Perimenopause

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Perimenopause

Perimenopause diartikan sebagai periode atau waktu sekitar menopause mengacu pada waktu di mana terjadi periode transisi alami menuju menopause atau berakhirnya menstruasi, menandai akhir tahun reproduksi. Perimenopause juga disebut transisi menopause.

Pada wanita, perimenopause terjadi pada usia yang berbeda-beda. Pada umumnya, perimenopause ini terjadi pada usia 30 lebih dari 40 tahun. Namun, pada beberapa wanita dapat terjadi pada usia yang lebih muda karena beberapa faktor tertentu.

Tingkat estrogen dalam tubuh naik dan turun selama perimenopause. Siklus menstruasi dapat memanjang atau memendek secara tidak teratur, dan mungkin mulai memiliki siklus menstruasi di mana ovarium tidak melepaskan sel telur (ovulasi). Beberapa wanita mungkin mengalami gejala, seperti menopause, misalnya hot flashes, gangguan tidur dan vagina kering.

 

Faktor Risiko Perimenopause

Perimenopause adalah fase normal dalam kehidupan. Seiring dengan bertambahnya umur, semua wanita memiliki risiko yang sama akan terjadinya perimenopause. Beberapa wanita, periode ini dapat terjadi lebih awal. Faktor-faktor risiko tertentu yang dapat menyebabkan perimenopause pada usia lebih dini, antara lain:

  • Merokok;
  • Riwayat keluarga mengalami menopause dini;
  • Pengobatan kanker dengan kemoterapi atau terapi radiasi panggul;
  • Histerektomi atau pengangkatan rahim; dan
  • Riwayat operasi pengangkatan ovarium (indung telur). Bila salah satu ovarium diangkat, ovarium yang tersisa dapat berhenti bekerja lebih cepat dari normalnya.

 

Penyebab Perimenopause

Perimenopause adalah perjalanan alamiah seorang wanita dan merupakan hal yang normal terjadi. Seiring dengan pertambahan usia, produksi estrogen dan progesteron naik dan turun secara tidak beratutan. Perubahan pada tubuh selama perimenopause merupakan hasil dari peningkatan dan penurunan estrogen yang tidak beraturan.

 

Gejala Perimenopause

Gejala utama dari fase perimenopause adalah siklus menstruasi yang tidak beraturan. Kondisi ini terjadi karena ovulasi (pengeluaran sel telur) tidak dapat diprediksi. Lamanya waktu menstruasi dapat lebih lama atau lebih pendek dan menstruasi dapat datang lebih cepat atau lebih lama dari siklus normalnya. Saat mendekati fase menopause, siklus menstruasi makin memanjang atau menstruasi semakin jarang. Apabila selama 12 bulan berturut-turut tidak terjadi periode menstruasi, maka menopause telah terjadi, dan periode perimenopause berakhir.

Gejala-gejala lain yang dapat terjadi pada fase perimenopause yang disebabkan karena penurunan hormon estrogen yang mulai terjadi antara lain:

  • Hot flashes atau perasaan panas pada wajah dan tubuh;
  • Gangguan tidur seringkali disebabkan oleh hot flash atau keringat malam, tetapi gangguan tidur dapat terjadi tanpa adanya hot flash;
  • Perubahan mood, seperti perubahan suasana hati yang cepat, menjadi lekas marah atau depresi dapat terjadi selama perimenopause;
  • Vagina menjadi lebih kering, lubrikasi dan elastisitas vagina berkurang. Hal ini dapat membuat hubungan seksual terasa menyakitkan;
  • Infeksi saluran kemih. Kadar estrogen yang rendah juga membuat kandung kemih lebih rentan terhadap infeksi saluran kemih;
  • Menurunnya libido. Selama perimenopause, gairah dan keinginan seksual dapat menurun. Pengeroposan tulang. Seiring dengan menurunnya kadar estrogen, kehilangan tulang lebih cepat daripada proses pembentukannya dan dapat meningkatkan risiko osteoporosis; dan
  • Peningkatan kadar kolesterol jahat (LDL) dan penurunan kadar kolesterol baik (HDL) yang meningkatkan risiko penyakit jantung.

