• Home
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan Fisik

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
pemeriksaan fisik

Apa Itu Pemeriksaan Fisik?

Pemeriksaan fisik adalah salah satu prosedur yang biasa dilakukan dokter untuk mendiagnosis penyakit. Hasil pemeriksaan ini kemudian digunakan untuk merencanakan perawatan lanjutan. 

Pemeriksaan fisik biasanya dilakukan secara sistematis. Mulai dari kepala hingga kaki (head to toe) yang dilakukan dengan empat cara, yaitu inspeksi, palpasi, auskultasi, dan perkusi.

Ruang lingkup pemeriksaan fisik terdiri dari:

  • Pemeriksaan tanda vital, seperti suhu, denyut nadi, kecepatan pernapasan, dan tekanan darah.
  • Pemeriksaan fisik head to toe
  • Pemeriksaan fisik per sistem tubuh, seperti sistem kardiovaskuler, pencernaan, muskuloskeletal, pernapasan, endokrin, integumen, neurologi, reproduksi, dan perkemihan.

Kenapa Pemeriksaan Fisik Dilakukan?

Pemeriksaan fisik perlu dilakukan untuk memeriksa kondisi tubuh dan membantu dokter mendiagnosis penyakit. Bahkan jika tidak sakit, pemeriksaan ini perlu dilakukan rutin, agar risiko penyakit bisa diketahui lebih awal.

Tujuan pemeriksaan fisik juga berbeda-beda berdasarkan caranya dilakukan, yaitu:

  • Inspeksi

Tujuan prosedur ini adalah untuk melihat bagian tubuh dan menentukan apakah seseorang mengalami kondisi tubuh normal atau abnormal. Itu sebabnya pemeriksa perlu mengetahui karakteristik normal dan abnormal tiap usia. Kondisi tubuh abnormal pada orang dewasa muda adalah kulit keriput dan tidak elastis karena kondisi ini umumnya dimiliki orang lanjut usia.

Inspeksi bisa dilakukan secara langsung (seperti penglihatan, pendengaran, dan penciuman) dan tidak langsung (dengan alat bantu). Saat palpasi dilakukan, tubuh akan diperiksa secara mendetail dan masing-masing sisi tubuh dibandingkan guna mendeteksi potensi kelainan. Ikuti instruksi dokter untuk memudahkan proses inspeksi.

  • Palpasi

Ini adalah pemeriksaan fisik lanjutan dengan menyentuh tubuh dan dilakukan bersamaan dengan inspeksi. Palpasi dilakukan hanya mengandalkan telapak tangan, jari, dan ujung jari. Tujuannya untuk mengecek kelembutan, kekakuan, massa, suhu, posisi, ukuran, kecepatan, dan kualitas nadi perifer pada tubuh.

Saat palpasi dilakukan, posisi harus rileks dan nyaman untuk mencegah ketegangan otot. Dokter menjelaskan apa yang akan dilakukan, alasan, dan apa yang dirasakan. Kamu juga diminta menghela napas agar lebih rileks dan berhenti jika merasakan nyeri saat pemeriksaan berlangsung.

  • Auskultasi

Prosedurnya dilakukan dengan mendengarkan suara yang dihasilkan tubuh untuk membedakan suara normal dan abnormal. Auskultasi menggunakan alat bantu stetoskop. Suara yang didengarkan berasal dari sistem kardiovaskuler, respirasi, dan gastrointestinal.

  • Perkusi

Prosedur ini bertujuan mengetahui bentuk, lokasi, dan struktur di bawa kulit. Perkusi bisa dilakukan secara langsung dan tidak langsung. Perkusi secara langsung dilakukan dengan mengetukkan jari tangan langsung pada permukaan tubuh.

Sementara perkusi secara tidak langsung dilakukan dengan menempatkan jari tengah tangan non-dominan (biasanya tangan kiri) di permukaan tubuh yang akan diperkusi, kemudian jaringan tengah tangan dominan (biasanya tangan kanan) diketuk-ketuk di atas jari tengah tangan non-dominan untuk menghasilkan suara.

Terdapat lima jenis suara yang dihasilkan, yaitu pekak, redup, sonor, hipersonor, dan timpani. Keseluruhannya menggambarkan kondisi organ tubuh bagian dalam.

Bagaimana Prosedur Pelaksanaan Pemeriksaan Fisik?

Pemeriksaan fisik selalu dimulai dengan memberi tahu dokter mengenai apa keluhan yang dirasakan, apa yang mengganggu, dan gejala apa yang dialami. Karena gejala yang dialami bisa bervariasi, pemeriksaan fisik yang dilakukan dokter bisa jadi berbeda-beda, tergantung kondisi.

Selain itu, penting juga untuk menjelaskan sejak kapan gejala terjadi, apa yang dilakukan atau dikonsumsi sebelumnya, dan lain-lain. Selama tahap ini, dokter juga akan menanyakan hal-hal yang terkait dengan kondisi. Pastikan untuk menjawab semua pertanyaan secara jujur untuk memudahkan diagnosis.

Pemeriksaan fisik perlu disiapkan dengan baik untuk meminimalisir potensi kesalahan dan temuan yang kurang lengkap. Hal ini bisa berdampak pada kesalahan diagnosis dan perencanaan perawatan. 

Pemeriksaan fisik dilakukan secara privat, sehingga saat melakukannya di ruang perawatan, akan dipasangkan tirai pembatas agar tidak ada orang lain yang melihat.

Hal-hal pertama yang biasa diperiksa selama pemeriksaan fisik adalah:

  • Tinggi dan Berat Badan

Pengukuran standar ini memberikan dasar dan cara untuk memantau kesehatan. Misalnya, perubahan berat badan yang besar dapat mengindikasikan masalah kesehatan.

  • Tanda-Tanda Vital

Terutama tekanan darah dan detak jantung. Ini penting untuk dipantau, terutama jika Anda memiliki riwayat keluarga dengan penyakit jantung.

Di Mana Pemeriksaan Fisik Dilakukan?

Pemeriksaan fisik dapat dilakukan di klinik, puskesmas, maupun rumah sakit. Segera lakukan pemeriksaan fisik jika mengalami keluhan kesehatan. Agar mudah, kamu bisa download Halodoc untuk buat janji dengan dokter di rumah sakit.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2022. Physical Examination.
Web MD. Diakses pada 2022. Annual Physical Examinations.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2022. Physical Examination.
Medical News Today. Diakses pada 2022. What To Expect During a Physical Exam.

Diperbarui pada 5 Mei 2022