulkan iskemia adalah bekuan darah yang terbentuk dari pecahan plak dan berpindah ke pembuluh darah yang lebih kecil, sehingga dapat menghentikan aliran darah secara tiba-tiba.

 

Gejala Iskemia

Gejala iskemia bergantung pada organ tubuh yang terkena, seperti pada:

  • Jantung, akan timbul gejala serangan jantung.

  • Otak, akan timbul gejala stroke.

  • Tungkai bawah, akan timbul gejala critical limb ischemia, yang ditandai dengan nyeri pada tungkai bawah.

  • Usus, akan timbul gejala mesenteric ischemia.

Gejala-gejala di atas umumnya dialami oleh pengidap iskemia. Namun, tak semua organ tubuh yang mengalami iskemia akan menunjukkan gejala (silent ischemia).

 

Diagnosis Iskemia

Dokter akan mendiagnosis iskemia dengan melakukan wawancara medis, pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan penunjang, antara lain:

  • Pemeriksaan darah, untuk memeriksa kadar kolesterol dalam darah dan profil pembekuan darah.

  • Elektrokardiografi (EKG), untuk merekam aktivitas listrik jantung,

  • Ekokardiografi, untuk melihat struktur bentuk dan gerakan jantung.

  • Angiografi, pemeriksaan ini bertujuan untuk melihat tingkat keparahan hambatan pada pembuluh darah.

Baca juga: 4 Jenis Pemeriksaan Iskemia Berdasarkan Lokasi Terjadinya

Ada pula pemeriksaan iskemia berdasarkan organ tubuh yang mengalaminya. Misalnya:

  • Iskemia pada jantung, meliputi CT scan untuk melihat kemungkinan penyakit jantung koroner, serta tes tekanan (stress test) dengan menggunakan EKG dan treadmill saat pengidap melakukan aktivitas fisik.

  • Iskemia pada usus, di sini dokter akan menggunakan USG Doppler untuk memeriksa lebih jauh aliran pembuluh darah.

  • Iskemia pada otak, yaitu dengan CT scan untuk memastikan iskemia menyebabkan kematian jaringan otak.

  • Iskemia pada tungkai, meliputi tes tekanan darah pada pergelangan kaki untuk membandingkan tekanan darah pada lengan dan kaki (ankle-brachial index), serta USG Doppler untuk mengetahui kondisi hambatan pada arteri di tungkai.

 

Komplikasi Iskemia

Iskemia yang dibiarkan tanpa penangan bisa menimbulkan masalah lainnya. Beberapa komplikasi iskemia, antara lain amputasi tungkai, stroke, atau serangan jantung.

 

Pengobatan Iskemia

Pengobatan iskemia bergantung pada penyebab yang mendasarinya. Jika disebabkan oleh sumbatan, penanganan terhadap sumbatan tersebut perlu dilakukan terlebih dulu agar darah dapat kembali mengalir dengan lancar, sesuai dengan area tempat terjadi sumbatan. Caranya adalah dengan:

  • Konsumsi obat-obatan untuk mencegah terjadinya penggumpalan darah. Obat yang dikonsumsi contohnya antikoagulan. Obat ini umumnya diberikan untuk waktu yang lama pada kasus iskemia akut.

  • Pembedahan, yang dapat dilakukan untuk menghilangkan gumpalan massa yang menjadi penghambat peredaran darah, untuk memulihkan organ tubuh yang mengalami iskemia.

 Baca juga: Benarkah Penyakit Iskemia Bisa Picu Serangan Jantung?

 

Pencegahan Iskemia

Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah iskemia, antara lain:

  • Berolahraga atau melakukan aktivitas latihan fisik secara rutin.

  • Mengonsumsi makanan kaya serat dan antioksidan.

  • Beristirahat dengan cukup dan berkualitas.

  • Berhenti merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika mengalami tanda dan gejala di atas, segera berbicara dengan dokter untuk mengetahui penyebab dan mendapat penanganan yang tepat. Penanganan yang tepat dapat meminimalkan dampak, sehingga pengobatan bisa lebih cepat dilakukan.

 

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2019. What is Ischemia?

Diperbarui pada 11 September 2019