• Beranda
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Kutu Kelamin
  • Beranda
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Kutu Kelamin

Kutu Kelamin

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Kutu KelaminKutu Kelamin

Pengertian Kutu Kelamin

Kutu kelamin atau pediculosis pubis adalah serangga kecil yang hidup di rambut kemaluan, rambut di bawah pusar, dan di sekitar alat kelamin. Parasit ini jarang hidup di kulit kepala, tetapi mereka dapat hidup di bagian tubuh berbulu lainnya, termasuk ketiak, jenggot, kumis, alis, dan bulu dada.

Kondisi ini tidak membawa atau menyebarkan penyakit. Namun, parasit ini dapat mengganggu dan menyebabkan gatal. Lama-kelamaan, infeksi bakteri dapat terjadi akibat sering menggaruk. 

Penyebab Kutu Kelamin

Kamu dapat terinfeksi kutu karena melakukan kontak fisik dekat dengan orang yang memilikinya. Kutu dapat melompat dari rambut kemaluan satu orang ke orang lain. 

Pada kebanyakan kasus, cara penularannya adalah melalui hubungan seks dengan orang yang memiliki kutu kelamin. Namun, bahkan jika tidak ada penetrasi atau hubungan seksual, kontak fisik yang dekat dapat membuat kamu tertular.

Terkadang, kamu juga bisa mendapatkan kondisi ini dengan cara lain. Misalnya dengan melakukan kontak dengan pakaian, seprai, dan handuk dari orang yang terinfeksi. Namun, kamu tidak akan mendapatkan kutu kelamin melalui kontak biasa, seperti jabat tangan atau pelukan.

Faktor Risiko Kutu Kelamin

Faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena kondisi ini adalah:

  • Melakukan hubungan seksual dengan orang yang memiliki kutu kelamin.
  • Memiliki kebiasaan berbagi barang pribadi dengan orang lain.
  • Tidur di kasur orang yang memiliki kutu kelamin.
  • Kurang menjaga kebersihan area intim.

Gejala Kutu Kelamin

Gejala kutu kemaluan sering muncul sekitar lima hari setelah terinfeksi. Beberapa gejala yang dapat dialami antara lain:

  • Pruritus (gatal parah) di daerah berbulu, terutama rambut kemaluan.
  • Bercak darah di celana dalam.
  • Bintik-bintik putih kecil pada rambut kemaluan yang sulit dihilangkan.
  • Bintik-bintik kebiruan pucat di paha, bokong, dan perut bagian bawah.
  • Demam ringan dan merasa lemas. 

Diagnosis Kutu Kelamin

Diagnosis kutu kelamin ditegakkan melalui wawancara tentang riwayat seksual dan kebersihan daerah kemaluan, serta pemeriksaan fisik untuk mengidentifikasi adanya parasit ini. Hal ini juga dapat dilakukan dengan bantuan kaca pembesar.

Pengobatan Kutu Kelamin

Kutu kelamin umumnya bisa diatasi dengan losion atau sampo yang mengandung 1% permethrin atau pyrethrin. Namun, jika cara ini tidak berhasil, biasanya dokter akan meresepkan perawatan yang lebih kuat, seperti:

  • Malathion. Losion ini dapat digunakan di area yang terkena dan dibilas setelah 8-12 jam.
  • Ivermectin. Obat ini diminum sebagai dosis tunggal dua pil. Bisa juga mengambil dosis lain dalam 10 hari jika pengobatan awalnya tidak berhasil.
  • Perawatan bulu mata dan alis. Jika kutu ditemukan di bulu mata dan alis, kamu dapat mengobatinya dengan mengoleskan petroleum jelly secara hati-hati dengan kapas di malam hari dan mencucinya di pagi hari. 

Semua area tubuh yang berbulu harus diperiksa dan dirawat secara menyeluruh. Sebab kutu dapat berpindah dari area yang dirawat ke bagian tubuh yang berbulu lainnya. Mencukur tidak akan menghilangkan kutu kemaluan.

 Komplikasi Kutu Kemaluan

Infestasi kutu kemaluan yang tak kunjung diatasi dapat menyebabkan komplikasi berupa:

  • Kulit berubah warna. Bintik-bintik biru pucat dapat berkembang di tempat kutu kemaluan sering menggigit.
  • Infeksi sekunder. Jika gigitan kutu yang gatal membuat kamu sering menggaruk, luka ini bisa terinfeksi.
  • Iritasi mata. Anak-anak yang memiliki kutu kemaluan di bulu mata mereka dapat mengembangkan iritasi mata (konjungtivitis).

Pencegahan Kutu Kelamin

Satu-satunya cara efektif untuk mencegah kutu kelamin adalah dengan menghindari kontak fisik yang dekat dengan orang yang terinfeksi. Berikut ini beberapa upaya yang bisa dilakukan:

  • Batasi pasangan seksual dan hindari hubungan seks dengan orang yang memiliki banyak pasangan seksual.
  • Pastikan pasangan menjalani perawatan dengan baik jika memiliki kutu kelamin.
  • Cuci dan keringkan pakaian, tempat tidur, dan handuk.
  • Hindari berbagi pakaian, tempat tidur, atau handuk dengan orang yang terinfeksi.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera hubungi dokter apabila merasakan gejala-gejala infestasi kutu kelamin. Penanganan yang tepat dapat meminimalkan akibat sehingga pengobatan bisa lebih cepat dilakukan. 

Kamu bisa download Halodoc untuk membuat janji rumah sakit, jika ingin menjalani pemeriksaan.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2022. Pubic Lice Infestation.
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Pubic Lice (Crabs).
Cleveland Clinic. Diakses pada 2022. Pubic Lice (Crabs)

Diperbarui pada 20 Mei 2022