Penyakit Peyronie

Pengertian Penyakit Peyronie

Penyakit peyronie adalah sebuah kondisi ketika pasien mengalami gangguan dalam ereksi akibat bentuk dari penis yang menjadi bengkok.

Gejala Penyakit Peyronie

Gejala dari penyakit peyronie dapat muncul secara tiba-tiba maupun bertahap. Tanda dan gejala penyakit ini, meliputi:

  • Jaringan skar yang dapat dirasakan di bawah kulit penis.
  • Masalah pada ereksi. Pengidap penyakit ini dapat memiliki masalah dalam ereksi, baik memulai ereksi maupun mempertahankan ereksi (disfungsi ereksi).
  • Ukuran penis yang menjadi lebih pendek.
  • Nyeri pada penis dapat dirasakan, baik saat ereksi maupun dalam keadaan tidak ereksi.

Penyebab dan Faktor Risiko Penyakit Peyronie

Penyebab dari penyakit ini belum sepenuhnya diketahui, tetapi trauma pada penis yang terjadi secara berulang-ulang disinyalir menjadi pemicu utama penyakit ini. Faktor risiko dari penyakit ini, meliputi:

  • Herediter. Pria yang memiliki ayah maupun saudara laki-laki dengan Penyakit Peyronie memiliki risiko yang lebih besar untuk mengidap penyakit ini.
  • Kelainan pada jaringan penghubung dalam tubuh.
  • Usia. Prevalensi penyakit ini meningkat seiring bertambahnya usia, terutama pada pria berusia di atas 55 tahun.

Faktor lain yang dipercaya ikut berpengaruh dan menjadi salah satu dari faktor risiko meliputi kebiasaan merokok dan beberapa operasi pada prostat.

Diagnosis Penyakit Peyronie

Diagnosis dari penyakit peyronie ini biasanya dilakukan berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik. Pemeriksaan penunjang dilakukan melalui USG. Sebelum dilakukan USG, dokter akan menginjeksikan obat yang akan memberikan efek pada penis sehingga penis akan mengalami ereksi, setelah itu USG akan dilakukan. Nantinya,  akan ditemukan ada atau tidaknya jaringan skar dan menilai ada atau tidaknya gangguan alirah darah di penis.

Penanganan Penyakit Peyronie

Dokter akan menganjurkan untuk observasi, mengamati, dan menunggu saja jika:

  • Kebengkokkan pada penis tidak begitu parah dan tidak mengalami perburukan.
  • Pasien masih dapat ereksi dan berhubungan seksual tanpa rasa nyeri.
  • Pasien tidak mengalami disfungsi ereksi.

Jika tanda dan gejala yang dialami pasien memburuk, maka dokter akan merekomendasikan untuk dilakukan tindakan operasi atau pembedahan.

Beberapa obat-obatan bisa mengobati penyakit peyronie, tetapi penelitian belum menunjukkan efektivitas dari penggunaan obat-obat tersebut jika dibandingkan dengan tindakan pembedahan.

Pencegahan Penyakit Peyronie

Meskipun penyebab dari penyakit peyronie ini bermacam-macam, tetapi penelitian menunjukkan bahwa perubahan pada gaya hidup perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya penyakit ini, meliputi:

  • Berhenti merokok.
  • Mengurangi asupan alkohol.
  • Berhenti menggunakan obat-obatan yang ilegal.
  • Berolahraga secara rutin dan teratur.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika cara penanganan dan pencegahan di atas tidak berhasil, segera berdiskusi dengan dokter.