Perdarahan Subkonjungtiva

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Perdarahan Subkonjungtiva

Perdarahan subkonjungtiva merupakan suatu kondisi mata merah akibat pecahnya pembuluh darah konjungtiva, yang menyebabkan darah terakumulasi pada subkonjungtiva. Kondisi ini umum terjadi dan dapat dialami oleh siapa pun. Perdarahan subkonjungtiva umumnya timbul mendadak, ditandai dengan suatu daerah berwarna merah terang berbatas tegas di bawah konjungtiva, yang tidak nyeri, dan tidak disertai tanda infeksi maupun peradangan.

 

Faktor Risiko Perdarahan Subkonjungtiva

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko perdarahan subkonjungtiva, antara lain:

  • Trauma pada mata.
  • Riwayat infeksi sebelumnya pada mata.
  • Pengidap tekanan darah tinggi.
  • Penggunaan lensa kontak.
  • Paparan zat kimia.
  • Kegiatan mengangkat atau mendorong benda berat.

 

Penyebab Perdarahan Subkonjungtiva

Penyebab dari perdarahan subkonjungtiva umumnya tidak begitu jelas. Pengidap biasanya diberi tahu oleh orang lain bahwa matanya berwarna kemerahan. Meski demikian, pada sebagian kasus, perdarahan subkonjungtiva dapat menjadi gejala dari suatu masalah pada kornea. Perdarahan subkonjungtiva juga dapat dipicu oleh batuk, bersin, tersedak, atau muntah yang parah. Kegiatan yang berat seperti mengejan, juga dapat memicu kondisi ini. Pada pengidap hipertensi, risiko untuk mengalami perdarahan subkonjungtiva relatif lebih besar.

 

Gejala Perdarahan Subkonjungtiva

Beberapa gejala yang dialami pengidap perdarahan subkonjungtiva, antara lain:

  • Daerah merah terang yang berbatas tegas pada permukaan mata.
  • Tidak disertai rasa nyeri, tanda infeksi, maupun tanda peradangan.
  • Tidak terdapat gangguan penglihatan.

 

Diagnosis Perdarahan Subkonjungtiva

Dokter akan mendiagnosis perdarahan subkonjungtiva dengan melakukan suatu wawancara medis lengkap terkait perjalanan gejala serta riwayat penyakit yang dimiliki pengidap. Kemudian, dokter akan melakukan pemeriksaan mata berupa pengukuran tajam penglihatan, serta penilaian kondisi mata dengan menggunakan alat khusus (slit lamp). Pemeriksaan penunjang umumnya jarang sekali dilakukan, oleh karena diagnosis sudah dapat dipastikan dengan pemeriksaan-pemeriksaan ini. Pada sebagian besar kasus, perdarahan yang terjadi akan kembali diserap tubuh dalam waktu 1 hingga 2 minggu, tanpa menyebabkan komplikasi yang serius. 

 

Pengobatan Perdarahan Subkonjungtiva

Pada sebagian kasus, perdarahan subkonjungtiva tidak berbahaya. Namun demikian, jika kondisi ini disertai dengan gejala lainnya, atau jika kondisi ini disebabkan oleh suatu trauma pada mata, maka pertolongan medis harus segera dilakukan. Pada perdarahan subkonjungtiva ringan, dokter umumnya akan memberikan obat oral untuk membantu menghentikan perdarahan, berupa asam traneksamat. Diharapkan, kondisi ini akan membaik dalam waktu 1 hingga 2 minggu.

 

Pencegahan Perdarahan Subkonjungtiva

Beberapa upaya pencegahan dari perdarahan subkonjungtiva, antara lain:

  • Menggunakan kacamata untuk melindungi mata dari aktivitas yang berisiko menyebabkan cedera pada mata.
  • Menghindari kegiatan mengangkat atau mendorong benda yang berat.
  • Mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan melakukan gaya hidup sehat untuk menjaga tekanan darah tetap normal.
  • Menjaga kebersihan lensa kontak dengan saksama dan menggunakannya sesuai dengan petunjuk dokter.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika terdapat gejala mata merah yang disertai dengan gejala lainnya, seperti nyeri, gangguan penglihatan, sakit kepala, dan gejala lainnya yang mengganggu pengidap, segera periksakan diri ke dokter spesialis mata untuk pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut. Untuk melakukan pemeriksaan, kamu bisa langsung membuat janji dengan dokter di rumah sakit sesuai domisilimu di sini.