• Beranda
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Komplikasi Kehamilan
  • Beranda
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Komplikasi Kehamilan

Komplikasi Kehamilan

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Komplikasi KehamilanKomplikasi Kehamilan

Apa Itu Komplikasi Kehamilan?

Komplikasi kehamilan merupakan gangguan kesehatan yang terjadi selama masa kehamilan. Gangguan kesehatan tersebut dapat melibatkan gangguan pada kesehatan ibu, kesehatan bayi atau bahkan keduanya.

Beberapa wanita hamil memiliki masalah kesehatan yang muncul semaka kehamilan, sedangkan ada juga beberapa wanita yang memiliki masalah kesehatan sebelum hamil yang bisa berujung pada komplikasi selama kehamilan. Oleh karena itu, penting bagi wanita untuk mendapatkan perawatan kesehatan sebelum dan selama kehamilan untuk mengurangi risiko komplikasi kehamilan.

Berbagai Komplikasi Kehamilan yang Umum

Berikut adalah komplikasi paling umum yang dialami wanita selama kehamilan:

  • Anemia

Anemia merupakan kondisi ketika tubuh memiliki jumlah sel darah merah sehat yang lebih rendah dari jumlah normal. Wanita hamil yang mengalami anemia mungkin akan merasa lelah dan lemah. Namun, kondisi tersebut bisa diatasi dengan mengobati penyebabnya, serta dibantu dengan mengonsumsi suplemen zat besi dan asam folat. 

  • Tekanan Darah Tinggi

Tekanan darah tinggi terjadi ketika arteri yang membawa darah dari jantung ke organ dan plasenta menyempit. Kondisi tersebut bisa menempatkan ibu dan bayinya pada risiko berbagai masalah kesehatan. Kondisi tersebut juga meningkatkan risiko terjadinya banyak komplikasi kehamilan lain, seperti preeklamsia, solusio plasenta, dan diabetes gestasional.

Wanita hamil dengan tekanan darah tinggi juga berisiko lebih tinggi untuk melahirkan bayi sebelum waktunya atau persalinan prematur, melahirkan bayi dengan berat badan yang rendah, dan kematian bayi. 

Oleh karena itu, penting untuk membicarakan masalah tekanan darah dengan dokter kandungan ibu sebelum hamil, sehingga tindakan penanganan dan kontrol yang tepat terhadap tekanan darah ibu bisa dilakukan sebelum kehamilan. Mengonsumsi obat untuk tekanan darah tinggi penting untuk dilakukan sebelum, selama, dan setelah kehamilan.

  • Diabetes Gestasional

Diabetes gestasional terjadi ketika seorang wanita yang tidak mengidap diabetes sebelum kehamilan, mengembangkan kondisi tersebut selama kehamilan. Perubahan hormon akibat kehamilan menyebabkan tubuh tidak menghasilkan cukup insulin untuk menjaga kadar gula darah tetap stabil, atau tidak menggunakannya secara normal. Akibatnya, glukosa bisa menumpuk di darah dan menyebabkan diabetes selama kehamilan.

Menerapkan pola makan yang sehat dan mengikuti rencana perawatan yang dianjurkan oleh dokter kandungan adalah cara terbaik untuk mengurangi atau mencegah masalah yang terkait dengan diabetes selama kehamilan. Pasalnya, bila tidak dikontrol, diabetes gestasional bisa menyebabkan preeklamsia dan melahirkan bayi yang besar yang meningkatkan risiko kelahiran sesar. 

  • Preeklamsia

Preeklamsia adalah komplikasi serius yang dapat mengakibatkan kelahiran prematur hingga mengancam keselamatan jiwa. Penyebabnya belum diketahui secara pasti, namun ada beberapa wanita yang berisiko lebih tinggi untuk mengalaminya, seperti wanita yang berusia 35 tahun ke atas, memiliki riwayat preeklamsia pada kehamilan sebelumnya, memiliki kondisi medis tertentu (diabetes, tekanan darah tinggi, dan penyakit ginjal), hamil dua atau lebih anak.

  • Persalinan Prematur

Persalinan prematur terjadi ketika seorang wanita melahirkan sebelum minggu ke-37 kehamilan. Persalinan tersebut terjadi sebelum organ bayi, seperti paru-paru dan otak, selesai berkembang. Obat-obatan tertentu bisa menghentikan persalinan. Dokter biasanya juga menganjurkan ibu untuk beristirahat total di tempat tidur agar bayi tidak lahir terlalu dini.

