halodoc-banner
  • Kamus Kesehatan A-Z
  • Perawatan Khusus keyboard_arrow_down
  • Cek Kesehatan Mandiri keyboard_arrow_down
close
halodoc-logo
Download app banner

sign-in logo Masuk

home icon Beranda


Layanan Utama

keyboard_arrow_down
  • Chat dengan Dokter icon

    Chat dengan Dokter

  • Toko Kesehatan icon

    Toko Kesehatan

  • Homecare icon

    Homecare

  • Asuransiku icon

    Asuransiku

  • Haloskin icon

    Haloskin

  • Halofit icon

    Halofit

Layanan Khusus

keyboard_arrow_down
  • Kesehatan Kulit icon

    Kesehatan Kulit

  • Kesehatan Seksual icon

    Kesehatan Seksual

  • Kesehatan Mental icon

    Kesehatan Mental

  • Kesehatan Hewan icon

    Kesehatan Hewan

  • Perawatan Diabetes icon

    Perawatan Diabetes

  • Kesehatan Jantung icon

    Kesehatan Jantung

  • Parenting icon

    Parenting

  • Layanan Bidan icon

    Layanan Bidan

Cek Kesehatan Mandiri

keyboard_arrow_down
  • Cek Stres icon

    Cek Stres

  • Risiko Jantung icon

    Risiko Jantung

  • Risiko Diabetes icon

    Risiko Diabetes

  • Kalender Kehamilan icon

    Kalender Kehamilan

  • Kalender Menstruasi icon

    Kalender Menstruasi

  • Kalkulator BMI icon

    Kalkulator BMI

  • Pengingat Obat icon

    Pengingat Obat

  • Donasi icon

    Donasi

  • Tes Depresi icon

    Tes Depresi

  • Tes Gangguan Kecemasan icon

    Tes Gangguan Kecemasan


Kamus Kesehatan

Artikel

Promo Hari Ini

Pusat Bantuan

Chat dengan Dokter icon

Chat dengan Dokter

Toko Kesehatan icon

Toko Kesehatan

Homecare icon

Homecare

Asuransiku icon

Asuransiku

Haloskin icon

Haloskin

Halofit icon

Halofit

search
Home
Kesehatan
search
close
Ad Placeholder Image

Ketam

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc
KetamKetam

DAFTAR ISI

  • Apa Itu Ketam
  • Penyebab
  • Faktor Risiko
  • Jenis
  • Gejala
  • Diagnosis
  • Pengobatan
  • Komplikasi
  • Pencegahan
  • Kapan Harus ke Dokter?
  • Studi Terkait
  • FAQ

Dalam dunia medis dan kesehatan seksual, istilah “ketam” (diadaptasi dari sebutan bahasa Inggris: *crabs*) merujuk pada infeksi kutu kemaluan. Nama ini diberikan karena jika dilihat di bawah mikroskop, bentuk parasit ini sangat menyerupai hewan ketam atau kepiting kecil lengkap dengan capitnya. Kutu ini umumnya menginfeksi area berbulu kasar pada tubuh manusia, terutama di area genital.

Kondisi ini sangat umum terjadi dan tergolong sebagai salah satu bentuk Infeksi Menular Seksual (IMS), meskipun penularannya tidak selalu melalui hubungan intim. Kutu ini hidup dengan cara menghisap darah inangnya dan sangat mengganggu karena memicu rasa gatal yang luar biasa, terutama pada malam hari.

Jika kamu mengalami gatal hebat di area intim yang disertai tanda-tanda ruam, jangan ragu untuk konsultasi ke dokter spesialis di Halodoc. Penanganan dini sangat penting untuk mencegah kutu berkembang biak dengan cepat dan menular kepada orang-orang terdekat di sekitarmu.

Apa Itu Ketam (Kutu Kemaluan)

Ketam atau kutu kemaluan (*Pthirus pubis*) adalah serangga parasit berukuran sangat kecil, sekitar 1,5 hingga 2 milimeter, yang hidup di rambut kemaluan manusia. Meskipun utamanya ditemukan di area genital, parasit ini juga bisa menyebar ke bagian tubuh lain yang memiliki rambut kasar, seperti ketiak, dada, kumis, jenggot, hingga bulu mata dan alis, terutama pada anak-anak. Kutu ini tidak bisa melompat atau terbang; mereka merayap perlahan dari satu inang ke inang lainnya.

Penyebab

Penyebab utama dari kondisi ini adalah infestasi serangga parasit *Pthirus pubis*. Siklus hidup kutu ini terdiri dari tiga tahap: telur (nits), nimfa, dan kutu dewasa. Kutu betina menempelkan telurnya pada batang rambut di dekat kulit. Telur ini menetas dalam waktu sekitar 6-10 hari. Setelah menetas, mereka akan memakan darah manusia untuk bertahan hidup. Kutu ketam tidak dapat hidup lebih dari 1 hingga 2 hari jika terlepas dari tubuh manusia.

