Kanker Rektum

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Kanker Rektum

Kanker rektum adalah pertumbuhan tidak beraturan dari sel-sel di rektum. Kanker rektum adalah salah satu kanker ganas pada manusia yang sering terjadi dan jenis kanker paling umum kedua pada kanker usus besar. Kanker kolorektal, kanker yang terdapat pada kolon dan rektum, adalah kanker paling umum kedua dalam seluruh kanker.

Rektum terpapar pada feses yang lebih terkonsentrasi secara langsung. Selain itu, zat yang tidak tercerna bepergian melalui usus besar dilapisi dengan lendir alkali. Perbedaan tingkat pH di usus besar dan rektum juga dapat mempengaruhi kerentanan terhadap faktor lingkungan. Oleh karena itu, berbagai faktor risiko dapat terlibat dalam tumor ini.

 

Faktor Risiko Kanker Rektum

Beberapa faktor risiko untuk kanker kolorektal meliputi:

  • Memiliki riwayat keluarga kanker usus besar atau rektum pada kerabat tingkat pertama (orang tua, saudara kandung, atau anak);
  • Memiliki riwayat kanker usus besar, rektum, atau indung telur;
  • Memiliki riwayat polip kolorektal yang berukuran 1 sentimeter atau lebih besar;
  • Memiliki riwayat kolitis ulserativa kronis atau penyakit Crohn;
  • Minum tiga atau lebih minuman beralkohol per hari;
  • Merokok;
  • Ras, kanker rektum lebih banyak dijumpai pada orang berkulit hitam; dan
  • Obesitas

 

Penyebab Kanker Rektum

Para peneliti telah menemukan beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kanker rektum, tetapi masih belum jelas bagaimana semua faktor ini dapat menyebabkan kanker. Diduga kanker disebabkan oleh perubahan DNA di dalam sel-sel tubuh kita atau disebut sebagai mutasi DNA. Mutasi dari DNA menyebabkan sel-sel tumbuh tidak beraturan, tidak terkendali, dan bentuk sel-sel yang tumbuh tidak seperti sel normal. 

 

Gejala Kanker Rektum

Tanda dan gejala dibawah ini dapat ditemukan pada kanker rektum, antara lain:

  • Perubahan kebiasaan buang air besar;
  • Terdapat lendir atau darah saat buang air besar. Darah dapat berupa gumpalan darah atau bercak darah pada tinja;
  • Diare atau sembelit secara bergantian;
  • Merasa tidak puas setelah buang air besar atau merasa tidak kosong sepenuhnya;
  • Kotoran yang lebih kecil atau memiliki bentuk yang berbeda dari biasanya;
  • Perut tidak nyaman seperti merasa ada gas, kembung, perasaan penuh, atau kram;
  • Nafsu makan menurun;
  • Penurunan berat badan tanpa alasan yang jelas; dan
  • Merasa sangat lelah.

 

Diagnosis Kanker Rektum

Untuk mendiagnosis kanker rektum, dokter akan menanyakan riwayat penyakit secara terperinci, kebiasaan-kebiasaan tertentu atau mencari faktor risiko terkait dengan kanker rektum. Kemudian, melakukan pemeriksaan fisik. Beberapa pemeriksaan yang dapat menunjang diagnosis pada seseorang yang dicurigai mengidap kanker rektum, meliputi:

  • Pemeriksaan Rektum Digital : Dokter akan memasukkan jari yang dilumasi, bersarung tangan ke dalam anus untuk meraba dinding rektum untuk merasakan adanya benjolan atau hal lain abnormal, seperti adanya darah pada sarung tangan setelah pemeriksaan ini.
  • Kolonoskopi : Prosedur untuk melihat ke dalam rektum dan usus besar menggunakan selang berkamera untuk melihat dinding rektum dan usus besar atau kolon. Dari pemeriksaan ini dapat dideteksi adanya massa, termasuk polip, area abnormal, atau kanker.
  • Biopsi: Pengangkatan sebagian kecil jaringan yang dianggap tidak normal pada jaringan rektum kemudian dilihat di bawah mikroskop untuk memeriksa tanda-tanda kanker. 
  • Pemeriksaan Petanda Tumor Carcinoembryonic antigen (CEA) : CEA dilepaskan ke aliran darah dari sel kanker dan sel normal. Ketika ditemukan dalam jumlah yang lebih tinggi dari normal, itu bisa menjadi petanda kanker rektum atau kondisi lainnya.
  • Pemeriksaan pencitraan lainnya : CT Scan, MRI, dan PET Scan dapat digunakan untuk membantu mendiagnosis kanker rektum.

