• Beranda
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Menopause
  • Beranda
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Menopause

Menopause

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
MenopauseMenopause

Pengertian Menopause

Menopause adalah akhir dari siklus menstruasi seorang perempuan. Istilah ini dapat menggambarkan setiap perubahan yang dialami sebelum atau setelah berhenti menstruasi. Masa menopause menandai akhir dari tahun-tahun reproduksi seorang perempuan.

 

Penyebab Menopause

Perempuan terlahir dengan ovarium yang berfungsi membuat hormon estrogen dan progesteron, yang mengontrol periode menstruasi dan pelepasan sel telur (ovulasi). Kondisi ini terjadi ketika ovarium tidak lagi melepaskan sel telur setiap bulan dan menstruasi berhenti.

 

Faktor Risiko Menopause

Kondisi ini adalah bagian alami dari penuaan perempuan yang terjadi setelah usia 40 tahun. Namun, pada beberapa perempuan bisa saja mengalami menopause dini. Ini bisa dikarenakan operasi, seperti jika indung telur yang diangkat dalam histerektomi, atau kerusakan pada indung telur yang diakibatkan kemoterapi. Stres dan situasi hormonal lainnya bisa memicu kondisi ini terjadi sebelum usia 40 tahun dan kondisi ini disebut dengan menopause dini.

 

Gejala Menopause

Ada beberapa gejala yang akan dialami perempuan ketika memasuki masa menopause. Berikut tanda-tandanya:

  • Gejala vasomotor, atau rasa panas pada bagian atas tubuh (hot flush), terutama leher, wajah dan dada terutama di malam hari.

  • Nyeri sendi.

  • Kulit menjadi keriput dan kurang elastis karena penurunan kadar kolagen.

  • Atrofi genitourinaria.

  • Penurunan lubrikasi vagina.

  • Penyakit kardiovaskular.

  • Osteoporosis.

 

Diagnosis Menopause

Untuk mendapatkan diagnosis pasti, periksakan diri ke dokter untuk menguji darah dengan tujuan mengetahui kadarnya.

  • Hormon perangsang folikel (FSH)

Ini biasanya naik saat mendekati menopause.

  • Estradiol

Ini memberi tahu dokter berapa banyak estrogen yang dihasilkan ovarium.

  • Hormon tiroid

Menunjukkan masalah dengan kelenjar tiroid, yang dapat memengaruhi menstruasi dan menyebabkan gejala yang terlihat seperti menopause.

  • Hormon anti-Mullerian (AMH)

Tubuh membuat AMH pada jaringan reproduksinya yang dapat membantu dokter mempelajari tentang cadangan telur di ovarium.

 

Pengobatan Menopause

Menopause adalah proses natural, sehingga banyak gejala akan hilang seiring berjalannya waktu. Tetapi, jika menopause menyebabkan masalah ataupun gangguan kesehatan, perlu mendapatkan pengobatan ataupun perawatan untuk mengurangi gejala. Ada beberapa pilihan perawatan yang dapat membantu, yaitu:

  • Terapi penggantian hormon

Terapi ini merekomendasikan pengidapnya untuk minum obat untuk menggantikan hormon yang tidak diproduksi lagi oleh tubuh. Kombinasi obat tertentu dapat membantu mengatasi hot flash serta membuat tulang lebih kuat. Meski begitu, terapi penggantian hormon ini juga dapat menempatkan seseorang pada risiko masalah kesehatan yang lebih tinggi seperti penyakit jantung atau kanker payudara. Jadi, kamu harus mengambil dosis terendah yang bekerja untuk waktu sesingkat mungkin.

  • Terapi hormon topikal

Terapi menggunakan krim atau gel estrogen yang dimasukkan ke dalam vagina untuk membantu mengatasi kekeringan.

  • Obat-obatan nonhormon

Obat depresi Paroxetine (Brisdelle, Paxil) yang disetujui oleh Food and Drug Administration untuk mengobati hot flashes. Obat saraf Gabapentin (Gralise, Neuraptine, Neurontin) dan obat tekanan darah Clonidine (Catapres, Kapvay) juga dapat meredakannya. Obat-obatan yang disebut modulator reseptor estrogen selektif (SERM) juga membantu tubuh menggunakan estrogen guna mengobati hot flash dan kekeringan pada vagina.

  • Obat untuk osteoporosis 

Ada rekomendasi juga untuk mengonsumsi obat-obatan atau suplemen vitamin D untuk membantu menjaga tulang tetap kuat.

 

Komplikasi Menopause

Hilangnya estrogen yang terkait dengan menopause terkait dengan sejumlah masalah kesehatan yang menjadi lebih umum seiring bertambahnya usia perempuan. Setelah menopause perempuan lebih cenderung mengalami:

  • Pengeroposan tulang (osteoporosis).
  • Penyakit jantung.
  • Kandung kemih dan usus yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya.
  • Risiko lebih tinggi terkena penyakit alzheimer.
  • Lebih banyak kerutan.
  • Kekuatan otot yang memburuk.
  • Penglihatan yang melemah, seperti katarak (pengaburan lensa mata) dan degenerasi makula (pecahnya titik kecil di tengah retina yang merupakan pusat penglihatan).
  • Perubahan pada gairah seksual.
  • Risiko penyakit menular seks, dimana ketika risiko kehamilan tidak ada lagi, kecenderungan untuk melakukan hubungan seks tanpa kondom bisa memicu penyakit kelamin dan penularannya.

 

Pencegahan Menopause

Menopause tidak dapat dicegah. Tapi, kamu bisa mengambil langkah-langkah sehat untuk penanganan dan hidup lebih berkualitas. Beberapa cara bisa dilakukan yakni dengan mempertahankan berat badan sehat, konsumsi makanan seimbang, menerapkan olahraga teratur, serta mendapatkan tidur berkualitas. Merawat diri dengan baik adalah kunci untuk menikmati kehidupan yang aktif dan sehat di tahun-tahun menopause dan pascamenopause.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu mengalami gejala berat sehingga mengganggu aktivitas harian, kamu bisa menghubungi dokter lewat aplikasi Halodoc. Lewat Halodoc, kamu juga bisa membuat janji pemeriksaan ke rumah sakit. Yuk, download Halodoc sekarang juga!

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2022. Menopause.
Healthline. Diakses pada 2022. Menopause Prevention