 

Diagnosis Perimenopause

Perimenopause adalah proses bertahap. Perimenopause tidak dapat didiagnosa hanya dengan satu tanda atau pemeriksaan. Dokter akan menanyakan usia, riwayat menstruasi, dan gejala atau perubahan tubuh yang dialami dan sudah berapa lama gejala berlangsung.

Pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan adalah pemeriksaan untuk memeriksa kadar hormon reproduksi, estrogen dan progesteron. Sekali lagi, karena perimenopause ini adalah proses bertahap, maka pemeriksaan ini dilakukan beberapa kali dalam jangka waktu tertentu untuk melihat penurunan kadar hormon tersebut.

  • Komplikasi

Menstruasi yang tidak teratur adalah ciri khas perimenopause. Komplikasi yang dapat terjadi pada masa perimenopause ini adalah perdarahan menstruasi hebat yang dapat terjadi lebih dari 7 hari atau lebih dan dapat mengakibatkan anemia. Komplikasi lainnya adalah perdarahan diluar siklus menstruasi yang berat atau disebut dysfunctional uterine bleeding.

 

Pengobatan Perimenopause

Pengobatan perimenopause ditujukan untuk mengurangi atau menghilangkan gejalanya, tetapi bukan untuk menghentikan kondisi dari perimenopause ini. Beberapa obat-obatan yang dapat digunakan untuk mengobati gejala perimenopause adalah

  • Terapi pengganti hormon. Terapi pengganti hormon estrogen dalam bentuk pil, estrogen tempel pada kulit, gel atau krim dapat menjadi pilihan pengobatan yang efektif untuk menghilangkan hot flash perimenopause.
  • Estrogen vagina dalam bentuk krim atau tablet yang dimasukkan kedalam vagina. Obat-obatan jenis ini dapat membantuk lubrikasi vagina dan dapat membantu meringankan kekeringan pada vagina dan ketidaknyamanan dengan hubungan seksual.
  • Antidepresan seperti golongan selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI) dapat mengurangi gejala hot flash menopause atau pada wanita yang dengan gangguan mood.
  • Gabapentin. Gabapentin dapat membantu mengurangi hot flash. Obat ini dapat diberikan pada wanita yang tidak dapat menggunakan terapi pengganti estrogen karena alasan kesehatan tertentu.

 

Pencegahan Perimenopause

Perimenopause adalah kondisi normal yang akan terjadi pada setiap wanita. Tidak ada upaya pencegahan tertentu untuk menghindari seorang wanita agar tidak terjadi kondisi perimenopause ini. Pencegahan yang dapat dilakukan adalah agar mencegah perimenopause ini datang pada usia lebih dini dari normalnya. Beberapa upaya tersebut adalah

  • Makanan sehat.
  • Hindari alkohol dan kafein.
  • Olahraga teratur dan aktivitas fisik teratur
  • Berhenti atau hindari rokok.

 

Kapan Harus ke Dokter

Beberapa wanita gejala perimenopause dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Namun, sebagian wanita dapat mentolerir perubahan atau tidak mengalami gejala yang cukup mengganggu. Jika keluarga atau kerabat memiliki gejala-gejala seperti di atas yang cukup mengganggu aktivitas sehari-hari, seperti hot flashes, perubahan suasana hati atau perubahan fungsi seksual yang membuat khawatir, diskusikan dengan dokter apabila mengalami gejala-gejala gangguan menstruasi seperti perdarahan menstruasi yang hebat lebih dari 7 hari atau harus mengganti pembalut setiap 1–2 jam sekali. Bila kamu ingin melakukan pemeriksaan, bisa langsung membuat janji dengan dokter pilihan di rumah sakit terdekat dengan domisilimu di sini.