• Beranda
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Lactulose
  • Beranda
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Lactulose

Lactulose

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Lactulose Lactulose

Deskripsi Lactulose

Lactulose merupakan obat yang digunakan melalui mulut atau dubur untuk mengobati sembelit, dan mengobati atau mencegah kemungkinan komplikasi penyakit hati (hepatic encephalopathy). Obat ini sebenarnya tidak dapat mengatasi masalah kesehatan yang dialami, hanya membantu meningkatkan status mental pengidapnya. 

  • Golongan obat:  Synthetic Disaccharide, Osmotic Laxative.
  • Kategori: Obat resep.
  • Indikasi: Mengobati atau mencegah gangguan konstipasi, Hepatic, dan Encephalopathy.
  • Kategori kehamilan & menyusui: 

Kategori B

Mungkin dapat digunakan oleh wanita hamil. Penelitian pada hewan uji tidak memperlihatkan adanya risiko terhadap janin, tetapi belum ada bukti penelitian langsung terhadap wanita hamil.

  • Bentuk obat: Sirup, salep, dan krim.
  • Nama dagang obat: Laxol, Actilac, Asilac, Avolac, Conlax, dan Dulac Solu.

Manfaat Lactulose

Lactulose merupakan acidifier kolon yang bekerja dengan mengurangi jumlah amonia dalam darah. Selain membantu mengatasi penyakit hati, obat ini juga digunakan untuk mengatasi masalah sembelit. 

Guna mengatasi sembelit, lactulose akan dipecah pada usus besar sehingga menjadi produk yang bisa menarik air masuk ke usus. Air yang berhasil ditarik inilah yang selanjutnya membantu membuat feses menjadi lebih lunak sehingga lebih mudah dikeluarkan dari tubuh. 

Dosis Lactulose

Berikut dosis penggunaan obat lactulose sesuai dengan jenis penyakit yang dialami:

Ensefalopati hepatik (oral)

  • Dewasa: Sebanyak 3,335 gram/5 mililiter larutan. Dosis awal sebanyak 30-45 mililiter 3-4 kali sehari, dapat disesuaikan seperlunya untuk mencapai 2 atau 3 tinja lunak setiap hari.

Ensefalopati Hepatik (Dubur)

  • Dewasa: Campurkan sebanyak 200 gram (300 mililiter) larutan dengan 700 mililiter air atau 0,9 persen NaCl. 
  • Berikan enema retensi melalui balon kateter selama 30-60 menit, dapat diulang setiap 4-6 jam hingga pengobatan oral memungkinkan

Sembelit

  • Dewasa: Sebanyak 3,335 gram/5 mililiter larutan atau 10 gram/15 mililiter larutan dosis tunggal. Dosis  awal sebanyak 15-45 mililiter (10-30 gram atau 1-3 sachet) setiap hari, dapat disesuaikan menurut respons klinis. 
  • Dosis perawatan: 15-30 mililiter (10-20 gram atau 1-2 sachet) setiap hari. Semua dosis dapat diberikan sebagai dosis harian tunggal atau dalam 2 dosis terbagi. Efek terapeutik dapat terjadi setelah 2-3 hari perawatan. 
  • Sebagai bubuk untuk larutan: 10-20 gram setiap hari, dapat meningkat hingga 40 gram setiap hari jika perlu.
  • Anak <1 tahun: Sebanyak 3,335 gram/5 mililiter larutan. Dosis awal hingga 5 mililiter setiap hari. Dosis perawatan hingga 5 mililiter setiap hari. 
  • Anak usia 1-6 tahun sebanyak 3,335 gram/5 mililiter larutan. Dosis awal 5-10 mililiter setiap hari. Dosis perawatan: 5-10 mililiter setiap hari.
  • Anak usia 7-14 tahun: Sebanyak  3,335 gram/5 mililiter larutan atau 10 gram/15 mililiter larutan dosis tunggal. Dosis awal 15 mililiter (10 gram atau 1 sachet) setiap hari, dapat disesuaikan sesuai dengan respons klinis. Dosis perawatan 10-15 mililiter (10 gram atau 1 sachet) setiap hari. 
  • Anak > 14 tahun: Sama seperti dosis dewasa. Semua dosis dapat diberikan sebagai dosis harian tunggal atau dalam 2 dosis terbagi.

