Milia

ARTIKEL TERKAIT

Pengertian Milia

Milia merupakan salah satu jenis kista epidermoid, berisi keratin yang jinak. Milia cukup sering dijumpai pada infant serta anak-anak hingga orang dewasa.

 

Gejala Milia

Gejala yang umumnya ditimbulkan oleh milia tidak spesifik (asimptomatik). Pada anak-anak biasanya timbul di daerah sekitar mata, hidung, dan mukosa. Pada pemeriksaan kulit, umumnya ditemukan superficial, uniform, berwarna putih Mutiara hingga kekuningan, dengan diameter 1-2mm. Efloresensinya berupa papula-papula milier, dan umumnya terdistribusi linier.

 

Penyebab dan Faktor Risiko Milia

Kista dapat berasal dari folikel pilosebaceous. Hal ini dapat terjadi karena kelenjar minyak belum terbentuk sempurna dan kulit tidak mengelupas secara normal sehingga terperangkap di dalam kulit.  Milia primer timbul pada kulit wajah yang membawa folikel rambut. Kebersihan kulit dan iklim yang panas dapat meningkatkan risiko terjadinya milia. Milia sekunder dihasilkan dari kerusakan pada unit pilosebaceous.

Milia sekunder dapat terjadi akibat trauma pada kulit, seperti setelah luka bakar. Milia en plaque adalah kondisi peradangan langka yang ditandai dengan plak milia di daerah periauricular. Milenium erupsi multipel adalah suatu kondisi yang ditandai oleh perkembangan tiba-tiba tanaman milia selama beberapa minggu sampai berbulan-bulan.

 

Diagnosis Milia

Diagnosis milia ditentukan secara klinis, yaitu berupa biopsi kulit dan pemeriksaan histopatologi dapat dilakukan jika dibutuhkan untuk membantu menegakkan diagnosis.

 

Penanganan Milia

Tidak ada obat topikal atau sistemik yang efektif untuk mengobati milia primer maupun sekunder.

 

Pencegahan Milia

Tidak ada cara pencegahan yang spesifik, namun sebaiknya menghindari paparan sinar matahari dan penggunaan bahan-bahan kimia pada kulit. Serta gunakan tabir surya jika bepergian dalam terik matahari.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Ketika kamu mengalami milia dan mulai mengganggu penampilan, segera hubungi dokter untuk mengetahui penanganan lebih lanjut.