Ketoasidosis Diabetik

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Ketoasidosis Diabetik

Ketoasidosis diabetik adalah suatu kondisi dari komplikasi diabetes mematikan, akibat tingginya produksi asam darah tubuh yang disebut keton. Kondisi ini timbul ketika tubuh tidak menghasilkan insulin yang cukup untuk menyerap glukosa ke dalam sel-sel tubuh untuk mengubah glukosa menjadi tenaga. Ketoasidosis diabetik umum dijumpai pada pengidap diabetes tipe 1, dan cukup jarang ditemui pada kasus diabetes tipe 2.

Baca juga: Ini Bedanya Ketoasidosis Alkoholik dan Ketoasidosis Diabetik

 

Faktor Risiko Ketoasidosis Diabetik

Beberapa faktor risiko ketoasidosis diabetik, antara lain:

  • Pengidap diabetes tipe 1.

  • Sering melewatkan pengobatan insulin.

  • Sedang mengalami infeksi.

  • Trauma fisik atau emosional.

  • Kecanduan alkohol.

  • Penyalahgunaan obat, terutama kokain.

  • Obat-obatan, seperti kortikosteroid dan diuretik.

  • Serangan jantung.

  • Menstruasi dan kehamilan.

 

Penyebab Ketoasidosis Diabetik

Penyebab ketoasidosis diabetik adalah terhentinya penyerapan gula darah ke dalam sel-sel untuk menghasilkan tenaga yang disebabkan oleh kurangnya insulin dalam tubuh. Beberapa pemicu kondisi ini, antara lain:

  • Penyakit atau infeksi yang membuat tubuh menghasilkan lebih banyak hormon, seperti adrenalin atau kortisol, yang memengaruhi kerja insulin.

  • Efek dari terapi insulin yang dapat menurunkan kadar insulin dalam tubuh.

  • Gangguan fisik atau mental.

  • Serangan jantung.

  • Penyalahgunaan alkohol atau obat-obatan.

  • Obat-obatan tertentu seperti kortikosteroid dan beberapa diuretik.

 

Gejala Ketoasidosis Diabetik

Beberapa gejala ketoasidosis diabetik, antara lain:

  • Frekuensi buang air kecil meningkat.

  • Merasa haus terus-menerus.

  • Kelelahan.

  • Napas berbau pembersih kutek (aseton).

  • Mual dan muntah.

  • Nyeri perut.

  • Napas cepat dan dalam.

  • Linglung, penurunan kesadaran, hingga koma.

  • Dehidrasi akibat frekuensi buang air kecil yang meningkat.

  • Gangguan keseimbangan elektrolit yang berfungsi untuk sel jantung, otot, dan saraf.

 

Diagnosis Ketoasidosis Diabetik

Untuk mendiagnosis ketoasidosis diabetik, dokter akan melakukan wawancara medis, pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan penunjang seperti:

  • Pemeriksaan darah untuk mengetahui kadar gula darah, kadar keton, tingkat keasaman darah (analisis gas darah), dan elektrolit darah.

  • Pemeriksaan urine untuk melihat kadar keton urine dan kemungkinan infeksi saluran kemih.

  • Rontgen dada untuk melihat kemungkinan pneumonia.

  • Pemeriksaan dengan alat elektrokardiografi (EKG) untuk merekam aktivitas listrik jantung.

 

Komplikasi Ketoasidosis Diabetik

Komplikasi yang dapat terjadi akibat dari pengobatan ketoasidosis diabetik adalah:

  • Rendahnya kadar gula darah (hipoglikemia) akibat pemberian insulin.

  • Rendahnya kadar kalium (hipokalemia) akibat efek samping insulin.

  • Pembengkakan otak (edema otak) akibat penurunan kadar gula darah terlalu cepat.

 

Pengobatan Ketoasidosis Diabetik

Penanganan ketoasidosis diabetik harus dilakukan di rumah sakit. Pengobatan yang umum diberikan dokter, antara lain:

  • Pemberian cairan infus untuk mengatasi dehidrasi.

  • Pemberian insulin langsung melalui infus.

  • Pemberian elektrolit tertentu, seperti kalium, natrium, dan klorida.

  • Pemberian obat-obatan lain sesuai dengan penyakit penyertanya.

 

Pencegahan Ketoasidosis Diabetik

Beberapa upaya pencegahan yang dapat dilakukan untuk mencegah ketoasidosis diabetik, antara lain:

  • Disiplin dalam mengonsumsi makanan sehat dan berolahraga.

  • Selalu monitor kadar gula darah sesuai target pengobatan.

  • Selalu dan tepat waktu minum obat diabetes atau suntik insulin.

  • Awasi jika sedang mengalami infeksi, stres, atau terserang penyakit lain, dengan monitor gula darah lebih sering dan memeriksa kadar keton dalam darah.

  • Awasi reaksi tubuh jika mengonsumsi jenis obat-obatan yang baru.

  • Cukupi kebutuhan cairan tubuh.

Baca juga: Ini Pola Makan Sehat untuk Mencegah Ketoasidosis Diabetik

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika mengalami tanda dan gejala alergi seperti di atas, segera berbicara dengan dokter untuk mengetahui penyebabnya. Penanganan yang tepat dapat meminimalisir akibat, sehingga pengobatan bisa lebih cepat dilakukan.

 

Referensi:
Harvard Health. Diakses pada 2019. Diabetic Ketoacidosis
Diperbarui pada 29 Agustus 2019