MERS

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian MERS

MERS (Middle East Respiratory Syndrome) adalah penyakit yang menyerang pernapasan yang terjadi akibat virus Corona yang menyerang saluran pernapasan mulai dari yang ringan sampai berat.

 

Faktor Risiko MERS

Para ahli menduga bahwa terdapat beberapa hal yang meningkatkan risiko seseorang terjangkit MERS. Beberapa faktor risiko tersebut, antara lain:

  • Usia. Orang berusia lanjut nyatanya lebih rentan alami penyakit ini.

  • Sistem kekebalan tubuh yang menurun atau lemah, misalnya pada pengidap HIV.

  • Penyakit kronis, contohnya orang yang tengah mengidap kanker, diabetes, atau penyakit paru-paru.

  • Sering konsumsi daging unta kurang matang atau susu unta mentah.

  • Pernah berkunjung ke Arab Saudi atau negara Timur Tengah lain. Jika kamu mengalami demam serta gejala MERS dalam dua minggu setelah bepergian ke negara tersebut, segera periksakan diri ke dokter.

  • Sering berada di dekat penderita MERS, misalnya bagi petugas medis yang merawat pengidap di rumah sakit atau keluarga yang tinggal satu atap dengan pengidap.

  • Sering berinteraksi dengan unta, karena MERS dapat ditemukan pada beberapa unta.

Baca juga: Bahaya Penyakit MERS bagi Pengidap Hipertensi

 

Penyebab MERS

Penyebab MERS adalah betacoronavirus yang baru ditemukan. Coronavirus adalah virus terbesar dari semua jenis virus RNA. Kemungkinan mekanisme transmisi spesifik penyakit ini adalah antara manusia dan hewan sumber yang belum diketahui dan dapat terjadi penularan dari manusia ke manusia.

 

Gejala MERS

MERS akan menimbulkan gejala yang mirip dengan flu biasa karena virus penyebabnya sejenis. Beberapa gejala MERS yang akan terjadi, antara lain:

  • Demam.

  • Batuk-batuk.

  • Napas pendek.

  • Gangguan pencernaan, seperti diare, mual, dan muntah.

  • Nyeri otot.

Tidak hanya itu, tanda-tanda pneumonia juga sering dialami oleh mereka yang mengidap MERS. Karena tahap-tahap awal penyakit ini sangat mirip dengan gejala flu, MERS termasuk penyakit yang sulit dideteksi. Kamu disarankan untuk mewaspadainya dan segera memeriksakan diri jika mengalami gejala-gejalanya.

Penting untuk diketahui juga bahwa MERS dengan tingkat keparahan yang tinggi dapat memicu gagal organ, terutama ginjal dan syok sepsis. Oleh karena itu, pengidapnya harus menerima perawatan medis darurat di rumah sakit.

 

Diagnosis MERS

Untuk mendiagnosis seseorang yang dicurigai mengalami MERS, biasanya dokter akan melakukan uji laboratorium. Dua jenis uji laboratorium yang akan dilakukan, antara lain:

  • Uji molekular. Tes ini dilakukan untuk mendiagnosis infeksi MERS aktif.

  • Uji serologi. Tes ini dilakukan untuk mengevaluasi tanda-tanda infeksi MERS yang sudah lalu, dengan mendeteksi antibodi terhadap MERS.

Baca juga: Ini 7 Fakta tentang Penyakit MERS

 

Pengobatan MERS

Belum terdapat pengobatan spesifik dan belum terdapat vaksin. Umumnya, langkah penanganan dari dokter akan dilakukan berdasarkan gejala yang dialami oleh pengidap serta kondisi kesehatannya.

 

Pencegahan MERS

Pencegahan yang bisa dilakukan agar tidak terjangkit MERS, yaitu sebagai berikut:

  • Mengenakan masker dan segera mencari petugas medis jika terjadi gejala pernapasan.

  • Menjaga kebersihan tangan.

  • Menutup hidung dan mulut dengan kertas tisu ketika bersin dan buang kertas tisu kotor di tempat sampah berpenutup.

  • Meningkatkan kekebalan tubuh yang baik dengan menjalani diet yang seimbang, olahraga teratur istirahat yang cukup, jangan merokok dan hindari konsumsi alkohol.

  • Meskipun virus corona dapat bertahan hidup selama beberapa waktu di lingkungan, tetapi virus tersebut mudah dihancurkan dengan sebagian besar detergen dan agen pembersih.

  • Menjaga ventilasi yang baik.

Baca juga: Bahaya MERS yang Menyerang Ibu Hamil

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika sudah mengalami gejala di atas, segera hubungi dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut. Penanganan yang tepat dapat meminimalisir akibat, sehingga pengobatan bisa lebih cepat dilakukan. 

 

Referensi:
Diakses pada 2019.
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. What is MERS-CoV, and what should I do?
Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2019. MERS: Prevention and Treatment.

Diperbarui pada 11 September 2019