Kista Pilonidal

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Kista Pilonidal

Kista pilonidal adalah kantong berisi cairan yang terjadi pada lokasi di bawah kulit, tepatnya dekat tulang ekor di bagian atas lipatan bokong.

Baca juga: Ini 8 Jenis Kista yang Perlu Diketahui

 

Faktor Risiko Kista Pilonidal

Kista pilonidal lebih sering terjadi pada laki-laki usia muda. Faktor risiko kista pilonidal meliputi kegemukan, memiliki banyak rambut di dekat lipatan bokong, adanya lubang kecil atau sinus di daerah tulang ekor tepat di bagian atas lipatan antara pantat, sering memakai pakaian ketat, jarang mandi, duduk terlalu lama, faktor keturunan, dan pernah memiliki kista pilonidal.

 

Penyebab Kista Pilonidal

Penyebab kista pilonidal belum diketahui. Diduga kista pilonidal bersifat kongenital (bawaan dari lahir), timbul dari sel embriologis yang berada di tempat tidak tepat pada awal perkembangan atau karena trauma berulang. Kemungkinan lain kista pilonidal terjadi karena kelompok-kelompok kecil rambut dan sel kulit mati bakteri terperangkap di pori-pori kulit bagian atas bokong dan membentuk sinus yang tumbuh menjadi abses. Abses terbentuk di bawah kulit (subkutan) dan menyebabkan jaringan parut yang dapat terinfeksi berulang kali. Beberapa bayi dilahirkan dengan lekukan tepat di atas lipatan pantat yang disebut sacral dimple. Jika terinfeksi, sacral dimple bisa menjadi kista pilonidal.

 

Gejala Kista Pilonidal

Kista pilonidal umumnya tidak bergejala. Gejala yang mungkin muncul antara lain kemerahan, nyeri saat ditekan, hangat saat diraba, bengkak, bernanah, dan demam.

Baca juga: Kista Bisa Berubah Jadi Tumor Ganas

 

Diagnosis Kista Pilonidal

Umumnya dokter mendiagnosis kista pilonidal hanya dari pemeriksaan fisik. Pemeriksaan penunjang seperti foto Rontgen jarang diperlukan. Kista ini dapat dibedakan karena karakteristik lokasinya, yakni di bagian lipatan atas bokong.

 

Pengobatan Kista Pilonidal

Pembedahan merupakan pengobatan umum kista pilonidal. Jenis operasi yang dilakukan tergantung pada ukuran dan keparahan dari kista yang terinfeksi. Pembedahan dapat berupa:

  • Insisi dan drainase. Prosedur dengan membuat sayatan dan mengeluarkan isi kista.

  • Kista atau abses yang besar disayat lebih luas, kemudian dilakukan penjahitan untuk menutup rongga.

  • Pengangkatan kista. Prosedur ini dilakukan dengan mengangkat semua atau sebagian dari kista.

Terdapat beberapa cara untuk merawat kondisi dengan kista pilonidal di rumah, antara lain:

  • Duduk di dalam bak air hangat sampai ke pinggul untuk mengurangi rasa sakit dan mencegah kista memburuk.

  • Konsumsi suplemen vitamin C, zinc, dan vitamin A untuk membantu proses penyembuhan.

  • Gunakan minyak atsiri untuk menenangkan kista dan membantu melawan infeksi.

  • Pakai bantal di bawah bokong untuk kenyamanan saat duduk.

  • Olahraga teratur untuk meningkatkan aliran darah dan membantu proses penyembuhan.

Kista pilonidal umumnya dapat disembuhkan dengan pembedahan. Meski dilakukan pembedahan, risiko kista muncul kembali masih tetap mungkin terjadi. Kekambuhan kista pilonidal sering terjadi jika terdapat jaringan parut luas atau sinus. Komplikasi tindakan pembedahan termasuk risiko infeksi atau jaringan parut ke area tersebut.

Baca juga: 5 Tindakan Medis yang Bisa Dilakukan untuk Hilangkan Kista

 

Pencegahan Kista Pilonidal

Pencegahan kista dilakukan dengan mengendalikan faktor risikonya, di antaranya dengan:

  • Menjaga daerah bokong selalu bersih dan tidak berambut.

  • Jaga agar berat badan tetap ideal.

  • Hindari pakaian terlalu ketat.

  • Posisi duduk harus benar.

Jika duduk lama, gunakan bantal khusus di bawah tulang ekor untuk mengurangi penekanan pada daerah tersebut.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Periksa ke dokter jika muncul benjolan di tubuh untuk memastikan diagnosis. Upaya pengobatan kista pilonidal dapat dilakukan oleh dokter bedah. Segera hubungi dokter apabila merasakan gejala-gejala kista pilonidal seperti di atas. Penanganan yang tepat dapat meminimalisir akibat, sehingga pengobatan bisa lebih cepat dilakukan.

 

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Pilonidal cyst - Symptoms and causes.
WebMD. Pilonidal Cyst: Symptoms, Causes, Diagnosis, Treatment, Surgery.

Diperbarui pada 11 September 2019