Patah Tulang Panggul

Pengertian Patah Tulang Panggul

Patah tulang panggul atau yang disebut juga dengan fraktur femur proksimal adalah keretakan atau patahnya tulang paha bagian atas yang terletak di dekat persendian pinggul. Persendian pinggul merupakan bagian yang menghubungkan tulang paha dengan panggul.

Berdasarkan letaknya, patah tulang panggul terbagi menjadi dua jenis. Patah tulang yang terjadi pada bagian tulang paha yang terletak di dalam soket sendi disebut juga intrakapsular, dan patah tulang paha yang berada di luar soket disebut dengan ekstrakapsular.

 

Gejala Patah Tulang Panggul

Gejala patah tulang panggul meliputi:

  • Tidak dapat bergerak setelah jatuh.
  • Rasa yang sangat sakit pada panggul atau paha.
  • Tidak dapat bersandar pada sisi kaki yang cedera.
  • Kaku, memar, dan bengkak pada area panggul dan sekitarnya.
  • Panjang kaki yang tidak sama, biasanya sisi yang cedera lebih pendek dari sisi lainnya
  • Kaki mengarah keluar pada sisi kaki yang cedera.

Gejala-gejala ini umumnya terjadi setelah jatuh. Namun, jika kamu memiliki tulang yang rapuh akibat osteoporosis atau gangguan lainnya, kamu bisa mengalami patah tulang panggul tanpa jatuh terlebih dahulu.

Apabila patah tulang panggul membuat kamu tidak dapat bergerak untuk waktu yang lama, berikut komplikasi yang bisa terjadi:

  • Pembekuan darah pada kaki atau paru-paru.
  • Ulkus dekubitus.
  • Infeksi saluran kemih.
  • Pneumonia.
  • Kehilangan massa otot, meningkatkan risiko jatuh dan cedera.

Selain itu, orang yang pernah mengalami patah tulang panggul berisiko lebih tinggi mengalami pelemahan tulang dan terjatuh, yang berarti berisiko mengalami patah tulang panggul lainnya.

 

Faktor Risiko Patah Tulang Panggul

Selain usia dan osteoporosis, ada beberapa faktor lain yang berpotensi meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami patah tulang panggul, di antaranya:

  • Jenis kelamin. Penurunan kadar hormon estrogen saat menopause membuat wanita lebih cepat kehilangan kepadatan tulang. Itulah mengapa risiko wanita untuk mengalami patah tulang pinggul lebih tinggi dibandingkan pria. Diperkirakan sekitar 80 persen di antara pengidap patah tulang pinggul adalah wanita.
  • Kekurangan nutrisi. Kalsium dan vitamin D adalah dua nutrisi yang sangat dibutuhkan untuk pembentukan tulang yang kuat. Kekurangan kedua asupan ini dapat meningkatkan risiko patah tulang pinggul.
  • Kurang gerak. Berolahraga sangat baik untuk meningkatkan kesehatan tulang. Beberapa jenis olahraga yang banyak menuntut untuk menahan beban, seperti berjalan dan berlari, dapat memperkuat tulang dan otot. Sebaliknya, kurang berolahraga bisa menyebabkan kepadatan tulang berkurang dan menjadi lemah. Meski demikian, hindarilah melakukan jenis olahraga yang rawan benturan, karena dapat meningkatkan risiko terjadinya patah tulang pinggul.
  • Masalah kesehatan, seperti gangguan endokrin dan pencernaan dapat menurunkan kemampuan tubuh untuk menyerap vitamin D dan kalsium.
  • Rokok dan minuman keras. Dua kebiasaan yang tidak sehat tersebut dapat menghambat proses pembentukan dan pemulihan tulang, sehingga memicu kerapuhan tulang.
  • Efek samping obat-obatan tertentu, seperti penggunaan steroid jangka panjang untuk menangani asma.

 

Penyebab Patah Tulang Panggul

Patah tulang panggul biasanya disebabkan akibat terjatuh atau hentakan langsung pada bagian panggul. Namun, ada juga beberapa kondisi medis yang bisa menyebabkan patah tulang panggul, yaitu:

  • Osteoporosis
  • Kanker
  • Cedera akibat tekanan

Ketiga hal tersebut dapat membuat tulang menjadi rapuh, sehingga panggul lebih rentan mengalami patah tulang. Pada kasus tertentu, patah tulang panggul masih mungkin terjadi walau seseorang hanya berdiri dan memutar badannya.

 

Diagnosis Patah Tulang Panggul

Mendiagnosa patah tulang panggul dilakukan dengan cara memeriksa gejala-gejala fisik pada panggul kamu. Kemudian, beberapa tes pencitraan juga bisa dilakukan untuk memeriksa seberapa parah kondisi patah tulang yang kamu alami:

  • MRI, yang menunjukkan gambar tulang dan jaringan lunak.
  • CT scan, adalah cara lain untuk melihat gambar yang lebih detil.
  • Scan tulang, yang melibatkan suntikan pewarna, kemudian pengambilan gambar. Hal ini dapat menunjukkan patah tulang yang ringan, di mana tulang retak namun masih berada di tempatnya.

 

Pengobatan Patah Tulang Panggul dan Efek Sampingnya

Bila seseorang didiagnosis mengalami patah tulang panggul, kondisi kesehatannya secara umum juga sebaiknya dievaluasi. Terapi non-operatif bisa dilakukan bagi orang yang memiliki alergi terhadap berbagai bentuk anestesi. Selain itu, orang yang memang sudah tidak dapat berjalan sebelum terjadinya cedera dan terbatas hanya di kasur ataupun kursi roda, juga dapat dipertimbangkan untuk mendapatkan terapi non-operatif.

Tipe operasi tertentu juga dapat digunakan untuk mengobati patah tulang panggul, tergantung pada tulang dan jaringan lunak yang terlibat serta tingkat keparahan dari patah tulang yang terjadi.

 

Pencegahan Patah Tulang Panggul

Seiring dengan bertambahnya usia, tulang akan melemah dan rapuh, sehingga mudah patah. Untuk mengurangi risiko patah tulang panggul, kamu bisa melakukan cara-cara berikut:

  • Konsumsi suplemen vitamin D untuk mengurangi risiko patah tulang, terutama bagi orang yang sudah lanjut usia (lansia).
  • Selalu kenakan sabuk pengaman saat berkendara.
  • Pastikan penataan perabot rumah aman untuk mencegah diri tertimpa atau terjatuh.
  • Membantu para lansia yang memiliki gangguan pergerakan agar aktif bergerak dengan cara latihan postur tubuh, keseimbangan, membantu berjalan, dan latihan kebugaran.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu memiliki pertanyaan, sebaiknya bicarakan dengan dokter. Penanganan yang cepat dan tepat akan menghindari kamu dari komplikasi berbahaya. Kamu bisa memilih dokter yang sesuai dengan kebutuhan kamu, di rumah sakit pilihan kamu di sini.