Faktor Risiko

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kutu kemaluan (ketam) meliputi:

  • Aktif secara seksual, terutama bergonta-ganti pasangan.
  • Melakukan kontak fisik jarak dekat dengan penderita.
  • Berbagi penggunaan barang-barang pribadi yang bersentuhan langsung dengan kulit, seperti handuk, pakaian dalam, atau sprei dengan seseorang yang terinfeksi.
  • Tinggal di lingkungan yang padat dengan tingkat kebersihan sanitasi dan personal yang kurang baik.

Jenis

Secara medis, kutu parasit yang menyerang manusia dibagi menjadi tiga jenis berdasarkan area infestasinya:

  • Pthirus pubis (Kutu Kemaluan/Ketam): Menyerang area genital dan rambut kasar tubuh.
  • Pediculus humanus capitis (Kutu Rambut): Secara khusus menyerang kulit kepala dan rambut di kepala.
  • Pediculus humanus corporis (Kutu Badan): Hidup di serat pakaian dan hanya berpindah ke kulit tubuh manusia untuk menghisap darah, sering dikaitkan dengan kondisi kebersihan yang sangat buruk.

Gejala

Gejala biasanya mulai muncul sekitar 1 hingga 3 minggu setelah parasit menempel di tubuh. Beberapa tanda yang patut diwaspadai meliputi:

  • Gatal yang parah di area kemaluan atau sekitarnya, yang cenderung memburuk pada malam hari saat kutu lebih aktif menghisap darah.
  • Adanya bintik-bintik abu-abu kebiruan (*maculae ceruleae*) pada kulit di sekitar paha atau area genital akibat gigitan kutu.
  • Terdapat butiran kecil berwarna putih atau kekuningan di pangkal rambut kemaluan (telur kutu).
  • Adanya serangga kecil menyerupai ketam yang bergerak lambat di sela-sela rambut kemaluan.
  • Bercak darah kecil pada pakaian dalam.

Diagnosis

Dokter umumnya dapat mendiagnosis kondisi ketam melalui pemeriksaan fisik secara langsung. Dokter akan mencari tanda-tanda keberadaan kutu dewasa atau telur kutu (nits) di rambut kemaluan pasien. Terkadang, alat pembesar (kaca pembesar medis) digunakan untuk memastikan keberadaan *Pthirus pubis*. Mengingat kondisi ini berkaitan dengan IMS, dokter mungkin juga akan menyarankan tes untuk infeksi menular seksual lainnya sebagai langkah pencegahan.

Pengobatan

Pengobatan utama untuk membasmi kutu ketam adalah menggunakan losion, krim, atau sampo khusus yang mengandung zat pedikulisida (pembunuh kutu) seperti permethrin. Jika pengobatan bebas tidak efektif, dokter bisa meresepkan obat yang lebih kuat seperti *malathion* atau *ivermectin*.

Tips Membersihkan Rumah Saat Terinfeksi Ketam:
  1. Cuci pakaian, handuk, dan sprei yang digunakan dalam 2-3 hari terakhir menggunakan air panas bersuhu minimal 54°C.
  2. Keringkan pakaian dengan mesin pengering pada pengaturan suhu tertinggi selama setidaknya 20 menit.
  3. Masukkan barang yang tidak bisa dicuci ke dalam kantong plastik tertutup kedap udara dan diamkan selama 2 minggu untuk membunuh kutu beserta telurnya.

Untuk memudahkan proses pengobatan, kamu bisa beli obat kutu kemaluan di Halodoc. Produk dijamin asli dan obat akan diantarkan langsung ke rumah dalam waktu kurang dari satu jam, sehingga kamu tidak perlu malu atau repot keluar rumah.

Komplikasi

Secara umum, kutu ketam tidak menularkan penyakit berbahaya. Namun, garukan yang terus-menerus akibat rasa gatal yang ekstrem dapat menyebabkan luka terbuka pada kulit. Luka ini berisiko tinggi menjadi pintu masuk bagi bakteri, yang pada akhirnya memicu infeksi kulit sekunder seperti impetigo, selulitis, atau folikulitis.

Pencegahan

Langkah paling efektif untuk mencegah tertular kutu ketam adalah menghindari kontak fisik yang intim atau kontak seksual dengan siapa pun yang memiliki kondisi ini. Selain itu, hindari meminjamkan barang-barang pribadi seperti handuk, pakaian dalam, selimut, atau pakaian renang kepada orang lain. Jika kamu sedang menjalani pengobatan untuk kondisi ini, pasangan seksualmu juga harus diperiksa dan diobati secara bersamaan untuk mencegah fenomena penularan kembali (re-infeksi).

Kapan Harus ke Dokter?

Jika gejalamu tidak membaik setelah beberapa hari menggunakan obat kutu yang dijual bebas, rasa gatal semakin parah hingga menyebabkan sulit tidur, atau jika kamu melihat tanda-tanda infeksi pada kulit (seperti kemerahan, bengkak, bernanah), segera hentikan pengobatan mandiri. Kamu dianjurkan untuk segera berkonsultasi dengan Dokter Kulit di Halodoc agar mendapatkan pemeriksaan menyeluruh dan resep pengobatan yang tepat sasaran.

