Paru-paru

Ditinjau oleh: dr. Fitrina Aprilia

Pengertian Paru-Paru

Paru-paru merupakan organ respirasi (pernapasan) yang berhubungan dengan sistem pernapasan dan sirkulasi (peredaran darah) dalam tubuh vertebrata yang bernapas dengan udara. Fungsinya adalah menukar oksigen dari udara dengan karbon dioksida dari darah. Prosesnya disebut "pernapasan eksternal" atau bernapas. Jika paru-paru terganggu fungsinya, kesehatan tubuh manusia bisa terpengaruh secara keseluruhan.

Meskipun sepasang, paru-paru kanan dan kiri punya ciri yang berbeda. Contohnya, paru-paru kiri orang dewasa umumnya berbobot sekitar 325550 gram dan yang kanan bobotnya sekitar 375600 gram. Untuk anatomi, paru-paru kanan memiliki tiga bagian (lobus) yang berbeda. Sementara paru-paru bagian kiri memiliki dua bagian lobus. Berdasarkan hal itu, paru-paru kanan memiliki ukuran dan berat yang lebih besar dibanding paru-paru kiri.

Baca juga: Gejala Berupa Sesak Napas, Bronkitis Sering Dikira Asma

 

Bagian Paru-Paru

1. Pleura

Pleura merupakan membran tipis berlapis ganda yang melapisi paru-paru. Lapisan ini mengeluarkan cairan (pleural fluid) yang disebut dengan cairan serous yang berfungsi untuk melumasi bagian dalam rongga paru agar tidak mengiritasi paru saat mengembang dan berkontraksi saat bernapas.

2. Bronkus

Bronkus adalah cabang batang tenggorokan yang terletak setelah tenggorokan (trakhea) sebelum paru-paru. Sebagai saluran udara, bronkus memastikan udara masuk dengan baik dari trakea ke alveolus. Bagian ini berfungsi untuk mencegah infeksi bakteri penyebab penyakit.

3. Bronkiolus

Bronkiolus adalah cabang dari bronkus yang berfungsi untuk menyalurkan udara dari bronkus ke alveoli. Fungsi lain  dari bonkiolus adalah mengontrol jumlah udara yang masuk dan keluar ketika proses bernapas berlangsung.

4. Alveoli

Alveoli merupakan rongga cekung yang dikelilingi oleh kapiler kecil. Alveoli memiliki peran sebagai tempat oksigen dan karbon dioksida saling bertukar. Setelah oksigen diserap, darah akan mengalirkan karbon dioksida menuju alveoli untuk dihembuskan keluar. Karbon dioksida sendiri dianggap sebagai limbah dalam tubuh. Pertukaran antara oksigen dan karbon dioksida tersebut terjadi pada dinding alveoli dan kapiler yang sangat tipis.

5. Jaringan Interstisial Paru

Jaringan interstisial paru, yaitu jaringan diluar saluran udara (bronkus-bronkhiolus-alveoli) lebih baik lagi jika ada gambarnya, agar lebih mengerti beda jaringan interstisial dan saluran udara dalam paru.

 

Penyakit yang Menyerang Paru-Paru

Terdapat beberapa penyakit yang umumnya menyerang sistem pernapasan akibat terganggunya fungsi paru-paru, yaitu:

  • Bronkitis. Penyakit pernapasan yang terjadi akibat infeksi saluran pernapasan atas dan biasanya disebabkan oleh virus.

  • Pneumonia. Gangguan pernapasan yang menyebabkan peradangan pada bagian terkecil dari paru-paru, yaitu bronkiolus dan jaringan alveolar.

  • Asma. Penyakit ini biasanya disebabkan peradangan pada saluran pernapasan. Peradangan tersebut akan menyebabkan pembengkakan dan penyempitan saluran napas. Udara yang seharusnya mengalir ke paru-paru menjadi terhambat.

  • Tuberkulosis. Infeksi bakteri yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis yang menyerang dan merusak jaringan tubuh manusia. Bakteri tersebut dapat ditularkan melalui saluran udara. TBC umumnya akan menyerang paru-paru, tetapi juga berisiko untuk menyebar ke kelenjar getah bening, tulang, sistem saraf pusat, jantung, dan organ lainnya.

Baca juga: Dari Kecil Sering Naik Motor, Waspada Ancaman Bronkitis

 

Menjaga Kesehatan Paru-paru

  • Berhenti merokok. Sebab, merokok merupakan penyebab utama penyakit paru-paru, seperti kanker paru dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Selain berhenti merokok, kamu dianjurkan untuk menghindari paparan asap rokok. Alasannya karena, perokok pasif yang menghirup asap rokok memiliki risiko penyakit yang sama dengan perokok aktif.

  • Mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir. Risiko terinfeksi virus dan bakteri dapat dihindari dengan mencuci tangan setiap sebelum makan, sesudah makan dan sesudah buang air.

  • Menghindari polusi udara dan menjaga kebersihan udara. Polusi udara dapat menyebabkan iritasi hingga menghancurkan jaringan paru-paru. Bahkan, polusi udara pada tingkatan yang rendah dapat menyebabkan masalah bagi kesehatan.

  • Rutin berolahraga. Melakukan aktifitas fisik (seperti berolahraga) secara rutin minimal 30 menit setiap hari dapat menjaga kesehatan paru-paru, menjaga kestabilan emosi, dan membantu mengelola stres.

Baca juga: 4 Kebiasaan Sehat untuk Mencegah Kanker Paru

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika memiliki beberapa gejala gangguan pernapasan yang berlangsung selama beberapa minggu atau menjadi lebih parah, segera kunjungi dokter. Jangan hanya menganggap itu sebagai penyakit biasa, penanganan yang cepat dan tepat akan menghindari kamu dari komplikasi berbahaya. Kamu bisa memilih dokter yang sesuai dengan kebutuhan di rumah sakit pilihan kamu melalui Halodoc.

 

Referensi:
Livescience.com (Diakses pada 2019). Lungs: Facts, Function and Diseases
Diperbarui pada 20 Agustus 2019