Mammografi

ARTIKEL TERKAIT

Apa Itu Mammografi?

Mammografi atau mammogram adalah tes pemindaian untuk menangkap gambar jaringan payudara dengan sinar-X. Mammografi digunakan sebagai alat memeriksa dan mendeteksi kelainan pada payudara, seperti kanker, tumor, kista, dan penumpukan kalsium pada jaringan payudara. Kamu disarankan untuk melakukan mamografi setahun sekali jika berusia lebih dari 40 tahun atau ada riwayat kanker payudara di keluarga.

 

Kapan Harus Melakukan Mammografi?

Mammografi disarankan bagi wanita berusia lebih dari 40 tahun, khususnya bagi yang memiliki riwayat kanker payudara di keluarga. Selain itu, pemeriksaan ini dilakukan jika ada kelainan pada payudara, seperti munculnya benjolan, penebalan puting, keluar cairan pada puting, perubahan kulit payudara, dan nyeri pada payudara. Kamu bisa mengeceknya secara manual, yakni melalui gerakan Periksa  Payudara Sendiri (SADARI).

 

Bagaimana Prosedur Pelaksanaan Mammografi?

Kamu perlu memberi tahu dokter mengenai kondisi kesehatan, obat-obatan yang dikonsumsi, riwayat implan payudara, dan kehamilan sebelum melakukan mammografi. Pasalnya, pancaran radiasi sinar-X saat pemeriksaan bisa berdampak negatif pada tubuh. Kamu tidak dianjurkan melakukan mammografi saat haid hingga seminggu sebelum haid selesai karena pada fase ini, bentuk payudara cenderung mengencang.

Wanita hamil yang melakukan mammografi harus menggunakan pakaian berbahan timah untuk menghindari komplikasi pada janin. Sementara jika kamu pernah melakukan implan payudara, kompresor berpotensi merusak dan memecahkan implantasi tersebut. Tindakan operasi lanjutan perlu dilakukan untuk mengganti implan payudara yang rusak.

1. Sebelum Mammografi

Kamu tidak perlu berpuasa, tapi perlu menghindari kafein, seperti kopi, teh, dan cokelat, setidaknya dua minggu sebelum pemeriksaan. Kafein bisa membuat payudara nyeri, sehingga membuat kamu tidak nyaman saat pemeriksaan. Hindari juga penggunaan produk kosmetik, seperti deodoran, losion, krim, bedak, minyak, dan parfum di sekitar payudara (termasuk area ketiak), karena produk tersebut bisa mengganggu hasil pemeriksaan.

Saat pemeriksaan berlangsung, kamu diminta melepaskan semua aksesoris (perhiasan dan logam) yang dipakai dari pinggang ke atas karena akan diberikan pakaian khusus selama pemeriksaan. Jika kamu pernah melakukan mammografi sebelumnya, bawa hasil tes agar bisa digunakan sebagai perbandingan.

2. Pelaksanaan Mammografi

Payudara ditempatkan ke dalam alat Rontgen dengan kompresor yang akan menekan payudara untuk mendatarkan jaringan di dalamnya. Pemeriksaan bisa dilakukan dalam posisi duduk maupun berdiri. Saat payudara ditekan kompresor, kamu akan diminta menahan napas agar mendapatkan hasil gambar yang jelas dan mengurangi tingkat paparan radiasi. Efek samping yang muncul berupa rasa tidak nyaman dan nyeri beberapa saat pada payudara. Jika hasil pemeriksaan kurang jelas atau ditemukan kelainan, mammografi akan diulang secara langsung atau beberapa hari setelah hasil Rontgen keluar. Mammografi umumnya berlangsung sekitar 30 menit, kecuali jika ada prosedur tambahan yang perlu dilakukan.

3. Sesudah  Mammografi

Kamu diperbolehkan pulang setelah pemeriksaan. Namun, kamu tidak dianjurkan untuk berkendara dan mengoperasikan alat berat jika selama pemeriksaan mendapatkan suntikan penenang. Hasil mammografi akan memperlihatkan kondisi jaringan payudara dan kelainan tertentu dalam bentuk foto rontgen.

Hasil ini bisa diperoleh beberapa hari setelah pemeriksaan dan akan diberikan pada dokter yang merujuk guna dilakukan tindak lanjut, seperti pengambilan sampel jaringan (biopsi), operasi, atau kemoterapi.

 

Di mana Mammografi Dilakukan?

Klinik atau rumah sakit yang memiliki fasilitas mammografi. Segera lakukan tes ini jika kamu berusia lebih dari 40 tahun dan ada riwayat keluarga dengan kanker payudara, serta menemukan benjolan pada payudara secara tiba-tiba.