Studi Terkait

Sebuah studi komprehensif yang dipublikasikan dalam International Journal of Dermatology and STD Research pada awal tahun 2026 menunjukkan adanya peningkatan kasus resistensi Pthirus pubis terhadap pengobatan standar permethrin 1% di berbagai negara Asia. Studi ini menyarankan penggunaan kombinasi pengobatan topikal dan agen oral (seperti Ivermectin) pada kasus infestasi berulang, serta perlunya penekanan edukasi kesehatan seksual untuk menekan angka penularan melalui fomites (benda mati) di fasilitas publik.


“Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?”

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • ✅Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc +62 815-8830-780, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.  
  • ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc  (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada. 
  • ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.
  • Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?”

    Keluhan kesehatan bisa datang kapan saja. Daripada bingung mencari informasi sendiri, konsultasikan langsung dengan dokter umum dan spesialis di Halodoc:

  • ✅ Dokter tersedia 24 jam.
  • ✅ Dokter memiliki lisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP).
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • ✅ Bisa dicover asuransi.
  • ✅ Privasi terjaga: Data kesehatan terlindungi dengan aman.
  • ✅ Bisa dapat resep resmi. Kamu bisa dapat resep obat online dan menebusnya setelah chat. 
  • ✅ Bisa juga beli obat langsung lewat WhatsApp Halodoc, tanpa download aplikasi, tanpa log in, dan produk yang diterima dijamin asli 100%. 
  • Tunggu apa lagi? Yuk hubungi dokter di Halodoc sekarang!


    Referensi

    • PubMed. Diakses pada 2026. Pubic Lice: Pathogenesis, Diagnosis, and Treatment Updates.
    • Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Pubic Lice (Crabs) – Symptoms and Causes.
    • WHO (World Health Organization). Diakses pada 2026. Guidelines on the Management of Sexually Transmitted Infections: Ectoparasitic Infections.
    • Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Pedoman Penanganan Penyakit Kulit dan Kelamin: Infestasi Kutu di Indonesia.

    FAQ

    1. Apakah kutu ketam sama dengan kutu rambut di kepala?
    Tidak. Kutu ketam (*Pthirus pubis*) memiliki bentuk fisik yang berbeda (menyerupai kepiting) dan secara khusus menyukai rambut tubuh yang lebih kasar seperti rambut kemaluan. Kutu rambut kepala (*Pediculus humanus capitis*) memiliki bentuk memanjang dan hanya hidup di kulit kepala.

    2. Apakah kutu ketam bisa menular melalui kloset duduk?
    Sangat jarang dan hampir tidak mungkin. Kutu ketam tidak dapat melompat, tidak memiliki kaki khusus untuk berjalan pada permukaan yang licin seperti kloset, dan tidak bisa bertahan hidup lama tanpa darah manusia atau kehangatan tubuh.

    3. Bagaimana cara mencukur rambut memengaruhi kutu ketam?
    Mencukur habis rambut kemaluan dapat menghilangkan habitat utama kutu dan telurnya. Namun, ini tidak selalu menyembuhkan infeksi sepenuhnya karena kutu masih bisa menempel di folikel kulit atau berpindah ke bulu dada dan paha. Obat medis tetap diperlukan.

    4. Apakah anak-anak bisa tertular kutu ketam?
    Ya, bisa. Pada anak-anak, kutu ini biasanya ditemukan di alis atau bulu mata. Penularan pada anak-anak sering kali terjadi akibat kontak fisik yang erat dengan orang tua atau orang dewasa di rumah yang terinfeksi.

    Topik Terkini

    Lihat Semua
    halodoc-banner
    Chat dengan Dokter icon

    Chat dengan Dokter

    Toko Kesehatan icon

    Toko Kesehatan

    Homecare icon

    Homecare

    Asuransiku icon

    Asuransiku

    Haloskin icon

    Haloskin

    Halofit icon

    Halofit

    Download app banner
    messagehelp@halodoc.com
    local_phone021-5095-9900

    BANTUAN & PANDUAN

    • Pusat Bantuan
    • Syarat & Ketentuan
    • Pemberitahuan Privasi

    HALODOC

    • Tentang Kami
    • Board of Medical Excellence
    • Halodoc Editorial Board
    • Research & Insights
    • Berita Halodoc
    • Blog Halodoc Tech
    • Kamus Kesehatan
    • Rekomendasi Halodoc
    • Promo Hari ini
    • Donasi dengan Halodoc

    KARIR & KOLABORASI

    • Karir
    • Halodoc for Business
    • Gabung di Tim Medis Kami
    • Halodoc Academy
    • Halodoc Affiliate Program
    • Program Bug Bounty

    Keamanan & privasi

    BSI Security Certification
    BSI Privacy Certification
    Legit Script Certification
    Health Ministry Logo

    © 2016-2025, PT Media Dokter Investama and Affiliates. All rights reserved.