• Home
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Kanker Paru

Kanker Paru

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Kanker Paru

Pengertian Kanker Paru

Kanker paru-paru adalah suatu kondisi di mana sel-sel tumbuh secara tidak terkendali di dalam organ paru-paru. Organ ini berfungsi untuk menyebarkan oksigen ke dalam darah saat menghirup napas dan membuang karbondioksida saat menghela napas. Kanker paru terdiri dari dua jenis, yaitu:

  1. Kanker paru primer, yaitu kanker yang tumbuh dan dimulai dalam organ paru-paru.
  2. Kanker paru sekunder, yaitu kanker yang menyebar ke paru-paru dari area lain dalam tubuh.

Kanker paru primer sendiri terdiri dari dua jenis yang diklasifikasikan berdasarkan jenis sel di mana kanker mulai tumbuh, yaitu:

  1. Kanker paru non sel kecil, yang terdiri dari tiga jenis, yaitu karsinoma sel skuamosa, adenokarsinoma, dan karsinoma sel besar. Jenis ini merupakan bentuk paling umum, yang dialami 87 persen dari total kasus keseluruhan.
  2. Kanker paru sel kecil, yang jarang dialami dan biasanya menyebar lebih cepat ketimbang jenis lainnya. Kondisi ini sangat rentan dialami oleh perokok berat dan seseorang yang sering menghirup asap rokok serta polutan.

Penyebab Kanker Paru

Penyebab utama kanker paru adalah merokok. Di dalam rokok terdapat zat penyebab kanker (karsinogen) yang memicu kerusakan sel pelapis paru-paru. Perubahan sel dan jaringan pada paru-paru cepat berubah pada perokok berat. Awalnya tubuh dapat memperbaiki kerusakan ini.

Namun, paparan yang berulang membuat sel-sel normal pelapis paru-paru semakin rusak. Kerusakan menyebabkan perubahan abnormal sel, yang berujung pada perkembangan kanker. Di luar dari merokok, mungkin belum ditemukan penyebab pasti dari kanker yang dialami. 

Faktor Risiko Kanker Paru

Sejumlah faktor dapat meningkatkan risiko kanker paru. Beberapa faktor risiko dapat dikendalikan, misalnya dengan berhenti merokok. Sedangkan faktor lain seperti riwayat dalam keluarga tidak dapat dikendalikan. Berikut ini beberapa kondisi yang menjadi faktor risiko kanker:

  • Merokok. Risiko kanker semakin meningkat seiring dengan jumlah rokok yang dihisap. Berhenti pada usia berapa pun secara signifikan menurunkan risiko kanker.
  • Paparan asap rokok. Tidak merokok pun bukan berarti terbebas dari risiko kanker. Risikonya meningkat saat sering terpapar asap rokok.
  • Terapi radiasi. Terapi radiasi untuk mengatasi jenis kanker lain dapat meningkatkan risiko terkena kanker.
  • Paparan asbes dan karsinogen. Paparan asbes dan zat penyebab kanker, seperti arsenik, kromium, dan nikel meningkatkan risiko kanker.

Gejala Kanker Paru

Sebagian besar gejala kanker terjadi dalam organ paru, tapi juga mungkin dialami di beberapa bagian tubuh lain jika sel abnormal sudah menyebar. Gejala juga dibedakan berdasarkan intensitas keparahan penyakit. Berikut ini beberapa gejala yang dialami oleh pengidap:

  • Ketidaknyamanan atau nyeri di dada.
  • Batuk yang tidak hilang atau semakin memburuk dari waktu ke waktu.
  • Masalah pernapasan.
  • Mengi.
  • Darah dalam dahak.
  • Suara serak.
  • Masalah dalam menelan.
  • Kehilangan selera makan.
  • Kehilangan berat badan tanpa alasan.
  • Merasa sangat lelah.
  • Peradangan atau sumbatan di paru-paru.
  • Pembengkakan atau pembesaran kelenjar getah bening di daerah paru-paru.

