• Home
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Iskemia

Iskemia

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Iskemia

Pengertian Iskemia

Iskemia adalah suatu keadaan kurangnya aliran darah ke organ tubuh tertentu, yang mengakibatkan organ tersebut kekurangan oksigen. Iskemia menyebabkan terjadinya defisiensi nutrisi dan oksigen pada jaringan atau organ tubuh yang sangat diperlukan untuk membantu proses metabolisme sel. 

Seluruh organ tubuh dapat mengalami kondisi ini. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat menyebabkan kematian sel.

Penyebab Iskemia

Penyebab yang sering terjadi disebabkan oleh aterosklerosis, ketika plak yang sebagian besar mengandung lemak menghambat aliran darah. Begitu kondisi ini terjadi arteri yang terhambat dapat mengeras dan menyempit (aterosklerosis). 

Kondisi lain yang dapat menimbulkan iskemia adalah bekuan darah yang terbentuk dari pecahan plak dan berpindah ke pembuluh darah yang lebih kecil, sehingga dapat menghentikan aliran darah secara tiba-tiba.

Faktor Risiko Iskemia

Beberapa faktor risiko iskemia, antara lain:

  • Mengidap penyakit tertentu

Mengidap penyakit tertentu seperti diabetes, hipertensi, hipotensi, kolesterol tinggi, obesitas, gangguan pembekuan darah, anemia sel sabit, penyakit Celiac, dan gagal jantung dapat menempatkan seseorang pada risiko iskemia.

  • Memiliki kebiasaan merokok

Memiliki kebiasaan merokok bisa menempatkan seseorang pada risiko iskemia. Ini disebabkan kandungan zat berbahaya pada rokok dapat menghambat aliran darah.

  • Mengalami kecanduan alkohol

Konsumsi alkohol yang berlebihan dapat menyebabkan penumpukan plak di arteri (aterosklerosis). Penumpukan ini dapat mengurangi aliran darah. 

  • Menggunakan obat-obatan terlarang 

Penyalahguna narkoba memiliki peningkatan risiko stroke hemoragik dan iskemik. Selain itu penyalahgunaan obat sering menjadi penyebab stroke pada orang dewasa muda.

  • Jarang melakukan aktivitas fisik seperti berolahraga

Jarang berolahraga dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami penyumbatan aliran darah. Orang yang aktif berolahraga peredaran darahnya jauh lebih baik ketimbang orang yang tidak aktif secara fisik. 

 

Gejala Iskemia

Gejala iskemia bergantung pada organ tubuh yang terkena, seperti pada:

  • Jantung, akan timbul gejala serangan jantung.

  • Otak, akan timbul gejala stroke.

  • Tungkai bawah, akan timbul gejala critical limb ischemia, yang ditandai dengan nyeri pada tungkai bawah.

  • Usus, akan timbul gejala mesenteric ischemia.

Gejala-gejala di atas umumnya dialami oleh pengidap iskemia. Namun, tak semua organ tubuh yang mengalami iskemia akan menunjukkan gejala (silent ischemia).

 

Diagnosis Iskemia

Dokter akan melakukan diagnosis dengan melakukan wawancara medis, pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan penunjang, antara lain:

  • Pemeriksaan darah

Ini dilakukan untuk mengetahui kadar kolesterol dalam darah dan profil pembekuan darah yang terjadi.

  • Elektrokardiografi (EKG)

Suatu pemeriksaan yang dilakukan untuk merekam aktivitas listrik jantung.

  • Ekokardiografi

Tes untuk melihat struktur bentuk dan gerakan jantung.

  • Angiografi

Pemeriksaan ini dilakukan untuk melihat tingkat keparahan hambatan pada pembuluh darah.

Perlu diketahui kalau pemeriksaan iskemia dilakukan berdasarkan organ tubuh yang mengalaminya. Misalnya:

  • Iskemia pada jantung 

Meliputi CT scan untuk melihat kemungkinan penyakit jantung koroner, serta tes tekanan (stress test) dengan menggunakan EKG dan treadmill.

  • Iskemia pada usus

Dokter akan menggunakan USG Doppler untuk memeriksa lebih jauh aliran pembuluh darah di usus.

  • Iskemia pada otak 

Dilakukan CT scan untuk memastikan iskemia menyebabkan kematian jaringan otak.

  • Iskemia pada tungkai

Tes tekanan darah pada pergelangan kaki dilakukan untuk membandingkan tekanan darah pada lengan dan kaki (ankle-brachial index), sedangkan USG Doppler digunakan untuk mengetahui kondisi hambatan pada arteri di tungkai.

 

Pengobatan Iskemia

Pengobatan bergantung pada penyebab yang mendasarinya. Jika disebabkan oleh sumbatan, penanganan terhadap sumbatan tersebut perlu dilakukan terlebih dulu agar darah dapat kembali mengalir dengan lancar, sesuai dengan area tempat terjadi sumbatan. Caranya adalah dengan:

  • Konsumsi obat-obatan 

Untuk mencegah terjadinya penggumpalan darah. Antikoagulan adalah salah satu contoh obat yang dikonsumsi. Obat ini umumnya diberikan untuk waktu yang lama pada kasus iskemia akut.

  • Pembedahan

Dapat dilakukan untuk menghilangkan gumpalan massa yang menjadi penghambat peredaran darah, sehingga membantu memulihkan organ tubuh yang mengalami penyakit ini.

Komplikasi Iskemia

Iskemia yang dibiarkan tanpa penangan bisa menimbulkan gangguan kesehatan lain. Beberapa komplikasinya antara lain amputasi tungkai, stroke, atau serangan jantung.

 

Pencegahan Iskemia

Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah kondisi ini, antara lain:

  • Berolahraga atau melakukan aktivitas latihan fisik secara rutin.

  • Mengonsumsi makanan kaya serat dan antioksidan.

  • Beristirahat dengan cukup dan berkualitas.

  • Berhenti merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika mengalami tanda dan gejala di atas, segera buat janji pemeriksaan di rumah sakit lewat aplikasi Halodoc. Belum punya aplikasinya? Yuk, download Halodoc sekarang juga!

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2022. What is Ischemia?
Heart.org. Diakses pada 2022. Silent Ischemia and Ischemic Heart Disease

 

Diperbarui pada 12 Mei 2022