  • Keguguran

Keguguran adalah kematian janin yang terjadi selama 20 minggu pertama kehamilan. Menurut American Pregnancy Association (APA), hampir sebanyak 20 persen kehamilan di antara wanita sehat akan berakhir dengan keguguran. Terkadang, hal ini bisa terjadi bahkan sebelum seorang wanita menyadari kehamilannya. Dalam kebanyakan kasus, keguguran tidak bisa dicegah.

Kehilangan kehamilan setelah minggu ke-20 kehamilan disebut lahir mati. Sering kali penyebabnya tidak diketahui. Masalah yang bisa menyebabkan bayi lahir mati, antara lain adanya masalah dengan plasenta, masalah kesehatan kronis pada ibu, dan infeksi.

  • Infeksi

Selama kehamilan, bayi dalam perut ibu terlindungi dari banyak penyakit, seperti flu biasa atau sakit perut. Namun, ada beberapa infeksi yang dapat membahayakan ibu, bayi, atau keduanya. Misalnya seperti infeksi HIV, virus hepatitis, penyakit menular seksual dan tuberkulosis. Beberapa infeksi tersebut dapat berdampak negatif pada kehamilan dan mungkin memberikan konsekuensi serius bagi ibu, hasil kehamilannya dan bayinya.

Oleh sebab itu, penting bagi ibu hamil untuk melakukan skrining dan mengobati infeksi tersebut sedini mungkin dan mendapatkan vaksinasi terhadap virus. Contohnya seperti hepatitis B dan human papillomavirus, agar dapat mencegah dampak buruk yang tidak diinginkan pada kehamilan.

  • Mual dan Muntah Terus Menerus 

Meskipun mual dan muntah adalah hal yang normal selama kehamilan, terutama pada trimester pertama, beberapa wanita mengalami gejala yang lebih parah hingga trimester ketiga.

Penyebab bentuk yang lebih parah dari masalah ini, yang dikenal sebagai hiperemesis gravidarum. Wanita dengan hiperemesis gravidarum mengalami mual yang tidak kunjung hilang, penurunan berat badan, nafsu makan berkurang, dehidrasi, dan rasa ingin pingsan.

Siapa Saja yang Berisiko Mengalami Komplikasi Kehamilan?

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko wanita mengalami komplikasi selama kehamilan, antara lain:

  • Hamil pada usia 35 tahun atau lebih.
  • Mengalami kehamilan di usia muda.
  • Mengalami gangguan makan, seperti anoreksia.
  • Merokok.
  • Menggunakan obat-obatan terlarang.
  • Minum alkohol.
  • Memiliki riwayat keguguran atau kelahiran prematur.
  • Hamil lebih dari satu bayi.
  • Mengidap kondisi medis tertentu, seperti diabetes, kanker, tekanan darah tinggi, infeksi, penyakit menular seksual, dan lain-lain.

Cara Mencegah Komplikasi Kehamilan

Tidak semua komplikasi kehamilan bisa dicegah, namun ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi risikonya, antara lain: 

  • Bicarakan pada dokter ketika berencana hamil agar dokter bisa membantu kamu mempersiapkan diri. Beritahu dokter bila kamu memiliki kondisi medis tertentu.
  • Konsumsi makanan sehat dengan memperbanyak buah-buahan, sayuran, protein tanpa lemak, dan serat.
  • Minum vitamin prenatal setiap hari.
  • Berhenti merokok, sekaligus hindari minuman beralkohol dan obat-obatan terlarang.
  • Mengelola stres dengan baik.

Kapan Harus Ke Dokter?

Ibu hamil dianjurkan untuk segera menghubungi dokter atau memeriksakan diri ke rumah sakit bila mengalami tanda-tanda masalah seperti berikut:

  • Pendarahan dari vagina.
  • Pembengkakan tiba-tiba pada tangan atau wajah.
  • Sakit perut.
  • Demam.
  • Sakit kepala parah.
  • Pusing.
  • Muntah terus menerus.
  • Penglihatan kabur.

Ibu juga perlu memeriksakan diri ke dokter bila bayi tiba-tiba lebih sedikit bergerak dari biasanya selama trimester ketiga. 

Nah, melalui aplikasi Halodoc, ibu bisa membuat janji rumah sakit dengan dokter pilihan ibu. Tentunya tanpa perlu mengantre atau menunggu berlama-lama. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, download Halodoc sekarang juga! 

Referensi:

Healthline. Diakses pada 2022. Complications During Pregnancy and Delivery.
Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2022. Pregnancy Complications.
National Institute of Child Health and Human Development. Diakses pada 2022. What are some common complications of pregnancy? 
nichd.nih.gov. Diakses pada 2022. What are some common complications of pregnancy?

Diperbarui pada 18 Mei 2022.