Kusta

Pengertian Kusta

Kusta adalah penyakit yang disebabkan oleh Mycobacterium leprae, yang dapat menyerang kulit dan jaringan saraf perifer serta mata dan selaput yang melapisi bagian dalam hidung.

WHO mengklasifikasikan kusta ke dalam 2 kelompok, yaitu:

  • Pausibasiler: 1—5 lesi, rasa baal yang jelas dan menyerang satu cabang saraf
  • Multibasiler: lesi >5, rasa baal tidak jelas dan menyerang banyak cabang saraf

Gejala Kusta

Gejala utama kusta, yaitu bercak perubahan warna menjadi lebih putih dan lesi di kulit berbentuk benjolan yang tidak hilang setelah beberapa minggu atau lebih. Lesi kuit juga disertai gejala kebas pada bagian tersebut dan kelemahan otot.

Walaupun penyebabnya sama, tetapi penyakit kusta dapat menyebabkan gejala yang berbeda pada kulit. Hal ini tergantung dari pertumbuhan bakteri itu sendiri dan jenis-jenis kusta akan mempengaruhi bagaimana kita mengobatinya.

  • Tuberkuloid

Jenis kusta yang paling ringan. Orang dengan tipe ini hanya memiliki satu atau beberapa bercak datar berwarna pucat (kusta paucibacillary) disingkat PB. Daerah kulit yang terkena bisa mati rasa karena kerusakan saraf di bawahnya. Kusta tuberkuloid kurang menular dari jenis-jenis lainnya.

  • Lepromatosa

Jenis kusta yang lebih parah. Orang dengan tipe ini akan memiliki benjolan luas di kulit dan ruam (kusta multibasiler) disingkat MB, mati rasa, dan kelemahan otot. Selain itu, hidung, ginjal, dan organ reproduksi laki-laki juga dapat terpengaruh. Kusta lepromatosa lebih menular dari kusta tuberkuloid.

  • Borderline

Pada tipe ini, seseorang memiliki gejala gabungan dari kusta jenis tuberkuloid dan jenis lepromatosa.

Penyebab dan Faktor Risiko Kusta

Penyakit Kusta disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae (M. leprae), sejenis bakteri yang tumbuh dengan lambat. Kusta ditularkan melalui kontak kulit yang lama dan erat dengan pengidap. Anggapan lain menyebutkan kusta juga bisa ditularkan melalui inhalasi alias menghirup udara, karena M. Leprae dapat hidup beberapa hari dalam bentuk droplet di udara. Kusta juga bisa ditularkan melalui kontak langsung dengan binatang tertentu seperti armadillo. Lepra memerlukan waktu inkubasi yang cukup lama antara 40 hari sampai 40 tahun yang rata-rata membutuhkan 35 tahun setelah tertular sampai timbulnya gejala.

Diagnosis Kusta

Dokter dapat meminta pemeriksaan sebagai berikut:

  • Pemeriksaan bakterioskopik dibuat dari kerokan jaringan kulit di beberapa tempat, diperiksa di bawah mikroskop untuk melihat adanya bakteri M. Lepra.
  • Pemeriksaan histopatologis bertujuan untuk melihat perubahan jaringan dikarenakan infeksi.
  • Pemeriksaan serologis didasarkan atas terbentuknya antibodi pada tubuh seseorang akibat infeksi.

Selain mengidentifikasi tiga tanda utama (lesi kulit yang mati rasa, penebalan saraf tepi, dan hasil bakterioskopik positif) dokter dapat menegakkan diagnosis.

Penanganan Kusta

Tujuan utama pengobatan kusta adalah untuk memutuskan mata rantai penularan, menurunkan insiden penyakit, mengobati dan menyembuhkan pengidap serta mencegah timbulnya kecacatan. Untuk mencapai kesembuhan dan mencegah resistensi, pengobatan infeksi kulit ini akan menggunakan kombinasi beberapa antibiotik yang disebut dengan multi drug treatment (MDT)

Pengidap kusta akan diberi kombinasi antibiotik selama 6 bulan hingga 2 tahun. Jenis, dosis, dan durasi penggunaan antibiotik ditentukan berdasarkan jenis kusta. Beberapa contoh antibiotik yang digunakan untuk pengobatan kusta adalah rifampicindapsone, dan clofazimine.

Selain obat-obatan, penanganan kusta juga dapat berupa tindakan pembedahan.

Tujuan prosedur pembedahan bagi pengidap kusta, yaitu:

  • Menormalkan fungsi saraf yang rusak.
  • Memperbaiki bentuk tubuh pengidap yang cacat.
  • Mengembalikan fungsi anggota tubuh.

Pencegahan Kusta

  • Edukasi mengenai kusta terutama di daerah endemik
  • Diagnosis dini dan pengobatan yang tepat untuk mencegah penularan
  • Sampai saat ini belum ada vaksin

Kapan Harus ke Dokter?

Jika cara penanganan dan pencegahan di atas tidak berhasil, segera berdiskusi dengan dokter.