• Home
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Kista Baker

Kista Baker

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Kista Baker

Kista berarti kantong dalam tubuh yang berisi cairan. Kista baker merupakan kista yang terletak di daerah popliteal, yakni struktur anatomi tubuh yang berada di belakang lutut. Kista baker juga dikenal sebagai kista popliteal. Kista baker terjadi paling sering pada orang dewasa berusia 3570 tahun dan risiko meningkat seiring bertambahnya usia. Pada anak, kista baker  paling sering terjadi pada usia 47 tahun.

Gejala Kista Baker

Gejala kista baker berupa rasa sesak, ketidaknyamanan, dan nyeri di belakang lutut. Gejala lainnya berupa bengkak terlihat saat meluruskan lutut, tapi menghilang saat lutut ditekuk 45 derajat. Nyeri lutut dapat terjadi ketika peningkatan aktivitas. Kista dapat membesar ke otot betis dan menyebabkan kemerahan dan bengkak di kaki bagian ujung.

Apabila kista baker  pecah, terjadi peradangan yang menimbulkan nyeri, pembengkakan, dan kemerahan pada lutut dan betis. Kista pecah juga dapat menyebabkan komplikasi tambahan dan gejala berupa mati rasa, nyeri betis, bengkak di kaki bagian bawah, kelemahan jari kaki, dan nyeri yang lebih berat ketika kaki diluruskan.

Penyebab Kista Baker

Kista Baker dapat disebabkan karena cedera (misalnya cedera pada lutut) dan penyakit sendi yang menyertai (misalnya osteoarthritis, rheumatoid arthritis, infectious arthritis, synovitis, dan robekan pada bantalan tulang rawan).

Diagnosis Kista Baker

Pemeriksaan fisik dilakukan untuk diagnosis kista baker. Pengidap kista baker diminta meluruskan lutut untuk melihat adanya benjolan. Benjolan biasanya melunak ketika lutut ditekuk hingga 45 derajat akibat hilangnya ketegangan dalam kista. Pemeriksaan sendi lutut juga dilakukan secara teletang. Pemeriksaan penunjang lainnya berupa foto Rontgen, USG, dan MRI.

Pengobatan dan Efek Samping Kista Baker

Jika tidak ada gejala, pengobatan tidak diperlukan dan hanya dilakukan observasi. Pengobatan dapat berupa tindakan operasi atau tanpa operasi, tergantung tingkat keparahan gejala. Pengobatan tanpa operasi meliputi:

  • Pengaturan  istirahat dan  aktivitas. Obat anti-nyeri golongan NSAID (non-steroid antiInflamatory drugs) dapat dikonsumsi. Obat golongan ini memiliki efek samping berupa tukak lambung, gangguan fungsi trombosit, dan pada beberapa orang dapat terjadi hipersensitivitas.

  • Rehabilitasi fisik pada pasien dengan gejala ringan. Aspirasi dan injeksi steroid dengan efek samping berupa muka merah dan pengaruh pada tulang rawan.

Pengobatan dengan operasi antara lain debridement artroskopi, yaitu dekompresi kista yang tidak terlalu invasif dibandingkan eksisi kista terbuka, tapi sering mengakibatkan kekambuhan kista (terutama pada pengidap kista baker berusia lanjut). Eksisi kista terbuka tidak diindikasikan dalam kondisi sakit lutut akibat penyakit degeneratif. Jika ada kelainan sendi  lain yang mendasari, penting untuk mengobati kelainan tersebut membantu mengurangi pembesaran kista.

Pencegahan Kista Baker

Cegah kista baker menggunakan sepatu yang tepat saat  berolahraga, pemanasan sebelum berolahraga, dan segera mengobati cedera lutut yang dialami.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika mengalami benjolan di belakang lutut, periksakan ke dokter spesialis ortopedi untuk memastikan diagnosis. Gejala kista baker seringkali mirip dengan penyakit lain, seperti kelainan pembuluh darah (deep vein thrombosis/DVT), popliteal artery aneurysms, atau tumor (seperti sarkoma dan limfoma).