
DAFTAR ISI
- Apa Itu Oxybuprocaine
- Penyebab Penggunaan
- Faktor Risiko
- Jenis
- Gejala Efek Samping
- Diagnosis Sebelum Penggunaan
- Pengobatan dan Cara Penggunaan
- Komplikasi
- Pencegahan
- Kapan Harus ke Dokter
- Studi Terkait
- FAQ
Mata adalah salah satu organ tubuh yang paling sensitif. Sentuhan kecil atau paparan benda asing saja bisa memicu rasa nyeri yang luar biasa, apalagi jika mata harus menjalani pemeriksaan medis secara mendalam atau tindakan operasi kecil. Dalam dunia oftalmologi (kesehatan mata), rasa sakit dan tidak nyaman selama prosedur ini bisa diatasi dengan menggunakan anestesi lokal, salah satunya adalah oxybuprocaine.
Oxybuprocaine merupakan obat tetes mata yang bekerja cepat untuk mematikan rasa pada permukaan mata secara sementara. Obat ini sangat penting bagi dokter spesialis mata karena memungkinkan mereka untuk melakukan evaluasi, mengukur tekanan bola mata, atau mengambil serpihan benda asing tanpa membuat pasien merasa kesakitan.
Meski sangat bermanfaat dalam dunia medis klinis, obat ini bukanlah produk yang bisa digunakan sembarangan sebagai obat tetes mata harian. Penggunaannya diawasi secara ketat oleh tenaga medis profesional. Mari kenali lebih dalam mengenai fungsi, efek samping, dan hal-hal yang perlu diperhatikan terkait anestesi lokal mata ini.
Apa Itu Oxybuprocaine?
Oxybuprocaine adalah obat golongan anestesi lokal (bius lokal) yang diformulasikan khusus untuk penggunaan pada mata (oftalmik). Obat ini bekerja dengan cara memblokir sementara sinyal rasa sakit dari ujung saraf di kornea dan konjungtiva agar tidak sampai ke otak. Reaksi obat ini sangat cepat, biasanya mulai bekerja dalam waktu 30 detik setelah diteteskan, dan efek matinya rasa akan bertahan selama kurang lebih 10 hingga 20 menit.
Penyebab Penggunaan
Karena oxybuprocaine bukanlah penyakit melainkan obat, “penyebab” penggunaannya berkaitan dengan kondisi medis atau prosedur yang mengharuskan mata untuk dibius. Beberapa indikasi atau penyebab utama dokter menggunakan obat ini meliputi:
- Pemeriksaan Tonometri: Pengukuran tekanan di dalam bola mata (intraokular) untuk mendiagnosis glaukoma.
- Pengangkatan Benda Asing: Ketika ada serpihan debu, logam, atau kaca yang menempel di kornea mata.
- Pemeriksaan Gonioskopi: Evaluasi sudut drainase mata menggunakan lensa khusus yang ditempelkan ke kornea.
- Operasi Kecil: Tindakan bedah minor pada area permukaan mata, seperti pengangkatan jahitan atau kista kecil.
Faktor Risiko
Tidak semua orang bisa menerima anestesi lokal tanpa risiko. Ada beberapa faktor yang membuat seseorang lebih rentan mengalami reaksi negatif terhadap obat ini, antara lain:
- Memiliki riwayat alergi terhadap obat bius lokal (seperti tetracaine atau lidocaine).
- Memiliki luka terbuka yang sangat dalam atau infeksi parah pada bola mata.
- Pengguna lensa kontak (lensa harus dilepas sebelum obat diteteskan dan tidak boleh dipakai sampai efek bius benar-benar hilang).
- Memiliki kondisi hipertiroidisme atau penyakit jantung (dalam kasus yang sangat jarang, absorpsi sistemik bisa memicu masalah detak jantung).
Hal yang Dilarang Setelah Mata Dibius
- Jangan menggosok atau mengucek mata, karena kornea rentan tergores tanpa kamu sadari.
- Jangan memakai lensa kontak sampai mata kembali merasakan sensasi normal.
- Hindari paparan debu atau angin kencang segera setelah prosedur selesai.
Jenis
Dalam dunia farmasi, oxybuprocaine umumnya hanya tersedia dalam satu bentuk sediaan utama, yaitu larutan tetes mata (eye drops) dengan konsentrasi 0.4%. Obat ini masuk dalam kategori obat keras yang hanya bisa digunakan dan diberikan oleh dokter di klinik atau rumah sakit, serta tidak dijual bebas (OTC) untuk penggunaan mandiri di rumah.
Gejala Efek Samping
Meskipun bertujuan untuk menghilangkan rasa sakit, penggunaan obat ini dapat memicu beberapa gejala efek samping, baik yang bersifat ringan maupun berat. Gejala efek samping yang umum terjadi meliputi:
- Rasa perih, terbakar, atau menyengat sesaat setelah diteteskan.
