Krisis Tiroid

Pengertian Krisis Tiroid

Krisis tiroid adalah suatu komplikasi yang mengancam nyawa, akibat tingginya kadar hormon tiroid di dalam darah (hipertiroidisme), yang tidak ditangani dengan baik. Tiroid adalah kelenjar kecil berbentuk seperti kupu-kupu, yang terletak di tengah-tengah leher bagian bawah dan memproduksi hormon tiroid.

Saat krisis tiroid berlangsung, terjadi pelepasan hormon tiroid secara berlebihan, sehingga memicu kegagalan fungsi sejumlah organ. Akibatnya, detak jantung, tekanan darah, dan suhu tubuh pengidap meningkat drastis, bahkan dapat berujung pada kematian jika tidak segera ditangani dengan baik. Krisis tiroid ini umumnya dialami oleh wanita, terutama pada masa pubertas.

 

Gejala Krisis Tiroid

Gejala krisis tiroid serupa dengan hipertiroidisme, namun berlangsung cepat dalam waktu beberapa jam. Beberapa gejalanya, antara lain:

  • Beringat terus-menerus.
  • Demam tinggi lebih dari 38,5 derajat Celsius.
  • Diare.
  • Gemetar (tremor).
  • Gugup, gelisah, dan kebingungan.
  • Muntah.
  • Nyeri perut.
  • Otot menjadi lemah, terutama di lengan atas dan paha.
  • Sesak napas.
  • Takikardia atau detak jantung yang cepat, melebihi 140 denyut per menit.
  • Kejang.
  • Penurunan kesadaran.

 

Penyebab Krisis Tiroid

Krisis tiroid merupakan komplikasi dari hipertiroidisme yang tidak ditangani dengan baik, sehingga terjadi pelepasan hormon tiroid oleh kelenjar tiroid secara berlebihan. Ketika hormon tersebut dilepaskan secara berlebihan, maka sel-sel menjadi bekerja terlalu cepat, sehingga timbul gejala krisis tiroid. Secara umum, penyebab krisis tiroid, antara lain:

  • Hipertiroidisme yang tidak ditangani.
  • Infeksi yang dikaitkan dengan hipertiroidisme.
  • Kelenjar tiroid overaktif dan tidak ditangani.

 

Faktor Risiko

Beberapa faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan terjadinya krisis tiroid, antara lain:

  • Kehamilan.
  • Kerusakan kelenjar tiroid.
  • Pasca operasi.
  • Penyakit stroke, gagal jantung, ketoasidosis diabetik, dan emboli paru.
  • Tekanan emosional (stres) yang sangat berat.
  • Tidak mengonsumsi obat hipertiroidisme sesuai anjuran dokter.

 

Diagnosis Krisis Tiroid

Krisis tiroid merupakan suatu kondisi gawat darurat, sehingga diagnosis dan pengobatan harus dilakukan sesegera mungkin untuk mencegah gagal berfungsinya banyak organ yang dapat berakibat fatal. Diagnosis ditetapkan dari gejala yang dirasakan dan akan dikonfirmasi oleh dokter melalui pemeriksaan fisik. Jika kondisi pasien sesuai dengan tanda-tanda krisis tiroid, maka dokter akan segera melakukan pengobatan tanpa harus menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. Pemeriksaan laboratorium yang paling utama adalah tes darah, yang meliputi:

  • Pemeriksaan kadar hormon tiroid dan hormon yang menstimulasi kerja kelenjar tiroid (TSH), yaitu ketika kadar hormon tiroid akan lebih tinggi dari normal, dan TSH akan lebih rendah dari normal.
  • Hitung darah lengkap, untuk mendeteksi adanya infeksi di dalam tubuh.
  • Pengukuran kadar gas dan elektrolit dalam darah.
  • Pengukuran kadar kalsium, yang ditandai dengan kadar kalsium yang lebih tinggi dari nilai normal.

Selain pemeriksaan darah, pemeriksaan penunjang lain yang dapat dilakukan, antara lain:

  • Tes urine (urinalisis).
  • Foto Rontgen dada, untuk melihat pembesaran jantung dan menumpuknya cairan pada paru-paru akibat gagal jantung.
  • Elektrokardiografi, untuk mendeteksi adanya gangguan irama jantung.
  • CT scan kepala, untuk melihat kondisi saraf.

 

Pencegahan Krisis Tiroid

Pencegahan paling efektif untuk krisis tiroid adalah dengan mengikuti semua anjuran dokter dan menjalani pengobatan hipertiroidisme secara disiplin, meliputi mengonsumsi obat-obatan sesuai jadwal, memeriksakan diri secara rutin ke dokter, dan menjalani semua prosedur yang diperlukan.

 

Pengobatan Krisis Tiroid

Oleh karena krisis tiroid adalah suatu kondisi gawat darurat, penanganan krisis tiroid harus dilakukan sesegera mungkin dalam perawatan intensif di rumah sakit. Tujuan penanganan ini adalah untuk mengatasi produksi dan pelepasan hormon tiroid yang berlebihan dan mengatasi penurunan fungsi organ yang dialami pengidap. Beberapa upaya pengobatan yang akan dilakukan dokter, antara lain:

  • Pemberian obat-obatan antitiroid untuk mengendalikan aktivitas yang meningkatkan kadar hormon tiroid, seperti propylthiouracil (PTU) atau methimazole.
  • Pemberian obat-obatan lainnya, seperti cairan lugol (kalium iodida), obat pengatur irama jantung, kortikosteroid, serta obat penurun demam.
  • Pemberian oksigen tambahan, untuk mengatasi sesak napas.
  • Operasi pengangkatan kelenjar tiroid, dapat menjadi pilihan untuk mengobati krisis tiroid yang tidak efektif ditangani dengan obat-obatan.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika seorang pengidap hipertiroid mengalami beberapa gejala yang telah disebutkan sebelumnya di atas, segera datangi instalasi gawat darurat di rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan sesegera mungkin, untuk mencegah komplikasi yang dapat ditimbulkan krisis tiroid. Untuk melakukan pemeriksaan, kamu bisa langsung membuat janji dengan dokter di rumah sakit sesuai domisilimu di sini.