
DAFTAR ISI
- Apa Itu Nalidixic
- Penyebab Penggunaan Nalidixic
- Faktor Risiko
- Jenis
- Gejala yang Diobati dan Efek Samping
- Diagnosis
- Pengobatan
- Komplikasi
- Pencegahan
- Kapan Harus ke Dokter
- Tips Tambahan
- Studi Terkait
- FAQ
Apa Itu Nalidixic?
Nalidixic atau asam nalidiksat adalah obat golongan antibiotik kuinolon sintetis generasi pertama. Obat ini utamanya digunakan untuk mengobati infeksi saluran kemih (ISK) tanpa komplikasi yang disebabkan oleh bakteri gram negatif yang rentan. Cara kerja obat ini adalah dengan menghambat enzim DNA gyrase bakteri, sehingga menghentikan kemampuan bakteri untuk membelah diri dan berkembang biak di dalam tubuh penderita.
Obat ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 1960-an dan menjadi cikal bakal dari pengembangan antibiotik golongan fluoroquinolon yang lebih baru. Meski saat ini penggunaannya mulai digantikan oleh antibiotik generasi terbaru yang memiliki spektrum lebih luas, asam nalidiksat tetap menjadi opsi medis untuk kasus-kasus tertentu berdasarkan hasil kultur bakteri.
Sebagai antibiotik, obat ini tidak bisa dibeli secara bebas dan wajib menggunakan resep dokter. Jika kamu telah melakukan konsultasi dan mendapat resep, kamu bisa menebus atau mencari nalidixic dengan mudah melalui layanan farmasi online untuk memastikan kamu mendapatkan produk yang terjamin keasliannya dan diantar langsung ke rumah.
Penyebab Penggunaan Nalidixic
Penyebab utama dokter meresepkan antibiotik ini adalah adanya infeksi bakteri gram negatif di saluran kemih. Beberapa jenis bakteri yang sering menjadi penyebab infeksi ini meliputi:
* *Escherichia coli* (E. coli), yang merupakan bakteri penyebab ISK paling umum.
* *Enterobacter* spp.
* *Klebsiella* spp.
* *Proteus* spp.
Penting untuk dicatat bahwa obat ini tidak efektif terhadap bakteri gram positif atau bakteri anaerob, serta tidak dapat digunakan untuk mengobati infeksi virus seperti flu atau pilek.
Faktor Risiko
Tidak semua orang bisa mengonsumsi asam nalidiksat. Ada beberapa faktor risiko dan kontraindikasi yang harus diperhatikan, antara lain:
* **Riwayat Kejang:** Pasien dengan epilepsi atau riwayat gangguan sistem saraf pusat memiliki risiko lebih tinggi mengalami kejang saat menggunakan obat ini.
* **Gangguan Ginjal dan Hati:** Penurunan fungsi ginjal atau hati yang parah dapat menyebabkan penumpukan obat di dalam tubuh, meningkatkan risiko keracunan.
* **Anak-anak dan Remaja:** Obat ini dapat memengaruhi perkembangan sendi dan tulang rawan pada pasien di bawah usia 18 tahun.
* **Ibu Hamil dan Menyusui:** Tidak disarankan kecuali manfaatnya jauh melebihi risiko pada janin atau bayi.
Jenis
Nalidixic umumnya tersedia dalam bentuk sediaan oral, karena penyerapannya di saluran pencernaan sangat baik. Jenis sediaannya meliputi:
* **Tablet/Kaplet:** Sediaan padat yang paling umum diresepkan untuk orang dewasa, biasanya dengan dosis 500 mg.
* **Suspensi Oral:** Sediaan cair yang terkadang digunakan untuk mempermudah konsumsi, terutama bagi pasien yang kesulitan menelan tablet, dengan penyesuaian dosis yang ketat oleh dokter.
Gejala yang Diobati dan Efek Samping
Obat ini ditujukan untuk meredakan **gejala infeksi saluran kemih**, seperti:
* Sensasi terbakar atau perih saat buang air kecil (disuria).
* Sering buang air kecil (frekuensi meningkat).
* Rasa tidak tuntas setelah berkemih.
* Nyeri pada perut bagian bawah atau panggul.
Namun, konsumsi obat ini juga dapat memicu **gejala efek samping**, di antaranya:
* Mual, muntah, dan diare ringan.
* Sakit kepala atau pusing.
* Ruam kulit atau gatal-gatal.
* Sensitivitas berlebih terhadap sinar matahari (fotosensitivitas).
Tips Mengurangi Efek Samping Antibiotik Kuinolon
- Minum obat setelah makan jika sering merasa mual.
- Perbanyak minum air putih untuk membantu membersihkan ginjal dan saluran kemih.
- Gunakan tabir surya dan pakaian tertutup jika harus beraktivitas di luar ruangan untuk menghindari kulit kemerahan akibat fotosensitivitas.
Diagnosis
Sebelum meresepkan asam nalidiksat, dokter akan melakukan beberapa prosedur diagnosis untuk memastikan penyebab pasti dari infeksi, yaitu:
1. **Wawancara Medis (Anamnesis):** Menanyakan gejala keluhan, riwayat penyakit, dan alergi obat.
2. **Urinalisis (Tes Urine):** Mengecek adanya sel darah putih, sel darah merah, atau bakteri dalam urine.
