MERS

Pengertian MERS

MERS (Middle East Respiratory Syndrome) adalah penyakit sindrom pernapasan yang disebabkan oleh virus Corona yang menyerang saluran pernapasan mulai dari yg ringan sampai berat.

 

Gejala MERS

Gejala klinis pada umumnya demam, batuk gangguan pernafasan akut, timbul gambaran pneumonia, kadang kadang terdapat gejala saluran pencernaan misalnya diare. Kelompok risiko tinggi mencakup Usia lanjut (lebih dari 60 tahun), anak-anak, wanita hamil dan pengidap penyakit kronis (diabetes melitus, hipertensi, penyakit jantung, dan pernapasan, dan immunocompromised).

 

Penyebab dan Faktor Risiko MERS

Penyebab MERS adalah betacoronavirus yang baru ditemukan. Coronavirus adalah virus terbesar dari semua jenis virus RNA. Kemungkinan mekanisme transmisi spesifik penyakit ini adalah antara manusia dan hewan sumber yang belum diketahui dan dapat terjadi penularan dari manusia ke manusia.

 

Diagnosis MERS

Merujuk pada definisi kasus WHO, klasifikasi kasus MERS-CoV adalah sebagai berikut :

  1. Kasus dalam penyelidikan (underinvestigated case)
    1. Seseorang dengan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dengan tiga keadaan di bawah ini:
      • Demam (≥38°C) atau ada riwayat demam,
      • Batuk
      • Pneumonia berdasarkan gejala klinis atau gambaran radiologis yang membutuhkan perawatan di rumah sakit.
        • Perlu waspada pada pasien dengan gangguan sistem kekebalan tubuh (immunocompromised) karena gejala dan tanda tidak jelas.
      • Seseorang yang memiliki riwayat perjalanan ke Timur Tengah (negara terjangkit) dalam waktu 14 hari sebelum sakit kecuali ditemukan etiologi/ penyebab penyakit lain.
      • Adanya petugas kesehatan yang sakit dengan gejala sama setelah merawat pasien ISPA berat (SARI/Severe Acute Respiratory Infection), terutama pasien yang memerlukan perawatan intensif, tanpa memperhatikan tempat tinggal atau riwayat bepergian, kecuali ditemukan etiologi/penyebab penyakit lain.
      • Adanya klaster pneumonia (gejala penyakit yang sama) dalam periode 14 hari, tanpa memperhatikan tempat tinggal atau riwayat bepergian, kecuali ditemukan etiologi/penyebab penyakit lain.
      • Adanya perburukan perjalanan klinis yang mendadak meskipun dengan pengobatan yang tepat, tanpa memperhatikan tempat tinggal atau riwayat bepergian, kecuali ditemukan etiologi/penyebab penyakit lain.
    1. Seseorang dengan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) ringan sampai berat yang memiliki riwayat kontak erat dengan kasus konfirmasi atau kasus probable infeksi MERS-CoV dalam waktu 14 hari sebelum sakit
  1. Kasus Probabel
    1. Seseorang dengan pneumonia atau ARDS dengan bukti klinis, radiologis atau histopatologis DAN Tidak tersedia pemeriksaan untuk MERS-CoV atau hasil laboratoriumnya negative pada satu kali pemeriksaan spesimen yang tidak adekuat. DAN Adanya hubungan epidemiologis langsung dengan kasus konfirmasi MERS-CoV.
    2. Seseorang dengan pneumonia atau ARDS dengan bukti klinis, radiologis atau histopatologis DAN Hasil pemeriksaan laboratorium inkonklusif (pemeriksaan skrining hasilnya positif tanpa konfirmasi biomolekuler). Selain itu, adanya hubungan epidemiologis langsung dengan kasus konfirmasi MERS-CoV.
  2. Kasus Konfirmasi

Seseorang yang terinfeksi MERS-CoV dengan hasil pemeriksaan laboratorium positif.

 

Penanganan MERS

Belum terdapat pengobatan spesifik dan belum terdapat vaksin.

 

Pencegahan MERS

Pencegahan yang bisa dilakukan agar tidak terjangkit MERS, yaitu sebagai berikut:

  • Mengenakan masker dan segera mencari petugas medis jika terjadi gejala pernapasan.
  • Menjaga kebersihan tangan.
  • Menutup hidung dan mulut dengan kertas tisu ketika bersin dan buang kertas tisu kotor di tempat sampah berpenutup.
  • Meningkatkan kekebalan tubuh yang baik dengan menjalani diet yang seimbang, olahraga teratur istirahat yang cukup, jangan merokok dan hindari konsumsi alkohol.
  • Meskipun virus corona dapat bertahan hidup selama beberapa waktu di lingkungan, namun virus tersebut mudah dihancurkan dengan sebagian besar detergen dan agen pembersih.
  • Menjaga ventilasi yang baik.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika sudah mengalami gejala di atas, segera hubungi dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.