Pertumbuhan Anak

Memasuki usia sekolah dasar, karakter anak akan semakin berkembang. Orangtua pun perlu memberikan perhatian ekstra untuk memahami kebutuhan anak termasuk pertumbuhannya. Dari mulai asupan gizi hingga kebutuhan pendidikannya, masa tumbuh kembang anak di usia ini harus diperhatikan dan dipenuhi oleh orangtua.

1. Aspek Kognitif

Menurut Piaget, anak usia 6-12 tahun berada dalam tahap Operasional Konkret. Anak telah memiliki kecakapan berpikir logis, akan tetapi hanya dengan benda-benda yang bersifat konkret.

Pada tahap ini, ditandai dengan tiga kemampuan baru yang akan dikuasai anak, yaitu kemampuan mengelompokkan, menyusun, dan menghubungkan/menghitung angka atau bilangan. Kemampuan yang berkaitan dengan angka, seperti menambah, mengurangi, mengalikan, dan membagi. Di samping itu, pada masa ini anak sudah memiliki kemampuan memecahkan masalah yang sederhana.

Kemampuan kognitif pada masa ini merupakan dasar diberikannya ilmu seperti membaca, menulis, dan berhitung (calistung). Untuk mengembangkan daya nalarnya, anak di latih untuk bisa mengungkapkan pendapatnya terhadap berbagai hal, baik yang dialaminya maupun peristiwa lain yang terjadi di sekitar.

2. Aspek Fisik

Perubahan fisik yang terjadi pada masa ini, akan berjalan lebih lambat di banding masa bayi dan masa awal kanak-kanak.

Pada awal periode (usia 6 tahun), anak terlihat masih seperti anak kecil. Nanti, di akhir periode (usia 12 tahun), anak sudah berubah dan mulai tampak seperti orang dewasa. Apalagi ada beberapa anak yang mengalami pubertas di akhir periode ini.

Pada masa usia sekolah, anak sudah siap menerima pelajaran keterampilan yang berkaitan dengan motorik, seperti menulis, menggambar, melukis, mengetik komputer, melakukan aktivitas olahraga seperti berenang, bermain bola, dll.

3. Aspek Bahasa

Kemampuan anak dalam mengenal dan menguasai perbendaharaan kata mengalami perkembangan yang pesat pada usia anak sekolah. Sekitar 2.500 kata yang dikuasai oleh anak usia 6 tahun, akan meningkat mejadi 50.000 kata yang bisa dikuasai saat nanti anak berusia 11-12 tahun.

Seiring dengan tingkat berpikir anak yang sudah lebih maju, anak akan banyak bertanya soal waktu dan sebab akibat. Di tambah dengan adanya pelajaran bahasa yang di dapat anak di sekolah, maka diharapkan pada periode ini anak bisa memiliki keterampilan mengolah informasi yang di terima, serta berpikir dan menyatakan gagasannya.

4. Aspek Sosio-Emosional

Menurut Erikson, anak usia 6-12 tahun akan memasuki tahap Industrial vs Inferioritas. Kalau sebelumnya anak banyak berada di lingkungan keluarga, pada tahap ini anak akan banyak keluar ke lingkungan sekolah.

Sehingga semua aspek memiliki peran bagi anak (orang tua harus selalu mendorong, guru harus memberi perhatian, teman harus menerima kehadirannya). Tapi sayangnya, anak tidak selalu mendapatkan itu semua. Sehingga orang tua harus paham tentang kondisi sekolah anak, teman satu permainan.

Seiring dengan lingkungan anak yang lebih luas, terdapat kebutuhan anak untuk mendapatkan tempat dalam kelompok seumurnya yang ingin ia capai. Selain itu, pada usia ini anak di tuntut untuk dapat merasakan bagaimana rasanya berhasil memenuhi tuntutan lingkungan. Jika anak tidak dapat meraih sukses karena merasa tidak mampu (inferioritas), maka anak akan mengembangkan sikap rendah diri.

Dukungan Orangtua Itu Penting

Orang tua perlu mendukung anak, menyemangati anak bahwa ia mampu menyelesaikan tugas-tugasnya, komunikatif, tetap membuat anak produktif dalam melakukan tugas-tugas di rumah, memotivasi anak agar terus lebih baik, melakukan penerimaan dan menghargai usaha yang telah anak lakukan, tidak banyak mengritik, terus menggali minat anak, aktif cari tahu kondisi sekolah anak/teman-teman. Orangtua juga dituntut untuk Ikut bersahabat dengan teman-teman si anak, tetap pantau kegiatan-kegiatan anak, melindungi anak dari kejahatan seksual, pornografidan mengajak anak untuk berpendapat.

Jika ini dilaksanakan dengan baik maka akan terbentuk karakter anak yang rajin, ulet, dan gigih, serta yakin dan percaya akan kemampuan dirinya dalam melaksanakan peran.