Penyakit Meniere

Pengertian Penyakit Meniere

Penyakit meniere adalah sekumpulan episode gejala-gejala yang ditandai dengan vertigo atau pusing berputar, penurunan pendengaran, tinnitus atau suara berdengung pada telinga, serta sensasi penuh atau kongesti pada telinga. Satu serangan dapat berlangsung selama 20 menit sampai 4 jam.

Penyakit meniere juga disebut sebagai hydrops endolimfatik idiopatik dan merupakan penyebab paling umum vertigo yang disebabkan oleh gangguan di telinga dalam. Penyakit meniere umumnya hanya menyerang satu telinga, tetapi 15 persen kasus ditemukan gangguan di kedua telinga.

Gejala Penyakit Meniere

Gejala penyakit meniere meliputi:

  • Episode berulang dari vertigo. Vertigo seringkali terjadi dan berhenti tiba-tiba. Serangan vertigo datang tanpa peringatan dan berlangsung sampai 20 menit sampai beberapa jam, tetapi tidak lebih dari 24 jam. Vertigo yang berat dapat menyebabkan mual dan muntah.
  • Penurunan pendengaran. Gejala ini dapat hilang dan timbul pada awal terjadinya penyakit. Namun seiring berjalannya waktu, penurunan pendengaran dapat menjadi permanen.
  • Tinnitus atau dengung di telinga.
  • Sensasi penuh di telinga atau satu sisi kepala.

Penyebab dan Faktor Risiko Penyakit Meniere

Gejala dari penyakit meniere diakibatkan oleh penumpukan cairan di kompartemen telinga dalam yang disebut labirin. Dalam labirin, terdapat organ keseimbangan dan pendengaran, sedangkan labirin sendiri terdiri dari dua ruangan, yaitu labirin tulang dan labirin endolimfe. Labirin endolimfe berisikan cairan yang disebut endolimfe, berfungsi membantu menstimulasi reseptor organ keseimbangan pada saat kita bergerak.

Pada koklea, yaitu organ pendengaran yang terletak di labirin, cairan membantu transmisi gelombang suara untuk akhirnya dikirim ke otak. Pada Penyakit Meniere, terjadi penumpukan endolimfe dalam labirin, sehingga mengganggu sinyal yang mengirimkan informasi tentang keseimbangan dan pendengaran antara telinga dalam dan otak. Gangguan ini menimbulkan gejala-gejala seperti di atas.

Penyebab penyakit meniere belum diketahui dengan pasti, beberapa peneliti menduga penyakit meniere disebabkan oleh konstriksi pembuluh darah, sedangkan dugaan lain seperti infeksi virus, alergi, dan kondisi autoimun juga diyakini memengaruhi terjadinya penyakit ini. Oleh karena penyakit meniere cenderung memiliki pola hereditas diduga penyakit ini disebabkan oleh variasi genetik yang menyebabkan terganggunya regulasi cairan endolimfe, entah karena masalah anatomis maupun fungsional (kurangnya pengeluaran cairan atau berlebihnya produksi cairan).

Diagnosis Penyakit Meniere

Selain wawancara, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik terutama untuk menilai fungsi pendengaran dan keseimbangan. Beberapa pemeriksaan dapat dilakukan untuk menunjang diagnosis. Pemeriksaan-pemeriksaan tersebut, yaitu:

  • Audiometri yang dilakukan untuk membedakan apakah tuli disebabkan oleh gangguan konduksi atau gangguan saraf. Pada penyakit meniere biasanya ditemukan tuli sensorineural (gangguan saraf).
  • Electronystagmogram, yang dilakukan untuk mengevaluasi fungsi keseimbangan seseorang.
  • Elektrokokleografi (ECoG) dapat dilakukan dan hasilnya dapat mengindikasikan adanya peningkatan tekanan di telinga dalam.
  • Tes respon auditorik batang otak (ABR), sebuah tes terkomputerisasi yang dapat membantu dokter melihat jaras saraf auditorik ke otak, sehingga memungkinkan dokter melihat adanya tumor atau masa lain.

Penanganan Penyakit Meniere

Pada saat serangan, pengidap dapat mencoba berbaring dan melihat ke objek yang tidak bergerak untuk meringankan gejala. Agar frekuensi serangan berkurang, pengidap disarankan untuk melakukan manajemen stres, mengurangi asupan garam, kafein, rokok, dan alkohol. Aktivitas fisik dapat terus dilakukan, tetapi jangan sampai tubuh terlalu lelah.

Sampai saat ini, penyakit meniere belum dapat disembuhkan. Penanganan Penyakit Meniere berfokus pada mengurangi serangan, terutama serangan vertigo. Tatalaksana dapat meliputi:

  • Diet rendah garam.
  • Obat-obatan diuretic.
  • Obat anti-vertigo.
  • Injeksi antibiotik atau kortikosteroid intratimpanik .
  • Perangkat untuk mengatur tekanan udara (air pressure pulse generator).
  • Operasi.

Pembedahan diperlukan hanya pada sebagian kecil pasien dengan penyakit meniere. Jika serangan vertigo tidak dapat dikendalikan oleh tindakan konservatif dan sangat mengganggu pengidap, salah satu dari prosedur bedah berikut mungkin disarankan:

  • Pembuatan shunt atau prosedur dekompresi endolymphatic yang ditujukan untuk mengurangi serangan vertigo. Prosedur ini berhasil dalam satu setengah hingga dua pertiga kasus dan sensasi penuh pada telinga dilaporkan membaik. Operasi kantung endolymphatic tidak meningkatkan pendengaran, tetapi menurunkan risiko memburuknya pendengaran. Waktu pemulihan setelah prosedur ini singkat dibandingkan dengan prosedur lain.
  • Neurektomi vestibular selektif adalah prosedur pemotongan saraf keseimbangan pada jalur antara telinga bagian dalam dan menuju ke otak. Walaupun serangan vertigo disembuhkan permanen dalam banyak kasus, pasien tetap dapat terus mengalami ketidakseimbangan. Mirip dengan prosedur kantung endolymphatic, fungsi pendengaran biasanya tetap.

Labyrinthectomy dan pengangkatan saraf kranialis XIII (saraf vestibulokoklear) adalah prosedur penghancuran organ keseimbangan dan mekanisme pendengaran di telinga bagian dalam pada satu sisi. Langkah ini dipilih ketika pasien dengan Penyakit Meniere mengalami pendengaran yang buruk di telinga yang terserang. Labyrinthectomy dan bagian saraf kedelapan menghasilkan tingkat keberhasilan tertinggi dalam mengendalikan serangan vertigo.

Pencegahan Penyakit Meniere

Garam dan stres dapat memengaruhi pendengaran dan keseimbangan. Oleh karena itu, untuk menghindari memicu serangan vertigo dapat dicoba untuk:

  • Membatasi asupan garam. Mengonsumsi makanan dan minuman tinggi garam dapat meningkatkan retensi cairan. Sebaiknya, usahakan asupan garam yang masuk ke dalam tubuh adalah antara 1.500 hingga 2.000 miligram setiap hari dan sebarkan asupan garam secara merata sepanjang hari.
  • Mengelola stres. Mengelola stres dapat mengurangi keparahan gejala dan membantu mengatasi penyakit meniere. Psikoterapi dapat membantu mengidentifikasi stres dan mengembangkan strategi untuk mengatasi kondisi yang dialami.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika cara penanganan dan pencegahan di atas tidak berhasil, segera berdiskusi dengan dokter.