Penyakit Buerger

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Penyakit Buerger

Penyakit Buerger atau tromboangitis obliterans adalah penyakit peradangan dan pembengkakan pada pembuluh darah. Penyakit ini dapat menyerang pembuluh darah arteri mana pun, namun biasanya lebih sering terjadi pada tangan dan kaki.

Peradangan terjadi karena adanya sumbatan pada pembuluh darah yang lama-kelamaan menyebabkan aliran darah ke kaki dan tangan menjadi berkurang. Kondisi tersebut menyebabkan kerusakan jaringan dan menimbulkan rasa nyeri.

 

Gejala Penyakit Buerger

Gejala utama dan yang paling sering dari penyakit Buerger adalah nyeri yang bervariasi tingkat keparahannya. Nyeri justru terjadi saat pengidap sedang beristirahat. Rasa nyeri akan bertambah parah pada waktu malam dan dalam keadaan dingin. Pada tahapan lebih lanjut, ketika sudah muncul tukak atau gangren, maka nyeri bisa terasa sangat hebat dan berlangsung lama.

Gejala lain dari penyakit ini meliputi rasa gatal dan kebas pada tungkai dan fenomena Raynaud, yaitu suatu kondisi di mana beberapa bagian tubuh tertentu, seperti jari, tumit, tangan, kaki, terasa kaku, dingin, dan menjadi putih jika terkena suhu dingin. Selain itu, penyakit Buerger juga bisa menyebabkan ulkus dan gangren pada jari kaki. Bagian tubuh yang terkena penyakit ini juga akan terasa sakit.

Tidak seperti pada penyakit sumbatan arteri kronik lainnya, penyakit Buerger tidak menimbulkan gejala perubahan kulit yang signifikan. Pada tahap awal, kulit hanya tampak sedikit pucat saja, terutama pada ujung jari. Pada tahap selanjutnya, baru tampak vasokonstriksi yang ditandai dengan perubahan warna kulit yang tampak pucat dan kemerahan bila mendapat rangsangan dingin.

Pengidap juga mungkin bisa mengalami tromboflebitis migran superfisialis beberapa bulan atau tahun sebelum gejala penyakit Buerger muncul. Kemudian, pada tahap akut, penyakit Buerger akan menimbulkan gejala berupa kulit kemerahan, terasa sedikit nyeri, dan vena menonjol hingga bisa diraba akibat saluran tersebut sudah mengeras sepanjang beberapa milimeter sampai sentimeter di bawah kulit. Kelainan ini sering muncul di beberapa tempat pada ekstremitas tersebut dan berlangsung selama beberapa minggu. Setelah itu, pada kulit yang terkena penyakit Buerger akan tampak bekas yang berbenjol-benjol.

 

Faktor Risiko Penyakit Buerger

Memiliki kebiasaan merokok bisa meningkatkan risiko seseorang terkena tromboangitis obliterans. Para ahli mencurigai bahwa zat kimia yang terkandung dalam rokok dapat merusak pembuluh darah yang kemudian menyebabkan pembengkakan. Kamu juga berisiko mengalami penyakit Buerger bila sering mengunyah tembakau.

 

Penyebab Penyakit Buerger

Penyebab pasti dari penyakit Buerger masih belum diketahui. Yang pasti, risiko terjadinya peradangan pembuluh darah akan meningkat jika pengidap adalah perokok berat. Hampir semua pengidap penyakit Buerger adalah pengguna tembakau.

Selain itu, faktor genetika atau keturunan juga diduga turut berperan sebagai pemicu penyakit Buerger. Pria yang berusia antara 40–45 tahun yang mengonsumsi tembakau secara berlebihan juga diketahui sebagai kelompok yang sangat rentan terkena penyakit ini.

 

Diagnosis Penyakit Buerger

Untuk mendiagnosis penyakit Buerger, dokter akan menanyakan gejala dan faktor risiko yang dimiliki, serta melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Sedangkan pemeriksaan laboratorium yang spesifik untuk mendiagnosis penyakit Buerger belum ditemukan. Pengujian yang direkomendasikan untuk mendiagnosis penyebab terjadinya vaskulitis antara lain pemeriksaaan darah lengkap, uji fungsi hati, determinasi konsentrasi serum kreatinin, peningkatan kadar gula darah dan angka sedimen, pengujian antibodi anti nuclear, faktor reumatoid, tanda-tanda serologi pada CREST (calcinosis cutis, Raynaud phenomenon, sklerodaktili dan telangiektasis) sindrom dan scleroderma, serta skrining untuk hiperkoagulasi. Skrining hiperkoagulasi sangat dianjurkan pada pengidap penyakit Buerger, karena meliputi pemeriksaan antibodi antifosfolipid dan homocystein.

