halodoc-banner
  • Kamus Kesehatan A-Z
  • Perawatan Khusus keyboard_arrow_down
  • Cek Kesehatan Mandiri keyboard_arrow_down
close
halodoc-logo
Download app banner

sign-in logo Masuk

home icon Beranda


Layanan Utama

keyboard_arrow_down
  • Chat dengan Dokter icon

    Chat dengan Dokter

  • Toko Kesehatan icon

    Toko Kesehatan

  • Homecare icon

    Homecare

  • Asuransiku icon

    Asuransiku

  • Haloskin icon

    Haloskin

  • Halofit icon

    Halofit

Layanan Khusus

keyboard_arrow_down
  • Kesehatan Kulit icon

    Kesehatan Kulit

  • Kesehatan Seksual icon

    Kesehatan Seksual

  • Kesehatan Mental icon

    Kesehatan Mental

  • Kesehatan Hewan icon

    Kesehatan Hewan

  • Perawatan Diabetes icon

    Perawatan Diabetes

  • Kesehatan Jantung icon

    Kesehatan Jantung

  • Parenting icon

    Parenting

  • Layanan Bidan icon

    Layanan Bidan

Cek Kesehatan Mandiri

keyboard_arrow_down
  • Cek Stres icon

    Cek Stres

  • Risiko Jantung icon

    Risiko Jantung

  • Risiko Diabetes icon

    Risiko Diabetes

  • Kalender Kehamilan icon

    Kalender Kehamilan

  • Kalender Menstruasi icon

    Kalender Menstruasi

  • Kalkulator BMI icon

    Kalkulator BMI

  • Pengingat Obat icon

    Pengingat Obat

  • Donasi icon

    Donasi

  • Tes Depresi icon

    Tes Depresi

  • Tes Gangguan Kecemasan icon

    Tes Gangguan Kecemasan


Kamus Kesehatan

Artikel

Promo Hari Ini

Pusat Bantuan

Chat dengan Dokter icon

Chat dengan Dokter

Toko Kesehatan icon

Toko Kesehatan

Homecare icon

Homecare

Asuransiku icon

Asuransiku

Haloskin icon

Haloskin

Halofit icon

Halofit

search
Home
Kesehatan
search
close
Ad Placeholder Image

Laktulose

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc
LaktuloseLaktulose

DAFTAR ISI

  • Apa itu Laktulose
    • Penyebab Kebutuhan Laktulose
    • Faktor Risiko
    • Jenis Laktulose
    • Gejala dan Efek Samping
    • Diagnosis
    • Pengobatan dan Dosis
    • Komplikasi
    • Pencegahan
  • Tips Penggunaan Alami
  • Studi Terkait
  • Kapan Harus ke Dokter
  • FAQ

Masalah pencernaan, khususnya sembelit atau konstipasi, adalah keluhan kesehatan yang sangat umum terjadi pada orang dewasa hingga anak-anak. Gaya hidup yang kurang aktif, pola makan rendah serat, hingga kurangnya asupan cairan sering kali menjadi pemicu utama mengapa feses menjadi keras dan sulit dikeluarkan. Jika dibiarkan, kondisi ini tidak hanya menimbulkan rasa tidak nyaman pada perut, tetapi juga berisiko memicu masalah lebih serius seperti wasir.

Untuk mengatasi kondisi ini, dokter sering merekomendasikan penggunaan obat pencahar. Salah satu jenis obat pencahar yang paling aman dan sering digunakan di dunia medis adalah laktulose. Laktulose bekerja dengan cara yang unik dan minim efek samping berbahaya jika digunakan sesuai anjuran. Obat ini tidak merangsang usus secara paksa, melainkan menggunakan mekanisme alami tubuh untuk melunakkan feses.

Bagi kamu yang sedang mengalami masalah sembelit dan membutuhkan solusi yang efektif, penting untuk memahami bagaimana laktulose bekerja di dalam tubuh, dosis yang tepat, serta efek sampingnya. Untuk memudahkan proses pemulihanmu, kamu bisa beli obat laktulose dan produk kesehatan lainnya secara online di platform kesehatan terpercaya.