Cara Penggunaan Lactulose

Perhatikan cara menggunakan obat lactulose melalui mulut atau secara oral: 

  • Guna membantu mengobati penyakit hati, minum obat 3-4 kali sehari atau sesuai anjuran dokter. 
  • Agar rasanya dapat lebih diterima, kamu bisa mencampurnya dengan jus buah, air, susu, atau makanan penutup yang lembut. Tujuannya adalah memiliki 2-3 tinja lunak setiap hari. 
  • Dosis didasarkan pada kondisi medis dan respons pasien terhadap terapi (misalnya, jumlah tinja lunak setiap hari).
  • Jika mengonsumsi lactulose melalui mulut untuk mengatasi sembelit, dosis umumnya sebanyak sekali sehari atau seperti arahan oleh dokter.

Perhatian Penggunaan Lactulose

Beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum memakai obat Lactulose, di antaranya:  

  • Sebelum menggunakan lactulose, beritahukan pada dokter jika ada alergi terhadap obat atau alergi lain. 
  • Obat ini mungkin mengandung bahan-bahan yang tidak aktif yang dapat menyebabkan reaksi alergi atau masalah lain.
  • Lactulose tidak boleh digunakan apabila memiliki kondisi medis tertentu.
  • Sebelum menggunakan obat, konsultasikan dengan dokter jika memiliki diet rendah laktosa (misalnya, diet yang mencakup sedikit atau tanpa produk susu), atau masalah usus tertentu lainnya (obstruksi usus).
  • Sebelum menggunakan obat ini, beritahukan dokter terkait riwayat kesehatan pribadi dan keluarga, terutama penyakit diabetes.
  • Hindari minum obat pencahar saat menggunakan obat ini. 
  • Sebelum menjalani operasi atau prosedur lain (misalnya, electrocautery), beritahukan dokter atau ahli bedah bahwa sedang menggunakan obat ini.
  • Lactulose memiliki kandungan gula yang berbeda. Jika mengidap diabetes, obat ini dapat memengaruhi gula darah. Periksa gula darah secara teratur sesuai petunjuk dan beritahukan hasilnya dengan dokter. 
  • Selama kehamilan, obat ini harus digunakan hanya ketika sangat dibutuhkan. Diskusikan risiko dan manfaatnya dengan dokter.
  • Tidak diketahui apakah lactulose masuk ke ASI. Konsultasikan pada dokter sebelum menggunakan obat pada ibu menyusui.

Efek Samping Lactulose

Obat Lactulose menimbulkan efek samping yang berbeda untuk setiap orang. Namun, beberapa efek samping yang umum terjadi seperti:

  • Perut seperti bergas.
  • Kembung.
  • Bersendawa.
  • Sakit perut.
  • Mual.
  • Kram. 

Jika salah satu dari efek ini tidak menghilang atau bahkan memburuk, kamu dianjurkan untuk segera menghubungi dokter.

Interaksi Lactulose

Dokter mungkin sudah mengetahui adanya interaksi obat yang mungkin terjadi dan bisa melakukan pemantauan terhadap kondisi tersebut. Pastikan untuk tidak mengonsumsi, menghentikan, atau mengubah dosis lactulose tanpa berdiskusi terlebih dahulu pada dokter. 

Kontraindikasi Lactulose

Lactulose tidak boleh digunakan pada seseorang dengan kondisi kesehatan seperti berikut: 

  • Galaktosemia.
  • Obstruksi gastrointestinal atau sindrom subklusif.
  • Penyakit radang usus akut.
  • Perforasi pencernaan atau memiliki risiko perforasi pencernaan.
  • Sindrom perut yang menyakitkan yang tidak diketahui penyebabnya.
  • Diet laktosa rendah.

Pastikan untuk menggunakan lactulose sesuai dengan resep yang diberikan oleh dokter. Jangan lupa untuk tetap melakukan pemeriksaan kesehatan rutin. Manfaatkan fitur Layanan Janji Medis di aplikasi Halodoc dengan langsung download Halodoc melalui App Store atau Play Store.

Referensi:
NHS. Diakses pada 2022. Lactulose.
Healthline. Diakses pada 2022. Lactulose, Oral Solution.
WebMD. Diakses pada 2022. Lactulose – Uses, Side Effects, and More.
Drugs. Diakses pada 2022. Lactulose.