Pemeriksaan angiografi juga dapat membantu dalam mendiagnosis penyakit Buerger. Angiografi adalah tes yang menggunakan prosedur pemindaian, seperti CT scan atau MRI. Sebelum pemindaian dilakukan, pengidap akan disuntikkan zat pewarna kontras terlebih dahulu ke dalam pembuluh darahnya. Zat pewarna kontras ini berfungsi untuk memperjelas gambaran kondisi pembuluh darah yang ditampilkan oleh alat pemindai. Melalui angiografi, dapat dilihat oklusi (hambatan) atau stenosis (kekakuan) pada berbagai daerah dari tangan dan kaki.

Pemeriksaan dengan Doppler juga dapat membantu dalam mendiagnosis penyakit ini, yaitu dengan mengetahui kecepatan aliran darah dalam pembuluh darah.

 

Pengobatan Penyakit Buerger dan Efek Sampingnya

Terapi medis untuk mengobati penyakit Buerger harus dimulai dengan usaha intensif untuk meyakinkan pengidap untuk berhenti merokok. Jika pengidap berhasil berhenti merokok, maka penyakit ini secara otomatis akan mereda, sehingga terapi pun bisa memberi manfaat yang optimal. Sayangnya, kebanyakan pengidap tidak mampu berhenti merokok, sehingga penyakit Buerger selalu berkembang menjadi lebih parah. Untuk pembuluh darah yang tersumbat, dapat dilakukan dilatasi (pelebaran) dengan obat vasodilator, misalnya Ronitol yang perlu dikonsumsi seumur hidup. Perawatan luka secara mandiri di rumah juga perlu dilakukan, yaitu meliputi mengompres jari yang bengkak dan mengonsumsi enzim proteolitik. Sedangkan antibiotik baru diberikan untuk mengatasi infeksi sekunder.

Penyakit Buerger juga bisa diatasi dengan melakukan terapi bedah. Beberapa pilihan terapi bedah yang bisa dilakukan untuk pengidap penyakit Buerger, antara lain debridement konservatif jaringan nekrotik atau gangrenosa, amputasi konservatif dengan perlindungan panjang maksimum bagi jari atau ekstremitas, dan kadang-kadang simpatektomi lumbalis bagi telapak tangan atau simpatektomi jari walaupun kadang kurang bermanfaat.

Sedangkan revaskularisasi arteri baru bisa dilakukan pada pengidap setelah bagian tubuh yang terkena penyakit Buerger sudah sembuh. Keuntungan dari bedah langsung (bypass) pada arteri distal juga masih menjadi hal yang kontroversial karena angka kegagalan pencangkokan cukup tinggi. Bagaimanapun juga, jika pengidap memiliki beberapa iskemik pada pembuluh darah distal, bedah bypass dengan penggunaan vena autolog sebaiknya dipertimbangkan lagi.

 

Pencegahan Penyakit Buerger

Pencegahan penyakit Buerger dapat dilakukan dengan menghindari rokok dan produk yang terbuat dari tembakau. Pengidap yang mengalami kecanduan rokok dapat berkonsultasi dengan dokter tentang cara untuk berhenti merokok. Dokter mungkin akan menganjurkan terapi untuk membantu pengidap mengatasi kecanduan.

Selain itu, upaya yang juga dapat dilakukan untuk menurunkan risiko penyakit Buerger, antara lain:

  • Mengonsumsi makanan sehat.
  • Melakukan pemeriksaan rutin.
  • Rutin berolahraga.
  • Istirahat yang cukup.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Bila kamu adalah seorang perokok dan memiliki gejala di atas, sebaiknya periksakan diri ke dokter. Penanganan yang cepat dan tepat akan menghindari kamu dari komplikasi berbahaya. Kamu bisa memilih dokter yang sesuai dengan kebutuhan kamu, di rumah sakit pilihan kamu di sini.