Gigi Berlubang

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Gigi Berlubang

Gigi berlubang adalah rusaknya jaringan keras pada gigi akibat karies yang tidak dapat di cegah. Karies terbentuk karena bakteri yang menimbulkan warna kehitaman.

 

Gejala Gigi Berlubang

Tanda-tanda dan gejala dari gigi berlubang bermacam-macam yang tergantung pada keparahan dan lokasi lubang. Apabila lubang baru terbentuk, seseorang mungkin tidak mengalami gejala apapun. Dengan membesarnya kerusakan, lubang dapat menyebabkan gejala, seperti:

  • Sakit gigi
  • Sensitivitas pada gigi
  • Nyeri ringan hingga parah saat mengonsumsi makanan atau minuman manis dan panas maupun dingin
  • Lubang yang terlihat pada gigi
  • Noda coklat hitam atau putih pada permukaan gigi
  • Nyeri saat menggigit.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Jika seseorang memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, diskusikanlah dengan dokter.

 

Penyebab Gigi Berlubang

Gigi berlubang umumnya diawali oleh adanya plak pada mulut. Plak berasal dari sisa makanan yang mengandung gula, seperti roti, sereal, susu, minuman ringan, buah, kue, atau permen, yang kemudian diubah oleh bakteri alami dalam mulut menjadi asam. Kombinasi antara bakteri, asam, sisa makanan yang ada di mulut, dan air liur, akan membentuk plak yang melekat pada gigi. Asam yang terdapat dalam plak secara perlahan mengikis lapisan-lapisan gigi, hingga membentuk lubang pada gigi.

Selain itu, gigi berlubang juga dapat dipicu oleh beberapa faktor lain, seperti:

  • Tidak menggunakan pasta gigi mengandung fluoride, yaitu senyawa yang umumnya terkandung dalam pasta gigi, yang berfungsi untuk merawat kesehatan serta mencegah kerusakan pada gigi.
  • Terlalu banyak mengonsumsi makanan atau minuman yang manis atau asam.
  • Mulut kering.
  • Mengidap gangguan makan (misalnya, anoreksia atau bulimia) dan penyakit refluks asam lambung.
  • Pertambahan usia
  • Penggunaan rutin obat-obatan, suplemen, vitamin, atau produk herba yang mengandung gula
  • Jarang menyikat atau membersihkan gigi.

 

Faktor Risiko Gigi Berlubang

Pola makan yang tidak sehat, seperti sering mengonsumsi makanan atau minuman yang manis dan asam atau bersoda tanpa menjaga kebersihan rongga mulut dengan baik, dan teratur akan meningkatkan terjadinya lubang pada gigi.

 

Diagnosis Gigi Berlubang

Pemeriksaan biasanya diawali dengan sesi tanya jawab, terutama seputar gejala yang dialami oleh pengidap. Dokter gigi kemudian akan melihat kondisi mulut dan gigi, lalu menyentuh gigi dengan alat khusus untuk memeriksa area yang lunak akibat adanya kerusakan gigi.

Rontgen gigi juga dapat digunakan untuk memeriksa kondisi gigi. Foto rontgen dapat menunjukan kerusakan yang terjadi dalam gigi, meskipun kerusakan belum terlihat dengan mata.

 

Pengobatan dan Efek Samping Gigi Berlubang

Pengobatan pada gigi yang berlubang tergantung dari tingkat keparahannya. Ada beberapa cara dalam mengobatinya, meliputi:

  • Penambalan

Jika lubang gigi masih kecil dan tidak dalam, bisa langsung segera dilakukan penambalan.

  • Perawatan Saluran Akar

Jika lubang gigi sudah besar dan dalam hingga mencapai saluran akar, dokter gigi akan melakukan perawatan saluran akar terlebih dahulu. Caranya dengan mengeluarkan jaringan saraf dan pembuluh darah yang membusuk.

Saat saluran akar telah dibersihkan dari jaringan saraf dan pembuluh darah yang busuk, selanjutnya saluran akan diisi dengan obat. Setelah itu, gigi akan di tambal. Atau bisa juga dibuatkan restorasi atau mahkota di atasnya.

  • Pembuatan Mahkota

Jika kerusakan gigi sudah parah hingga meninggalkan sisa mahkota yang sedikit, pengobatan bisa dengan melakukan pembuatan mahkota gigi.

  • Pencabutan

Pencabutan adalah langkah terakhir yang dapat dilakukan. Ini biasanya diperlukan apabila gigi yang berlubang sudah terlampau parah, sehingga tidak bisa dilakukan perawatan lainnya.

Beberapa komplikasi dapat timbul karena adanya gigi berlubang. Risiko tersebut, meliputi:

  • Kesulitan mengunyah makanan.
  • Abses gigi yang kemudian dapat memicu komplikasi penyakit berbahaya, seperti sepsis.
  • Nyeri gigi yang berlangsung terus-menerus.
  • Gigi patah atau tanggal.

 

Pencegahan Gigi Berlubang

Untuk mencegah gigi agar tidak mudah berlubang, lakukan beberapa hal di bawah ini, yaitu:

  • Sikat gigi dua kali sehari dengan menggunakan pasta gigi yang mengandung fluoride.
  • Menggunakan teknik menggosok gigi dengan cara yang benar.
  • Jangan lupa untuk selalu membersihkan sela-sela gigi setiap hari dengan menggunakan dental floss. Hindari menggunakan tusuk gigi.
  • Berdiskusi dengan dokter gigi untuk mendapatkan perawatan fluoride tambahan.
  • Makan-makanan yang bergizi dan seimbang.
  • Kurangi asupan camilan yang mengandung gula tinggi.
  • Kurangi makanan atau minuman yang bersoda atau yang bersifat asam.
  • Perbanyak minum air putih.
  • Rutin melakukan kunjungan ke dokter minimal enam bulan sekali.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika keluarga atau kerabat mengalami gejala yang disebutkan di atas, sebaiknya segera diskusikan ke dokter. Untuk melakukan pemeriksaan gigi, kini kamu bisa langsung membuat janji dengan dokter spesialis gigi di rumah sakit sesuai domisili kamu di sini.