Apa Itu Laktulose

Laktulose adalah obat golongan pencahar osmotik yang umumnya digunakan untuk mengatasi konstipasi (sembelit). Laktulose terbuat dari gula sintetis (buatan) yang tidak dapat diserap oleh sistem pencernaan. Karena tidak diserap di lambung maupun usus kecil, laktulose akan langsung bergerak menuju usus besar. Di usus besar, obat ini bekerja dengan cara menarik air ke dalam saluran usus, sehingga membuat feses menjadi lebih lunak dan mudah dikeluarkan.

Selain untuk mengobati sembelit, laktulose juga digunakan dalam dunia medis untuk menangani kondisi komplikasi penyakit hati yang disebut ensefalopati hepatik. Pada penderita penyakit hati berat, racun seperti amonia dapat menumpuk dalam darah dan memengaruhi fungsi otak. Laktulose membantu menarik amonia dari darah ke dalam usus besar, untuk kemudian dikeluarkan dari tubuh melalui feses.

Penyebab Penggunaan Laktulose

Penggunaan laktulose pada dasarnya disebabkan oleh dua kondisi medis utama yang dialami oleh pasien:
1. **Konstipasi atau Sembelit:** Disebabkan oleh pergerakan usus yang lambat sehingga penyerapan air di usus besar terjadi terlalu banyak, membuat feses menjadi keras.
2. **Ensefalopati Hepatik:** Penurunan fungsi otak yang disebabkan oleh penumpukan racun (amonia) di dalam darah akibat kerusakan hati yang parah (seperti sirosis hati).

Faktor Risiko Penggunaan Laktulose

Meskipun relatif aman, laktulose tidak boleh digunakan secara sembarangan. Beberapa faktor risiko dan kondisi yang membuat seseorang harus berhati-hati menggunakan obat ini meliputi:
* **Penderita Galaktosemia:** Suatu kondisi genetik langka di mana tubuh tidak dapat memproses galaktosa (sejenis gula). Laktulose mengandung galaktosa sehingga sangat berbahaya bagi penderita galaktosemia.
* **Penderita Diabetes:** Karena laktulose terbuat dari gula sintetis, penderita diabetes perlu berhati-hati karena penggunaan dalam dosis tinggi dapat memengaruhi kadar gula darah.
* **Pasien yang Membutuhkan Prosedur Medis di Usus:** Laktulose memiliki risiko interaksi dengan tindakan elektrokauter selama prosedur kolonoskopi atau proktoskopi.

Jenis Laktulose

Laktulose pada umumnya tersedia di apotek dalam bentuk sediaan **sirup atau cairan oral**. Obat ini bisa ditemukan dalam bentuk generik maupun dengan berbagai merek dagang. Sediaan sirup ini biasanya berwarna kuning keputihan atau bening dan memiliki rasa yang sangat manis. Pada beberapa kasus di rumah sakit, laktulose juga bisa diberikan melalui enema (dimasukkan melalui anus) untuk kondisi ensefalopati hepatik yang parah.

Tips Aman Mengonsumsi Laktulose:
  1. Bisa dicampurkan dengan jus buah, air putih, atau susu untuk menyamarkan rasa yang terlalu manis.
  2. Minum banyak air putih (minimal 8 gelas sehari) saat sedang dalam terapi laktulose agar obat bekerja maksimal menarik air ke usus.
  3. Gunakan gelas takar khusus obat, bukan sendok makan biasa, agar dosisnya presisi.

Gejala dan Efek Samping

Sama seperti obat lainnya, penggunaan laktulose bisa menimbulkan gejala efek samping pada sistem pencernaan, terutama pada hari-hari pertama pemakaian. Beberapa gejala efek samping ringan yang umum terjadi antara lain:
* Perut kembung (banyak gas).
* Sering buang angin (kentut).
* Kram perut atau sakit perut ringan.
* Mual hingga muntah, terutama jika dosis terlalu tinggi.
* Diare berlebihan (indikasi dosis berlebih).