Diagnosis Kanker Paru

Jika dokter mencurigai adanya sel abnormal dalam paru, berikut ini sejumlah prosedur medis yang dilakukan untuk memastikan diagnosis:

  • Tes pencitraan. Prosedur ini dapat mengetahui adanya massa atau benjolan yang tidak normal.
  • Sitologi dahak. Dahak yang diperiksa di bawah mikroskop dapat mendeteksi adanya sel kanker.
  • Sampel jaringan (biopsi). Prosedur ini dilakukan dengan mengambil sampel sel abnormal di organ paru.

Dokter dapat melakukan biopsi dalam beberapa cara, seperti:

  • Bronkoskopi. Prosedur tersebut dilakukan menggunakan tabung panjang berlampu yang dimasukkan melalui tenggorokan sampai ke paru-paru.
  • Mediastinoscopy. Prosedur tersebut dilakukan dengan membuat sayatan di pangkal leher, dan memasukkan alat-alat bedah ke belakang tulang dada untuk mengambil sampel jaringan dari kelenjar getah bening.
  • Biopsi jarum. Prosedur ini dilakukan menggunakan gambar sinar X atau CT untuk memandu jarum, melalui dinding dada dan masuk ke jaringan paru-paru untuk mengambil sel abnormal.

Biopsi juga diambil dari kelenjar getah bening atau area lain ketika sel kanker sudah menyebar ke area sekitarnya. Analisis yang cermat terhadap sel kanker dapat mengungkapkan jenis yang dimiliki. Hal tersebut dapat membantu menentukan prognosis dan mempermudah dokter melakukan langkah perawatan.

Pengobatan Kanker Paru

Dalam beberapa kasus, pasien tidak ingin menjalani perawatan karena efek samping pengobatan dinilai lebih besar ketimbang manfaat yang diberikan. Jika hal tersebut yang menjadi keinginan pasien, dokter mungkin akan menyarankan perawatan untuk mengobati gejalanya saja.

Sedangkan beberapa langkah untuk menghilangkan sel abnormal kanker dari dalam tubuh dapat dilakukan dengan sejumlah prosedur berikut:

  1. Operasi

Prosedur dilakukan dengan mengangkat sel abnormal kanker, yang dilakukan dengan beberapa langkah berikut:

  • Reseksi baji untuk mengangkat bagian kecil paru-paru yang mengandung tumor bersama dengan margin jaringan sehat.
  • Reseksi segmental untuk mengangkat sebagian besar paru-paru, tetapi tidak seluruh lobus.
  • Lobektomi untuk mengangkat seluruh lobus satu paru-paru.
  • Pneumonektomi untuk mengangkat seluruh paru-paru.
  1. Terapi Radiasi

Terapi radiasi dilakukan menggunakan sinar energi bertenaga tinggi dari sinar X dan proton untuk membunuh sel kanker. Selama terapi radiasi, pasien diminta untuk berbaring di atas meja khusus. Mesin akan bergerak dengan sendirinya di sekitar pasien dan mengarahkan ke titik di mana sel kanker tubuh.

Bagi pasien dengan kondisi parah, terapi ini dapat dilakukan sebelum atau setelah operasi. Prosedur ini biasanya dikombinasikan dengan perawatan kemoterapi. Jika operasi bukanlah pilihan, kombinasi kemoterapi dan terapi radiasi mungkin menjadi kombinasi pengobatan yang disarankan.

  1. Kemoterapi

Kemoterapi dilakukan menggunakan obat-obatan untuk membunuh sel kanker. Obat diberikan melalui pembuluh darah di lengan atau diminum. Kombinasi obat biasanya diberikan dalam serangkaian perawatan selama beberapa minggu atau bulan, dengan jeda di antaranya.