3. **Kultur Urine:** Membiakkan bakteri dari sampel urine di laboratorium untuk mengidentifikasi jenis bakteri penyebab dan menentukan apakah bakteri tersebut rentan (sensitif) terhadap nalidixic acid.
Pengobatan
Pengobatan dengan antibiotik ini harus disesuaikan dengan instruksi dokter. Dosis standar untuk orang dewasa biasanya adalah 1 gram (dua tablet 500 mg), diminum 4 kali sehari selama 1 hingga 2 minggu. Untuk pengobatan jangka panjang atau pencegahan, dosis dapat diturunkan menjadi 500 mg sebanyak 4 kali sehari.
Obat harus dihabiskan sesuai resep meskipun gejala sudah membaik dalam beberapa hari. Berhenti minum antibiotik sebelum waktunya dapat menyebabkan bakteri menjadi kebal (resisten) terhadap pengobatan di masa mendatang.
Komplikasi
Jika digunakan sembarangan tanpa pengawasan medis, atau jika infeksi tidak tertangani dengan baik, dapat muncul berbagai komplikasi:
* **Resistensi Antibiotik:** Bakteri bermutasi sehingga kebal terhadap asam nalidiksat maupun antibiotik golongan kuinolon lainnya.
* **Infeksi Ginjal (Pielonefritis):** ISK bawah yang tidak sembuh bisa menyebar ke ginjal dan mengancam nyawa.
* **Gangguan Saraf Pusat:** Dalam kasus jarang, komplikasi efek samping obat dapat berupa kejang, peningkatan tekanan intrakranial, atau halusinasi, terutama pada lansia.
Pencegahan
Agar terhindar dari infeksi saluran kemih yang mengharuskan penggunaan obat ini, beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan adalah:
* Minum air putih minimal 2 liter sehari.
* Jangan menahan keinginan untuk buang air kecil.
* Bersihkan area kelamin dari arah depan ke belakang setelah buang air (khususnya wanita).
* Gunakan pakaian dalam berbahan katun yang tidak ketat.
Kapan Harus ke Dokter?
Jika keluhan infeksi saluran kemih tidak kunjung membaik setelah 2–3 hari mengonsumsi antibiotik, atau kamu mengalami efek samping berat seperti pandangan kabur, kejang, nyeri sendi yang tiba-tiba, serta ruam kulit kemerahan, segera hentikan pengobatan. Segera konsultasikan kondisimu dengan [Dokter Penyakit Dalam](https://halodoc.onelink.me/cQvV/9xaqye9t) di Halodoc untuk mendapatkan evaluasi medis menyeluruh dan penggantian jenis terapi.
Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.
Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?
Keluhan kesehatan bisa datang kapan saja. Daripada bingung mencari informasi sendiri, konsultasikan langsung dengan dokter umum dan spesialis di Halodoc:
Tunggu apa lagi? Yuk hubungi dokter di Halodoc sekarang!
Tips Tambahan
Pastikan kamu tidak meminum obat ini bersamaan dengan obat antasida yang mengandung magnesium, aluminium, atau kalsium, serta suplemen zat besi. Bahan-bahan ini dapat menghambat penyerapan asam nalidiksat di dalam tubuh sehingga obat menjadi tidak efektif. Beri jarak setidaknya 2 jam sebelum atau sesudah mengonsumsi antibiotik.
Studi Terkait
Kajian dari Journal of Antimicrobial Chemotherapy and Resistance tahun 2026 menunjukkan bahwa meskipun asam nalidiksat jarang digunakan sebagai lini pertama akibat meluasnya antibiotik modern, obat ini masih relevan untuk penanganan ISK spesifik di wilayah geografis tertentu di mana bakteri *E. coli* belum mengalami resistensi tingkat tinggi terhadap kuinolon generasi pertama.
Referensi
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Antibiotic Resistance and Quinolone Usage Guidelines.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Pedoman Penggunaan Antibiotik Nasional untuk Infeksi Saluran Kemih.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Nalidixic Acid (Oral Route) – Description and Brand Names.
PubMed Central. Diakses pada 2026. Pharmacokinetics and Clinical Efficacy of First-Generation Quinolones in Modern Urological Practice.
FAQ
1. Apakah nalidixic acid aman untuk ibu hamil?
Penggunaan asam nalidiksat pada ibu hamil umumnya tidak dianjurkan, terutama pada trimester pertama. Obat ini bisa memengaruhi perkembangan tulang rawan janin, sehingga dokter biasanya akan mencarikan alternatif antibiotik yang lebih aman.
2. Apa yang harus dilakukan jika terlewat meminum satu dosis?
Jika kamu lupa meminum obat, segera minum saat ingat asalkan jarak dengan dosis berikutnya tidak terlalu dekat. Jika sudah hampir waktunya untuk dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupa dan jangan menggandakan dosis.
3. Mengapa saya tidak boleh berjemur saat minum antibiotik ini?
Nalidixic acid dapat menyebabkan fotosensitivitas, yaitu kondisi di mana kulit menjadi lebih sensitif terhadap sinar matahari. Terpapar sinar UV bisa menyebabkan kulit mudah terbakar, kemerahan, hingga melepuh.
4. Berapa lama pengobatan dengan asam nalidiksat biasanya berlangsung?
Untuk infeksi saluran kemih akut tanpa komplikasi, pengobatan biasanya memakan waktu antara 7 hingga 14 hari. Durasi pastinya akan ditentukan oleh dokter berdasarkan tingkat keparahan infeksi yang kamu alami.