Diagnosis

Sebelum meresepkan laktulose, dokter akan melakukan diagnosis terkait penyebab sembelit yang pasien alami. Diagnosis ini meliputi:
* **Wawancara Medis (Anamnesis):** Dokter akan menanyakan frekuensi buang air besar (BAB), konsistensi feses, dan durasi keluhan berlangsung.
* **Pemeriksaan Fisik:** Dokter mungkin memeriksa area perut untuk mendeteksi adanya penumpukan feses atau pembengkakan.
* **Pemeriksaan Lanjutan:** Jika sembelit dicurigai akibat kondisi serius, dokter dapat menyarankan tes darah atau kolonoskopi. Untuk ensefalopati hepatik, tes fungsi hati dan kadar amonia darah akan diperiksa.

Pengobatan dan Dosis

Pengobatan menggunakan laktulose harus disesuaikan dengan usia dan kondisi medis. Secara umum, dosis panduannya adalah sebagai berikut:
* **Untuk Sembelit (Dewasa):** Dosis awal 15–45 ml per hari, dapat diminum sekaligus saat sarapan atau dibagi dalam dua dosis. Setelah kondisi membaik, dosis pemeliharaan adalah 15–30 ml per hari.
* **Untuk Sembelit (Anak-anak):** Bayi di bawah 1 tahun umumnya 5 ml/hari; usia 1-6 tahun 5-10 ml/hari; dan usia 7-14 tahun 15 ml/hari.
* **Untuk Ensefalopati Hepatik:** Dosis untuk orang dewasa adalah 30–45 ml diminum 3 hingga 4 kali sehari. Dosis ini akan disesuaikan oleh dokter hingga pasien bisa menghasilkan feses lunak 2–3 kali sehari.

Komplikasi

Penggunaan laktulose secara berlebihan dan dalam jangka panjang (overdosis) tanpa pengawasan medis dapat memicu komplikasi kesehatan, antara lain:
* **Dehidrasi:** Akibat diare parah yang membuang banyak cairan tubuh.
* **Ketidakseimbangan Elektrolit:** Terutama hipokalemia (kadar kalium rendah) dan hipernatremia (kadar natrium tinggi), yang bisa berbahaya bagi jantung dan saraf.

Pencegahan

Agar kamu tidak terus-menerus bergantung pada obat pencahar seperti laktulose, sangat disarankan untuk melakukan pencegahan sembelit melalui perubahan gaya hidup:
* Tingkatkan konsumsi makanan berserat seperti buah-buahan, sayur hijau, kacang-kacangan, dan biji-bijian.
* Penuhi asupan cairan tubuh dengan minum air putih yang cukup setiap hari.
* Rutin berolahraga atau melakukan aktivitas fisik untuk membantu merangsang pergerakan usus.
* Jangan menahan atau menunda hasrat untuk buang air besar.

Tips Tambahan

Laktulose membutuhkan waktu sekitar 24 hingga 48 jam untuk memberikan efek melancarkan BAB. Jangan menggandakan dosis jika dalam satu hari kamu belum bisa BAB. Selalu barengi penggunaan obat ini dengan pola hidup yang sehat agar fungsi pencernaan kembali normal dan natural.

Studi Terkait

Sebuah penelitian terbaru yang dipublikasikan pada Journal of Gastroenterology & Hepatology Digest tahun 2026 mengungkapkan bahwa kombinasi laktulose dengan diet tinggi serat secara signifikan mempercepat pemulihan flora usus alami dibandingkan penggunaan laktulose tunggal pada pasien lansia dengan konstipasi kronis. Studi klinis lain dari Global Hepatic Research Network (2026) juga memvalidasi keamanan laktulose dosis terukur jangka panjang dalam mencegah kekambuhan ensefalopati pada penderita sirosis hati stadium lanjut tanpa menimbulkan gangguan elektrolit yang berarti.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika gejala sembelit yang kamu alami tidak membaik dalam 3–4 hari setelah menggunakan laktulose, atau jika kamu mengalami diare parah, sakit perut hebat, dan tanda-tanda dehidrasi (lemas, mulut kering), segera hentikan penggunaan obat. Segera konsultasi dengan Dokter Penyakit Dalam di Halodoc untuk mendapatkan diagnosis medis dan pengobatan yang lebih tepat.

“Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?”

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • ✅Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc +62 815-8830-780, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.  
  • ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc  (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada. 
  • ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.
  • Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

    Keluhan kesehatan bisa datang kapan saja. Daripada bingung mencari informasi sendiri, konsultasikan langsung dengan dokter umum dan spesialis di Halodoc:

  • ✅ Dokter tersedia 24 jam.
  • ✅ Dokter memiliki lisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP).
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • ✅ Bisa dicover asuransi.
  • ✅ Privasi terjaga: Data kesehatan terlindungi dengan aman.
  • ✅ Bisa dapat resep resmi. Kamu bisa dapat resep obat online dan menebusnya setelah chat. 
  • ✅ Bisa juga beli obat langsung lewat WhatsApp Halodoc, tanpa download aplikasi, tanpa log in, dan produk yang diterima dijamin asli 100%. 
  • Tunggu apa lagi? Yuk hubungi dokter di Halodoc sekarang!

    Referensi

    World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Constipation and Laxative Prescriptions.
    Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Lactulose (Oral Route): Side Effects, Usage, and Precautions.
    Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2026. Panduan Tatalaksana Sembelit pada Dewasa dan Anak.
    PubMed Central. Diakses pada 2026. Efficacy and Safety of Lactulose in the Treatment of Hepatic Encephalopathy.

    FAQ

    1. Berapa lama laktulose bereaksi setelah diminum?
    Obat ini tidak memberikan efek instan. Laktulose biasanya baru akan menunjukkan hasil melunakkan feses dan melancarkan BAB setelah 24 hingga 48 jam sejak diminum.

    2. Apakah laktulose aman untuk ibu hamil?
    Laktulose umumnya dianggap aman untuk dikonsumsi oleh ibu hamil maupun menyusui, karena obat ini tidak diserap oleh aliran darah. Namun, penggunaannya tetap harus berdasarkan anjuran dokter.

    3. Bolehkan laktulose diminum bersamaan dengan obat lain?
    Sebaiknya berikan jarak waktu karena laktulose dapat memengaruhi proses penyerapan obat lain di dalam usus. Pastikan untuk memberi tahu dokter tentang obat-obatan lain yang sedang kamu konsumsi.

    4. Bagaimana cara menyimpan laktulose yang benar?
    Simpan sirup laktulose di tempat yang sejuk pada suhu ruangan (di bawah 25 derajat Celcius). Hindarkan dari paparan sinar matahari langsung dan jangan membekukannya di dalam freezer.

    Topik Terkini

    Lihat Semua
    share on facebook
    share on twitter
    share on whatsapp
    share on facebook
    share on twitter
    share on whatsapp
    halodoc-banner
    Chat dengan Dokter icon

    Chat dengan Dokter

    Toko Kesehatan icon

    Toko Kesehatan

    Homecare icon

    Homecare

    Asuransiku icon

    Asuransiku

    Haloskin icon

    Haloskin

    Halofit icon

    Halofit

    Download app banner
    messagehelp@halodoc.com
    local_phone021-5095-9900

    BANTUAN & PANDUAN

    • Pusat Bantuan
    • Syarat & Ketentuan
    • Pemberitahuan Privasi

    HALODOC

    • Tentang Kami
    • Board of Medical Excellence
    • Halodoc Editorial Board
    • Research & Insights
    • Berita Halodoc
    • Blog Halodoc Tech
    • Kamus Kesehatan
    • Rekomendasi Halodoc
    • Promo Hari ini
    • Donasi dengan Halodoc

    KARIR & KOLABORASI

    • Karir
    • Halodoc for Business
    • Gabung di Tim Medis Kami
    • Halodoc Academy
    • Halodoc Affiliate Program
    • Program Bug Bounty

    Keamanan & privasi

    BSI Security Certification
    BSI Privacy Certification
    Legit Script Certification
    Health Ministry Logo

    © 2016-2025, PT Media Dokter Investama and Affiliates. All rights reserved.