Nasogastric Tube

Ditinjau oleh: dr. Fitrina Aprilia

Apa itu Nasogastric Tube?

Jika seseorang mengalami kesulitan dalam menelan makanan atau menelan yang terjadi karena kondisi medis tertentu atau mengalami perdarahan lambung, ia mungkin memerlukan pemasangan nasogastric tube. Proses ini dikenal sebagai intubasi nasogastrik (NG). Selama pemasangan alat ini, dokter atau perawat akan memasukkan tabung plastik tipis melalui lubang hidung, kemudian turun ke kerongkongan dan ke berujung di dalam lambung. Setelah tabung ini dipasang, mereka dapat menggunakannya untuk memberi seorang pengidap makanan dan obat-obatan.

Mereka dapat menggunakannya untuk menghilangkan sesuatu dari perut, seperti zat beracun akibat secara tidak sengaja konsumsi makanan beracun, darah akibat pendarahan, atau sampel isi perut. Petugas medis juga mungkin untuk memberikan zat tertentu seperti arang aktif melalui tabung tersebut untuk membantu menyerap zat berbahaya. Hal ini dapat membantu menurunkan kemungkinan reaksi parah akibat keracunan.

 

Bagaimana Prosedur Pemasangan Nasogastric Tube?

Langkah pertama yang dilakukan dokter, perawat, atau petugas kesehatan saat memasukkan nasogastric tube adalah meminta kamu untuk berbaring di tempat tidur dengan kepala diangkat atau duduk di kursi. Mereka mungkin akan meminta pengidap untuk menekuk kepala, leher, dan tubuh pada berbagai sudut saat mereka memasang tabung melalui lubang hidung, ke kerongkongan dan ke dalam perut.

Gerakan-gerakan ini membantu memudahkan tabung masuk dalam posisi yang tepat, tanpa menyebabkan pengidap merasakan sakit atau tidak nyaman. Mereka meminta pengidap untuk menelan atau meminum sedikit air ketika tabung mencapai kerongkongan untuk membantunya agar lebih mudah ke perut pengidap.

Setelah nasogastric tube terpasang, petugas kesehatan harus segera mengambil langkah-langkah untuk memeriksa penempatannya. Sebagai contoh, mereka mungkin mencoba mengeluarkan cairan dari perut pengidap atau mereka mungkin memasukkan udara melalui tabung, sambil mendengarkan perut pengidap menggunakan stetoskop.

Untuk menjaga agar nasogastric tube tetap pada tempatnya, dokter akan merekatkan ke wajah pengidap dengan perekat, seperti selotip. Mereka juga mengatur ulang posisinya jika pengidap merasa tidak nyaman.

Baca juga: Nasal Endoskopi

 

Di mana Seseorang Bisa Melakukan Pemasangan Nasogastric Tube?

Apabila seseorang perlu melakukan pemasangan nasogastric tube, maka kemungkinan besar harus dilakukan di rumah sakit. Dalam beberapa kasus, seorang pengidap bisa pulang setelah memasang alat ini, tetapi untuk penggantiannya harus tetap dilakukan di rumah sakit.

Saat hendak memasang alat ini, sebetulnya tidak ada syarat khusus. Hanya saja, tepat sebelum dimasukkan, pengidap mungkin perlu membuang ingus dan mengambil beberapa teguk air untuk melancarkan saluran di dalam tubuhnya.

 

Apa Keuntungan dan Risiko yang Mungkin Terjadi Saat Pemasangan Nasogastric Tube?

Jika seseorang benar-benar tidak bisa makan atau minum, pemasangan alat ini berguna untuk memasukkan nutrisi atau obat-obatan yang ia butuhkan. Alat ini membantu dokter mendiagnosis penyakit yang pengidap alami melalui sampel isi perut yang diambil melalui alat ini. Selain itu, alat ini mampu mengurangi tekanan dalam perut (mengurangi distensi) yang diakibatkan oleh gas berlebih dalam perut dirasakan pasien.

Sementara itu, beberapa risiko yang dapat terjadi saat seseorang diharuskan memasang alat ini. Apabila alat tidak dimasukkan dengan benar, hal ini berpotensi melukai jaringan di dalam hidung, sinus, tenggorokan, kerongkongan, atau perut. Parahnya, secara tidak sengaja, petugas kesehatan bisa saja memasukkannya melalui tenggorokan dan masuk ke paru-paru, padahal harusnya masuk ke lambung. Akibatnya, pengidap dapat mengalami pneumonia atau infeksi lainnya.

Pemasangan nasogastric tube juga berpotensi menyebabkan beberapa hal, seperti:

  • Kram perut;

  • Pembengkakan perut;

  • Diare;

  • Mual; dan

  • Muntah.

Selain itu, alat ini berpotensi tersumbat, sobek, atau terlepas. Apabila terjadi, maka ini menyebabkan komplikasi tambahan. Menggunakan alat ini terlalu lama dapat mengakibatkan bisul atau infeksi berkembang pada jaringan sinus, tenggorokan, kerongkongan, atau perut.

Baca juga: Tips Mencegah Malnutrisi pada Lansia

 

Kapan Nasogastric Tube Diperlukan?

Pemasangan nasogastric tube paling sering digunakan untuk pengidap dengan kondisi berikut ini:

  • Pengidap yang mengalami cedera leher atau wajah akibat kecelakaan atau penyebab lainnya;

  • Pengidap yang pernah menjalani operasi leher atau wajah;

  • Pengidap yang perlu ventilator mekanik untuk bernapas;

  • Pengidap yang mengalami penyumbatan usus;

  • Pengidap perdarahan lambung;

  • Pengidap dalam kondisi koma, dan

  • Pemasangan nasogastric tube dapat digunakan untuk membantu merawat beberapa bayi.

Baca juga: Sakit Perut yang Tak Tertahankan? Hati-Hati Usus Buntu Mengintai

 

Jika gejala-gejala tersebut terjadi pada kamu, ada baiknya segera melakukan pemeriksaan untuk memastikan gangguan yang terjadi. Untuk pemeriksaan lebih lanjut, melalui Halodoc dapat melakukan janji temu dengan dokter di rumah sakit yang terbaik menurut kamu.

 

Referensi:
Healthline.com. Diakses pada 2019. Nasogastric Intubation and Feeding

Diperbarui pada 17 September 2019