Mulut dan Gigi

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Kesehatan mulut dan gigi seharusnya selalu dijaga, keduanya memegang peranan penting bagi kesehatan tubuh secara menyeluruh. Jika kesehatan mulut dan gigi tidak dijaga, risiko terhadap penyakit atau masalah kesehatan lainnya akan meningkat.

Baca juga: Begini Cara Jaga Kesehatan Mulut dan Gigi Si Kecil

 

Mengapa Kesehatan Mulut dan Gigi Harus Dijaga?

Mulut dan gigi merupakan bagian awal tubuh yang menerima makanan, cairan, dan juga salah satu organ yang terlibat dalam proses pencernaan. Ketika seseorang mengonsumsi makanan atau minuman tertentu, sebelum kedua hal tersebut ditelan, makanan dan minuman akan terlebih dahulu masuk mulut. Meski tertelan, masih ada zat yang mengendap di dalam mulut. Zat yang mengendap tersebut bisa saja memiliki kandungan bakteri atau kotoran di dalamnya. Jika bakteri dan kotoran tersebut dibiarkan mengendap, hal ini dapat meningkatkan risiko seseorang untuk terkena penyakit atau kondisi medis tertentu.

Selain itu, gigi yang berfungsi untuk mengunyah makanan juga dapat menjadi sarang kotoran yang pada akhirnya menjadi plak atau karies. Jika plak tersebut dibiarkan, kotoran tersebut lama-kelamaan akan mengikis lapisan email pada gigi. Konsumsi minuman atau cairan asam yang berlebihan juga dapat merusak email gigi dan mengikisnya. Hal-hal tersebut lah yang membuat gigi seseorang berlubang atau keropos.

Gigi yang terlanjur rusak dan mulut yang kotor dapat menyebabkan banyak penyakit dan gangguan kesehatan. Hal ini disebabkan oleh mudahnya penyebaran bakteri, kotoran, hingga parasit yang dapat menyerang mulut dan gigi. Berikut adalah beberapa contoh penyakit dan gangguan medis yang bisa timbul jika mulut dan gigi tidak dijaga kebersihannya, antara lain:

1. Bau Mulut (Halitosis)

Halitosis adalah bau mulut yang berkelanjutan dan tidak dapat hilang, meskipun mengonsumsi permen, menggunakan pencuci mulut, atau sikat gigi. Umumnya, halitosis disebabkan oleh konsumsi tembakau, sisa makanan pada mulut yang tidak dibersihkan, mulut yang kering, gigi yang kotor, serta penggunaan obat-obatan tertentu.

2. Gigi Berlubang

Gigi berlubang adalah kerusakan jaringan keras gigi yang diakibatan oleh karies yang tidak dapat di cegah. Karies terbentuk karena bakteri yang menimbulkan warna kehitaman. Sementara penyebab utamanya adalah gigi yang kotor karena jarang menyikat gigi dan dibiarkan sehingga membentuk plak. Plak yang tidak ditangani tersebut lalu berubah menjadi karies dan menyebabkan gigi berlubang. Selain itu, gigi berlubang dapat dipicu oleh beberapa faktor lain, seperti mengomsumsi makanan manis berlebihan, mulut kering, mengidap gangguan makan tertentu, serta penggunaan obat-obatan.

3. Kanker Lidah

Meskipun penyebab utama kanker lidah adalah mutasi gen yang disebabkan oleh merokok dan konsumsi alkohol yang berlebihan. Kanker lidah juga dapat terjadi akibat faktor gigi dan mulut yang tidak dijaga kebersihannya.

4. Abses Gigi

Abses gigi adalah rongga patologis yang berisi pus yang disebabkan oleh infeksi bakteri campuran. Abses gigi merupakan infeksi akut purulen yang berkembang pada bagian apikal gigi. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh bakteri yang berasal dari gigi yang terinfeksi baik pada maksila maupun pada mandibula.

5. Karang Gigi

Karang gigi atau kalkulus gigi adalah timbunan plak dan zat kapur yang bereaksi terhadap air liur. Penyebab utama karang gigi adalah kuman yang memakan sisa-sisa makanan yang menempel pada gigi dan sela-sela gigi. Selain itu, keasaman pH air liur juga menjadi penyebab karang gigi muncul.