Dari pemeriksaan penunjang di atas, dapat ditentukan stadium kanker rektum untuk menentukan pengobatan yang akan dilakukan. Stadium dari kanker rektum secara sederhana, dapat dibagi menjadi

  • Stadium 0 : Kanker rektum terbatas pada mukosa dalam rektum.
  • Stadium 1 : kanker telah tumbuh ke lapisan yang lebih dalam dari mukosa rektum, yaitu pada dinding rektum tetapi belum menyebar ke luar rektum itu sendiri
  • Stadium 2 : kanker telah tumbuh menginvasi dinding rektum dan jaringan sekitarnya, tetapi belum menyebar ke kelenjar getah bening.
  • Stadium 3 : kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening di sekitarnya tetapi tidak ke organ lain.
  • Stadium 4 : kanker telah menyebar ke organ dan jaringan yang jauh seperti hati atau paru-paru atau disebut dengan metastasis jauh.

 

Pengobatan Kanker Rektum

  • Pengobatan Kanker Rektum Stadium 0

Pilihan pengobatan untuk kanker rektum stadium 0 adalah dengan operasi pengangkatan jaringan rektum yang tidak normal.

  • Pengobatan Kanker Rektum Stadium I

Pengobatan kanker rektum stadium I pilihan utamanya adalah pembedahan. Perawatan tambahan biasanya tidak diperlukan setelah operasi ini, kecuali jika ditemukan sel-sel kanker pada jaringan sekitar yang terlihat sehat pada pemeriksaan biopsi setelah jaringan diangkat saat prosedur pembedahan. Kombinasi kemoterapi dan terapi radiasi biasanya diberikan. 5-FU dan capecitabine adalah obat kemoterapi yang paling sering digunakan.

  • Pengobatan Kanker Rektum Stadium II

Kebanyakan kanker rektum stadium II pilihan pengobatannya adalah dengan kombinasi kemoterapi, terapi radiasi, dan pembedahan. Kemoterapi dan terapi radiasi dapat dilakukan sebelum dan setelah pembedahan.

  • Pengobatan Kanker Rektum Stadium III

Pilihan pengobatan untuk kanker rektum stadium III adalah dengan kombinasi kemoterapi, terapi radiasi, dan pembedahan luas, termasuk pengangkatan kelenjar limfe sekitarnya yang terkena ataupun kelenjar limfe yang masih terlihat normal.

Kemoterapi dapat diberikan bersamaan dengan terapi radiasi, disebut kemoradiasi terlebih dahulu sebelum dilakukan pembedahan. Dengan cara seperti ini dapat mengecilkan kanker sehingga lebih mudah untuk mengangkat tumor ini. Setelah operasi, kemoterapi diberikan kembali, biasanya sekitar 6 bulan. Regimen kemoterapi disesuaikan dengan kebutuhan pengidap.

  • Pengobatan Kanker Rektum Stadium IV

Pilihan pengobatan untuk kanker stadium IV tergantung pada seberapa luas kanker itu. Jika ada kemungkinan semua kanker dapat diangkat (misalnya, hanya ada beberapa tumor di hati atau paru-paru), pilihan perawatan meliputi:

  • Pembedahan untuk mengangkat tumor rektum dan tumor yang jauh, diikuti oleh kemoterapi (dan / atau terapi radiasi dalam beberapa kasus);
  • Kemoterapi diikuti dengan operasi untuk mengangkat tumor rektum dan tumor yang jauh, biasanya diikuti oleh kemoradiasi setelah operasi;
  • Kemoradiasi, diikuti dengan operasi untuk mengangkat tumor rektum dan tumor yang jauh. Kemudian diikuti oleh lebih banyak kemoterapi; dan
  • Kemoradiasi, diikuti dengan pembedahan untuk mengangkat tumor rektum dan tumor yang jauh. Ini mungkin diikuti oleh kemoterapi.

Jika kanker rektum tidak dapat diangkat sepenuhnya dengan operasi, pilihan pengobatan tergantung pada apakah kanker menyebabkan penyumbatan usus. Jika ya, operasi mungkin diperlukan segera. Jika tidak, kanker akan diobati dengan kemoterapi tanpa operasi. Kemoterapi dapat dilakukan beberapa siklus.

 

Pencegahan Kanker Rektum

Berbagai upaya pencegahan kanker rektum, antara lain:

  • Mengangkat polip rektum. Hampir semua kanker rektum berkembang dari polip rektum, yang merupakan pertumbuhan jinak di dinding rektum. Deteksi dan pengangkatan polip-polip ini dengan kolonoskopi mengurangi risiko terkena kanker rektum. 
  • Melakukan skrining kanker rektum berdasarkan riwayat medis dan keluarga. Skrining biasanya dimulai pada usia 45 pada pengidap dengan risiko rata-rata, atau pada usia yang lebih muda pada pengidap dengan risiko lebih tinggi untuk kanker rektum.
  • Diet tinggi serat (biji-bijian, buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan) dan rendah lemak adalah dapat membantu mencegah kanker rektum.

 

Kapan Harus ke Dokter

Jika keluarga atau kerabat memiliki gejala-gejala proktitis sebaiknya diskusikan dengan dokter. Bila kamu ingin melakukan pemeriksaan, bisa langsung membuat janji dengan dokter pilihan di rumah sakit terdekat dengan domisilimu di sini.