Penyakit Peyronie

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Penyakit Peyronie

Penyakit peyronie adalah kondisi ketika seorang pria mengalami gangguan ereksi akibat bentuk penisnya yang bengkok. Bentuk dan ukuran penis memang bervariasi, dan ereksi yang bengkok tidak selalu menjadi kondisi yang memprihatinkan. Namun, penyakit Peyronie menyebabkan rasa sakit yang signifikan pada beberapa pria.

Kondisi ini akhirnya dapat menghalangi pria untuk berhubungan seks dan sulit mempertahankan ereksi (disfungsi ereksi). Bagi banyak pria, penyakit Peyronie menyebabkan stres dan kecemasan.

Baca juga: Mr P yang Bengkok Akibat Peyronie, Bisakah Diluruskan?

 

Faktor Risiko Penyakit Peyronie

Faktor risiko dari penyakit ini, meliputi:

  • Seorang pria yang memiliki ayah atau saudara laki-laki dengan penyakit Peyronie berisiko lebih tinggi mengidap penyakit yang sama.

  • Kelainan pada jaringan penghubung dalam tubuh.

  • Risiko penyakit ini meningkat seiring bertambahnya usia, terutama pada pria berusia di atas 55 tahun.

Faktor lain yang dipercaya ikut berpengaruh dan menjadi salah satu dari faktor risiko meliputi kebiasaan merokok dan beberapa operasi pada prostat.

 

Penyebab Penyakit Peyronie

Penyakit Peyronie terjadi ketika ada perkembangan jaringan parut fibrosa di dalam penis yang menyebabkan ereksi melengkung. Namun, sampai saat ini, penyebab munculnya jaringan parut tersebut masih belum diketahui. Banyak ahli percaya trauma pada penis yang terjadi secara berulang-ulang dapat menjadi pemicu utama penyakit ini. Pada beberapa kasus lainnya, penyakit Peyronie dikaitkan dengan gen. Jadi, kombinasi cedera dan gen bisa membuat seorang pria berisiko mengalami penyakit ini. Beberapa obat-obatan juga memiliki efek samping berupa penyakit Peyronie.

 

Gejala Penyakit Peyronie

Gejala penyakit peyronie dapat muncul secara tiba-tiba maupun bertahap. Tanda dan gejala penyakit ini, meliputi:

  • Jaringan skar yang dapat dirasakan di bawah kulit penis.

  • Masalah pada ereksi. Pengidap penyakit Peyronie biasanya mengalami masalah dalam ereksi, baik memulai ereksi maupun mempertahankan ereksi (disfungsi ereksi).

  • Ukuran penis yang menjadi lebih pendek.

  • Nyeri pada penis dapat dirasakan, baik saat ereksi maupun dalam keadaan tidak ereksi.

Baca juga: 5 Penyebab Pria Bisa Alami Disfungsi Ereksi

 

Diagnosis Penyakit Peyronie

Diagnosis dari penyakit Peyronie ini biasanya ditentukan berdasarkan wawancara medis dan pemeriksaan fisik. Bila perlu, pemeriksaan penunjang berupa USG juga bisa dilakukan untuk memastikan diagnosis. Sebelum USG dilakukan, dokter akan menyuntikkan obat yang akan membuat penis mengalami ereksi. Dengan demikian, dapat ditemukan ada atau tidaknya jaringan skar dan menilai ada atau tidaknya gangguan alirah darah di penis.

 

Komplikasi Penyakit Peyronie

Komplikasi penyakit Peyronie meliputi:

  • Ketidakmampuan melakukan hubungan seksual.

  • Kesulitan mencapai atau mempertahankan ereksi (disfungsi ereksi).

  • Kecemasan atau stres tentang kemampuan seksual atau penampilan penis diri sendiri.

  • Stres dalam hubungan pengidap dengan pasangan seksual.

  • Kesulitan memiliki anak.

 

Pengobatan Penyakit Peyronie

Penyakit Peyronie biasanya bisa menghilang dengan sendirinya. Karena itu, dokter biasanya tidak akan langsung melakukan tindakan pengobatan, melainkan hanya akan mengamati dan menunggu saja bila:

  • Kebengkokkan pada penis tidak begitu parah dan tidak memburuk.

  • Pengidap masih dapat ereksi dan berhubungan seksual tanpa rasa nyeri.

  • Pengidap tidak mengalami disfungsi ereksi.

Jika tanda dan gejala yang dialami pengidap memburuk, dokter akan merekomendasikan untuk melakukan tindakan operasi atau pembedahan. Di samping itu, beberapa obat-obatan bisa mengobati penyakit peyronie, tetapi penelitian belum menunjukkan efektivitas dari penggunaan obat-obat tersebut jika dibandingkan dengan tindakan pembedahan.

Baca juga: Inilah Penanganan Tepat Penyakit Peyronie

 

Pencegahan Penyakit Peyronie

Meskipun penyebab dari penyakit peyronie ini bermacam-macam, penelitian menunjukkan bahwa perubahan gaya hidup dapat mencegah terjadinya penyakit ini:

  • Berhenti merokok.

  • Batasi konsumsi alkohol.

  • Berhenti menggunakan obat-obatan yang ilegal.

  • Berolahraga secara rutin dan teratur.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Segera temui dokter bila kamu merasakan rasa sakit atau penis melengkung, sehingga menghalangi kamu berhubungan seksual atau menyebabkan kamu cemas. Penanganan yang tepat dapat mencegah terjadinya hal yang tidak diinginkan.

 

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2019. What Is Peyronie's Disease?
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Peyronie's disease.

Diperbarui pada 17 September 2019