Baca juga: Dokter Gigi Umum dan Spesialis Bedah Mulut, Apa Bedanya?

 

Cara Menjaga Kesehatan Mulut dan Gigi

Kebersihan adalah hal yang sangat penting untuk diperhatikan guna menjaga kesehatan mulut dan gigi. Berikut ini adalah beberapa langkah yang bisa dilakukan, antara lain:

  • Menyikat gigi minimal dua kali sehari dengan pasta gigi yang mengandung flouride.

  • Menghindari atau tidak merokok dan mengunyah tembakau.

  • Melakukan pemeriksaan rutin ke dokter gigi setiap enam bulan sekali.

  • Jika sedang dalam penggunaan obat-obatan tertentu, tanyakan pada dokter apakah obat tersebut membuat mulut kering atau tidak.

  • Melihat tanda-tanda kerusakan dalam mulut, apakah terdapat gusi yang berdarah atau sariawan yang tidak kunjung sembuh.

  • Menghindari atau mengurangi konsumsi makanan dan minuman dengan kadar gula tinggi. Gula dapat menjadi plak jika dibiarkan mengendap pada gigi.

  • Menghindari dan mengurangi makanan yang keras, asam, serta dingin karena dapat merusak lapisan gigi.

  • Sikat gigi harus diperhatikan karena bulu sikat yang sudah usang, dapat melukai gusi dan merusak lapisan gigi.

Baca juga: Kenali 7 Penyakit yang Rawan Terjadi di Mulut

Menjaga kesehatan mulut dan gigi sebenarnya tidak terlalu sulit untuk dilakukan jika konsisten. Hal ini tentu saja karena mencegah lebih baik daripada mengobati. Jika terdapat gejala atau gangguan pada mulut dan gigi, segeralah bicara dengan dokter agar dapat segera ditangani dan tidak menimbulkan komplikasi atau gejala yang lebih serius.

Referensi:
familydoctor.org. Diakses pada 2019. Mouth and Teeth: How to Keep Them Healthy
healthline.com. Diakses pada 2019. Everything You Need to Know About Dental and Oral Health

 

Pertanyaan Seputar Mulut dan Gigi

Dok apa benar sikat gigi pake odol + garam bisa bikin gigi putih?

Ditanyakan oleh: febyyadelia

Dijawab oleh: Dr. Rizal Fadli

Larutan garam sebenarnya bisa dipakai sebagai disinfektan alami, tetapi hanya untuk jangka pendek saja. Walaupun tidak kuat, larutan garam dapat membantu penyembuhan seperti pasca operasi mulut dan infeksi gusi ringan. Selain itu, penggunaan garam dapat membantu meningkatkan keseimbangan pH, sehingga bakteri akan sulit bertahan di lingkungan alkalin ini.

Garam sebagai kandungan pada perawatan gigi dan mulut sebenarnya adalah bahan yang baik, bahkan sangat tepat untuk mengendalikan iritasi dan infeksi ringan pada gusi. Efek alaminya sebagai disinfektan ringan juga terbukti memberikan dampak yang baik untuk penyembuhan pasca operasi.

Hanya saja, garam sebaiknya tidak diaplikasikan pada gigi setiap hari, apalagi dengan tujuan memutihkan gigi. Perlu diperhatikan juga, penggunaan garam bersamaan dengan pasta gigi bisa mengikis lapisan gigi secara perlahan. Karenanya gigi dapat mengalami masalah, misalnya abrasi.

Jika ingin mengembalikan gigi ke warna aslinya, terdapat berbagai cara lain yang terbilang aman. Cara-cara yang bisa dilakukan di antaranya adalah menyikat gigi secara teratur, membersihkan karang gigi, hentikan kebiasaan merokok, dan mengurangi konsumsi makanan yang menyebabkan noda pada gigi. Bleaching juga bisa dilakukan sebagai salah satu cara, tetapi sebaiknya diskusikan terlebih dahulu dengan dokter gigi.