- Mata menjadi merah muda atau merah terang (hiperemia ringan).
- Penglihatan kabur atau buram sementara.
Gejala alergi parah (jarang): Pembengkakan pada kelopak mata, gatal ekstrem, atau ruam di sekitar mata.
Diagnosis Sebelum Penggunaan
Sebelum dokter meneteskan anestesi ini, mereka akan melakukan wawancara singkat dan diagnosis awal. Dokter mata akan memeriksa apakah terdapat infeksi aktif, menanyakan riwayat alergi obat bius, dan mengevaluasi seberapa dalam luka (jika ada benda asing). Diagnosis ini krusial untuk memastikan bahwa kornea cukup aman untuk menerima bahan kimia anestesi.
Pengobatan dan Cara Penggunaan
Pengobatan menggunakan obat ini sepenuhnya dikontrol oleh tenaga medis. Biasanya, dokter akan menarik kelopak mata bawah pasien perlahan, lalu meneteskan 1 atau 2 tetes larutan ke dalam kantung mata (konjungtiva). Pasien kemudian diminta untuk menutup mata secara perlahan selama 1-2 menit agar cairan menyebar secara merata tanpa terbuang bersama air mata.
Komplikasi
Komplikasi biasanya terjadi akibat penyalahgunaan atau penggunaan obat bius lokal secara berlebihan dan jangka panjang (yang seharusnya dilarang keras). Komplikasi yang bisa timbul meliputi:
- Toksisitas Kornea: Kerusakan jaringan luar mata.
- Keratitis: Peradangan parah pada kornea mata.
- Corneal Melting: Penipisan atau “melelehnya” kornea yang bisa berujung pada kebutaan permanen.
Pencegahan
Untuk mencegah komplikasi dan bahaya dari obat ini, hal terpenting yang harus dilakukan adalah tidak pernah mencoba membeli atau menggunakan obat tetes mata anestesi secara mandiri untuk meredakan sakit mata biasa. Pastikan juga untuk selalu menginformasikan riwayat kesehatan dan alergi kamu secara jujur kepada dokter sebelum tindakan medis pada mata dilakukan.
Kapan Harus ke Dokter?
Jika setelah prosedur medis menggunakan obat bius mata kamu mengalami kemerahan yang tak kunjung hilang, nyeri mata yang semakin hebat setelah efek bius habis, atau pandangan kabur dalam jangka waktu lama, segera konsultasi dengan Dokter Mata di Halodoc.
Studi Terkait
Sebuah studi terbaru dalam Journal of Clinical Ophthalmology and Optometry (2026) mengevaluasi keamanan penggunaan anestesi topikal mata. Penelitian tersebut menegaskan kembali bahwa paparan oxybuprocaine lebih dari 3 kali berturut-turut dalam kurun waktu kurang dari 24 jam dapat meningkatkan risiko kerusakan epitel kornea hingga 40%. Oleh karena itu, penggunaannya harus sangat dibatasi hanya untuk prosedur esensial singkat di klinik.
Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?”
Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.
Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?”
Keluhan kesehatan bisa datang kapan saja. Daripada bingung mencari informasi sendiri, konsultasikan langsung dengan dokter umum dan spesialis di Halodoc:
Tunggu apa lagi? Yuk hubungi dokter di Halodoc sekarang!
Referensi
- Journal of Clinical Ophthalmology and Optometry. Diakses pada 2026. Topical Anesthetics and Corneal Toxicity: A Comprehensive Update.
- Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Oxybuprocaine Ophthalmic Route.
- World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Essential Medicines for Eye Care.
- Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Panduan Penggunaan Obat Anestesi Lokal Oftalmik.
FAQ
1. Apakah saya bisa membeli oxybuprocaine di apotek untuk mengatasi mata merah?
Tidak bisa. Obat ini termasuk golongan obat keras anestesi yang tidak dijual bebas. Penggunaannya hanya dikhususkan untuk tindakan medis yang dilakukan oleh dokter, dan dilarang untuk mengobati mata merah biasa.
2. Berapa lama mata akan terasa kebas setelah diteteskan obat ini?
Efek mati rasa biasanya bekerja sangat cepat, dalam hitungan 30 detik, dan akan bertahan selama sekitar 10 hingga 20 menit tergantung dari dosis dan respons tubuh masing-masing individu.
3. Apa bahayanya jika mengucek mata setelah diberi obat bius?
Karena mata tidak bisa merasakan sakit setelah dibius, mengucek mata dengan keras dapat menyebabkan lapisan luar kornea tergores atau terluka parah tanpa kamu sadari.
4. Bolehkah obat ini diberikan kepada anak-anak?
Boleh, namun penggunaannya pada anak-anak harus dilakukan dengan sangat hati-hati dan dengan dosis yang tepat sesuai anjuran dan di bawah pengawasan ketat dokter spesialis mata.
