Neuroma Akustik

Pengertian Neuroma Akustik

Neuroma akustik adalah tumor jinak yang tumbuh pada saraf keseimbangan (vestibular) yaitu saraf menghubungkan bagian dalam telinga dengan otak. Tumor otak ini disebut juga dengan vestibular schwannoma karena tumbuh dari sel Schwann, sel yang menutupi saraf keseimbangan. Itulah mengapa pengidap neuroma akustik biasanya akan mengalami gangguan pendengaran dan keseimbangan tubuh.

Di Amerika Serikat, ditemukan sekitar 3000 kasus diagnosis neuroma akustik baru setiap tahunnya. Penyebab utama dari hal ini adalah semakin berkembangnya metode pencitraan kesehatan terbaru seperti MRI scan. Neuroma akustik paling sering dialami oleh orang dewasa dengan rentan usia 30-60 tahun.

Pertumbuhan tumor neuroma akustik lambat dan sangat jarang memengaruhi pendengaran dan keseimbangan pengidap. Namun, pada beberapa kasus, tumor jinak ini juga bisa bertumbuh dengan lebih cepat dan menekan batang otak. Kondisi ini dapat mengancam nyawa pengidapnya karena batang otak merupakan bagian yang mengatur fungsi vital tubuh.

Terdapat dua jenis neuroma akustik, yaitu:

  • Neuroma akustik unilateral, yaitu neuroma akustik yang hanya terjadi pada satu telinga. Ini adalah jenis neuroma akustik yang paling sering terjadi.
  • Neuroma akustik bilateral, yaitu bila neuroma akustik menyerang saraf pada kedua telinga. Jenis ini biasanya merupakan masalah genetik.

 

Gejala Neuroma Akustik

Gejala dan tanda-tanda neuroma akustik yang paling umum adalah:

  • Gangguan pendengaran, bisa pada satu sisi telinga atau pada kedua telinga
  • Telinga terasa penuh
  • Telinga berdenging atau berdengung
  • Pusing berputar atau merasa melayang
  • Gangguan keseimbangan
  • Rasa baal atau kebas pada daerah wajah
  • Mulut mencong
  • Salah satu sisi mata atau kedua mata sukar untuk ditutup
  • Sakit kepala
  • Berjalan sempoyongan

 

Faktor Risiko Neuroma Akustik

Beberapa hal berikut ini meningkatkan risiko terjadinya neuroma akustik:

  • Usia 30–60 tahun. Orang yang berusia 30–60 tahun lebih berisiko mengalami penyakit neuroma akustik dibandingkan yang berusia kurang dari 30 tahun atau lebih dari 60 tahun.
  • Ada riwayat keluarga mengalami neurofibromatosis tipe-2. Sekitar 5 persen penderita neuroma akustik memiliki keluarga yang menderita neurofibromatosis tipe-2 (sejenis tumor di kulit dan jaringan ikat yang terjadi karena gangguan genetik).
  • Paparan radiasi sinar X. Seseorang yang pernah menjalani radiasi di daerah kepala dan/ atau leher saat masa kanak-kanak lebih rentan mengalami penyakit ini. Beberapa studi juga mengungkapkan bahwa penggunaan telepon seluler dalam jangka panjang juga dapat meningkatkan risiko neuroma akustik, namun hal ini masih butuh diteliti lebih lanjut.

 

Penyebab Neuroma Akustik

Pada beberapa kasus neuroma akustik, penyebabnya sulit diketahui. Namun, neuroma akustik diduga terjadi akibat fungsi gen pada kromosom 22 yang tidak berfungsi sebagaimana semestinya. Normalnya, gen di kromosom 22 akan menghasilkan protein yang berfungsi untuk mengendalikan produksi dan perkembangan sel Schwann di saraf vestibulokoklear di selubung mielin.

Ada beberapa studi yang menemukan bahwa kelainan gen tersebut merupakan kelainan bawaan, dan biasanya diturunkan dengan penyakit lainnya, yaitu neurofibromatosis tipe 2. Penyakit ini adalah pertumbuhan tumor pada saraf yang berfungsi untuk menciptakan keseimbangan di kedua bagian kepala. Neurofibromatosis dapat menyebabkan kehilangan pendengaran secara total apabila tidak terdeteksi dan tidak diobati.

 

Diagnosis Neuroma Akustik

Untuk mendiagnosa pasien dengan penyakit ini, dokter biasanya akan mengamati gejala yang dirasakan oleh pasien, serta melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan saraf untuk membantu memastikan diagnosa. Selanjutnya untuk memastikan ada tidaknya neuroma akustik, pemeriksaan computed tomography scan (CT-scan) atau magnetic resonance imaging (MRI) pada kepala juga perlu dilakukan. Untuk memperjelas bentuk dan ukuran tumor, kadang sebelum tindakan CT-scan  atau MRI dilakukan, dokter akan melakukan penyuntikan zat kontras ke dalam pembuluh darah untuk mewarnai tumor.

 

Pengobatan Neuroma Akustik dan Efek Sampingnya

Pengobatan untuk penyakit ini ada beragam dan tergantung pada ukuran dan tahap pertumbuhan tumor. Dokter akan memberikan pengobatan pada neuroma akustik, yaitu:

  • Pengawasan. Pengawasan meliputi observasi yang dilakukan dalam jangka waktu tertentu. Tindakan ini biasanya dilakukan bila tumor bersifat jinak dan pertumbuhannya lambat. Itulah sebabnya banyak dokter menyarankan pengawasan proses pertumbuhan tumor daripada melakukan pengobatan yang agresif.
  • Operasi. Operasi dapat menggunakan beberapa pendekatan, termasuk middle fossa, retrosigmoid atau sub-oksipital, dan translabyrinthine. Setiap pengidap akan dievaluasi untuk mengetahui letak dan ukuran tumor, menentukan tujuan tindakan (misalnya untuk menyelamatkan pendengaran atau menghilangkan tekanan berlebih di batang otak), serta pengalaman dan keahlian dokter bedah yang akan melakukan tindakan. Operasi mikro juga dapat dilakukan untuk mengangkat sebagian atau seluruh bagian tumor.
  • Terapi Radiasi.Terapi radiasi menggunakan gelombang radiasi kecil yang diarahkan pada tumor tanpa membahayakan jaringan otak di sekitarnya. Penelitian menunjukkan bahwa radioterapi memiliki tingkat keberhasilan yang lebih tinggi dibandingkan operasi dalam pengangkatan tumor dan menyelamatkan pendengaran pasien.

 

Pencegahan Neuroma Akustik

Sampai saat ini belum ada cara untuk mencegah terjadinya neuroma akustik.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu mengalami gejala dari neuroma akustik, seperti gangguan pendengaran dan gangguan keseimbangan, ada baiknya untuk segera menemui dokter ahlinya. Untuk pemeriksaan lebih lanjut, kamu dapat melakukan janji temu dengan dokter di rumah sakit yang terbaik menurut kamu di sini.