Kemoterapi sering digunakan setelah operasi untuk membunuh sel kanker yang mungkin tersisa. Prosedur ini dapat dilakukan sendiri atau dikombinasikan dengan terapi radiasi. Kemoterapi juga dapat digunakan sebelum operasi untuk mengecilkan kanker dan membuatnya lebih mudah untuk diangkat.

  1. Radioterapi Tubuh Stereotactic

Radioterapi tubuh stereotactic, juga dikenal sebagai radiosurgery, yaitu prosedur pengobatan radiasi intensif yang mengarahkan banyak sinar radiasi dari berbagai sudut ke arah kanker. Perawatan radioterapi tubuh stereotactic biasanya dilakukan dalam beberapa sesi, tergantung tingkat keparahan kanker.

  1. Terapi Obat

Terapi obat yang dilakukan akan terfokus pada kelainan spesifik dalam sel kanker. Dengan memblokir kelainan ini, perawatan obat yang ditargetkan dapat menyebabkan sel kanker mati.  Langkah pengobatan ini biasanya diberikan pada pasien dengan kanker stadium lanjut atau rekuren.

  1. Imunoterapi

Imunoterapi dilakukan menggunakan sistem kekebalan tubuh untuk melawan kanker. Sistem kekebalan tubuh yang berfungsi untuk melawan penyakit mungkin tidak menyerang kanker, karena protein yang diproduksi oleh sel kanker menyembunyikannya. Imunoterapi bekerja dengan mengganggu proses itu.

  1. Perawatan Paliatif

Orang dengan kanker paru sering mengalami tanda dan gejala kanker, serta efek samping pengobatan. Perawatan suportif, juga dikenal sebagai perawatan paliatif, adalah bidang khusus kedokteran yang melibatkan kerja sama dengan dokter untuk meminimalisir munculnya tanda dan gejala.

Komplikasi Kanker Paru

Kanker paru yang dibiarkan tanpa penanganan bisa menimbulkan beberapa komplikasi, antara lain: 

  • Sesak napas. Kondisi ini terjadi akibat kanker memblokir saluran udara utama, sehingga menyebabkan cairan menumpuk di sekitar paru-paru.
  • Rasa sakit. Kondisi ini terjadi akibat kanker telah menyebar ke lapisan paru-paru atau ke area tubuh lain, seperti tulang.
  • Cairan di dada (efusi pleura). Kondisi ini terjadi akibat penumpukan cairan di ruang yang mengelilingi paru-paru (pleura).
  • Metastasis. Kondisi ini terjadi ketika sel kanker sudah menyebar ke bagian tubuh yang lain, seperti otak dan tulang.

Pencegahan Kanker Paru

Tidak ada cara pasti untuk mencegah kanker. Namun, kamu dapat menurunkan risikonya dengan melakukan beberapa langkah berikut ini:

  • Berhenti merokok. Jika terlalu sulit berhenti, kamu bisa meminta bantuan ahli medis untuk melakukan terapi.
  • Hindari asap rokok. Jika tinggal atau bekerja dengan seorang perokok, jauhi saat mereka membakar rokok.
  • Hindari karsinogen. Caranya dapat dilakukan dengan menggunakan masker wajah di mana pun.
  • Konsumsi buah dan sayuran. Keduanya merupakan sumber vitamin dan nutrisi terbaik yang dapat menurunkan risiko kanker.
  • Berolahraga. Lakukan secara teratur, setidaknya 150 menit dalam seminggu atau 30 menit dalam sehari.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika mengalami tanda yang disebutkan di atas, segera buat janji rumah sakit untuk memeriksakan diri ke dokter. Jangan tunggu gejala hingga parah dan mengganggu aktivitas yang kamu lakukan. Jika kamu membutuhkan informasi lain seputar kesehatan, silahkan download Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Lung cancer.
National Health Service UK. Diakses pada 2022. Lung cancer.
American Cancer Society. Diakses pada 2022. Lung cancer.
Cancer Research UK. Diakses pada 2022. Lung cancer.