Kista Dermoid

Pengertian Kista Dermoid

Kista dermoid jarang terjadi dan terkait dengan perkembangan janin dalam kandungan. Kista ini seperti kantong dan ada dari saat lahir. Kista dermoid berbentuk kantong dengan isi bermacam jaringan, seperti rambut, cairan, gigi, atau kelenjar kulit. Kista dermoid umumnya jinak, tumbuh perlahan, dan tidak lunak kecuali pecah. Kista ini dapat terjadi di seluruh bagian tubuh, tapi paling sering  di daerah ovarium, skrotum, dan wajah.

 

Gejala Kista Dermoid

Gejala kista dermoid berupa benjolan kecil yang tidak nyeri. Benjolan mungkin sewarna dengan kulit, atau mungkin memiliki sedikit warna kuning.  Kista dermoid juga halus, kenyal, dan tidak lunak. Kista yang pecah dapat merusak kulit dan menyebabkan infeksi. Kista dermoid ovarium dapat berkembang pada wanita selama masa reproduksinya. Kista dermoid jenis  ini menyebabkan torsi (indung telur terpelintir), infeksi, ruptur, dan kanker.

Jika kista dermoid di ovarium telah tumbuh cukup besar, salah satu gejala yang bisa  dirasakan adalah rasa sakit di daerah panggul yang mungkin lebih terasa saat siklus menstruasi. Pada kista dermoid di tulang belakang, gejala tergantung ukuran dan lokasi kista. Gejala yang dapat terjadi antara lain kelemahan, kesemutan di lengan dan kaki, kesulitan berjalan, serta sulit mengontrol buang air kecil dan buang air besar.

 

Penyebab Kista Dermoid

Kista dermoid disebabkan adanya gangguan kongenital (hadir sejak lahir) yang terjadi selama perkembangan embrio ketika lapisan kulit tidak tumbuh bersama. Pada kista dermoid di tulang belakang, kista terjadi pada awal perkembangan embrio ketika bagian dari tabung saraf tidak menutup sepenuhnya. Tabung saraf adalah kumpulan sel yang akan menjadi otak dan sumsum tulang belakang. Wanita usia muda berisiko lebih besar mengidap kista dermoid.

 

Diagnosis Kista Dermoid

Pada pemeriksaan fisik, dokter dapat menilai jenis kista yang dekat dengan permukaan kulit, seperti kista periorbital yang terletak dekat dengan kelopak mata. Pemeriksaan penunjang berupa CT Scan dan MRI diperlukan untuk menilai kista dekat daerah sensitif, seperti mata, leher, dan tulang belakang. Tes pemindaian juga diperlukan untuk mengetahui seberapa dekat saraf yang berpotensi rusak selama operasi. Kista dermoid ovarium dapat didiagnosis dengan pemeriksaan panggul dan USG panggul. Dokter mungkin juga menggunakan USG melalui Miss V untuk menilai keberadaan kista dengan lebih jelas.

 

Pengobatan dan Efek Samping Kista Dermoid

Kista dermoid diobati dengan prosedur operasi. Ada beberapa faktor kunci yang perlu dipertimbangkan sebelum operasi, seperti riwayat kesehatan, tingkat keparahan kista, dan risiko infeksi. Kebanyakan kista dermoid tidak berbahaya, tapi kista dermoid dapat pecah dan menyebabkan infeksi pada jaringan di sekitarnya.

Kista dermoid tulang belakang yang tidak ditangani dapat tumbuh cukup besar untuk melukai sumsum tulang belakang atau saraf. Sedangkan, kista dermoid ovarium dapat tumbuh cukup besar dan memengaruhi posisi indung telur di tubuh, aliran darah ke ovarium, maupun kemampuan untuk hamil. Operasi dilakukan untuk mencegah hal tersebut. Risiko operasi berupa trauma jaringan sekitarnya, perdarahan, dan infeksi.

 

Pencegahan Kista Dermoid

Tidak ada upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah kista dermoid.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Setiap benjolan di tubuh sebaiknya diperiksakan agar dapat dipastikan apakah jenis kista yang muncul bersifat jinak atau ganas. Pada kista dermoid, pengobatan tidak bersifat darurat. Namun, kista yang meradang, sakit, menimbulkan demam, membesar, dan berubah warna sebaiknya segera dibicarakan dengan dokter.